Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 4,438
» Latest member: wsagtm
» Forum threads: 2,285
» Forum posts: 4,621

Full Statistics

Online Users
There are currently 19 online users.
» 0 Member(s) | 19 Guest(s)

Latest Threads
Tugas UAS 5B
Forum: Perancangan Web
Last Post: orchidlaokta
12-10-2018, 02:51 AM
» Replies: 14
» Views: 205
Tugas UAS 5A
Forum: Perancangan Web
Last Post: yanuar1886
12-07-2018, 03:23 AM
» Replies: 11
» Views: 190
Tugas Perancangan Web Kel...
Forum: Perancangan Web
Last Post: Fatimahtuz zahraa
12-05-2018, 05:40 AM
» Replies: 59
» Views: 2,738
RE: Tugas Logika Algoritm...
Forum: Kuliahku
Last Post: Arif ginanjar Saputra
10-24-2018, 03:13 AM
» Replies: 3
» Views: 243
TUGAS ALGORITMA LOOPING I...
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: Rizky Nandhika
10-23-2018, 02:19 PM
» Replies: 27
» Views: 1,294
TUGAS LOGIKA DAN ALGORITM...
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: ilhamsyah
10-23-2018, 09:37 AM
» Replies: 2
» Views: 150
TUGAS LOOPING ALGORITMA
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: bustanul amin
10-23-2018, 07:26 AM
» Replies: 1
» Views: 122
Tugas Logika dan Algoritm...
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: muhammad nur rizza amri
10-23-2018, 04:29 AM
» Replies: 2
» Views: 146
tugas individu looping
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: Dwi Nur Aisah
10-23-2018, 03:43 AM
» Replies: 0
» Views: 57
Tugas individu looping fl...
Forum: Logika dan Algoritma
Last Post: mutiara arnisa fany
10-23-2018, 03:19 AM
» Replies: 2
» Views: 179

 
  Tugas makalah analisa perancangan sistem informasi
Posted by: Diky Bagus Prakoso - 03-27-2017, 02:22 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

 
KATA PENGANTAR
 

Dengan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha esa, atas segala rahmat , hidayah dan bimbinga-nya , sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulisan makalah ini digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi(APSI) dipertemuan satu sebagai tugas individu .
Penulis berharap dari makalah ini mahasiswa / dosen yang membaca dapat memahami dan menjadikan makalah ini sebagai bekal pembelajaran di kemudian hari . Penulis menyadari penulisan makalah ini jauh dari sempurna , maka dari itu Saya sebagai  berharap saran dan kritik untuk menjadikan setiap makalah yang akan di buat menjadi lebih baik dan sempurna . Akhirnya saya berharap semoga makalah ini memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kami dan pihak yang Telah membaca .
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Hormat Saya,
 
 
 
Penulis


 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR............................................................................................................... I
DAFTAR ISI............................................................................................................................. II
BAB I PENDAHULUAN
           1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 1
           1.2  Tujuan Penelitian ..................................................................................................... 1
           1.3.................................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Konsep Dasar Sistem ............................................................................................... 2
            2.2 Konsep Dasar Informasi .......................................................................................... 2
            2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi............................................................................... 3
            2.4  Sistem Informasi Managemen  ............................................................................... 4
            2.5 Sistem Managemen Database................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan............................................................................................................... 5
            3.2 Saran......................................................................................................................... 5


 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Dalam era globalisasi dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terasa sangat pesat, sehingga menawarkan banyak sekali kemudahan-kemudahan dakam menjalankan aktivitasnya, baik berupa pekerjaan ringan di dalam rumah tangga maupun pekerjaan rumit dalam dunia industry/perusahaan, sehingga pada akhirnya seolah-olah kita dimanjakan oleh teknologi tersebut
Sistem informasi berbasis komputer kini menjadi suatu hal yang primer bagi kebutuhan pemenuhan kebutuhan informasi. Banyak bidang yang telah memanfaatkan sistem informasi berbasis komputer sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari kalangan pebisnis sampai dari kalangan akademisi memanfaatkan komputer sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan.
Setiap sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut di desain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem informasi mempunyai masalah adalah waktu (overtime), lingkungan yang berubah, serta perubahan prosedur operasional. Dalam melakukan langkah mengantisipasi dan mengurangi serta menangani permasalahan-permasalahan mengenai sistem informasi, ada baiknya kita mengenal kembali tentang konsep-konsep dasar dalam sistem informasi. Oleh karena itulah, saya berusaha memaparkan dalam makalah ini tentang konsep-konsep dasar sistem informasi.
1.2.  Tujuan
Adapun tujuan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui konsep dasar sistem informasi.
2.    Untuk mengetahui konsep Sistem Informasi Manajemen
3.    Untuk mengetahui Sistem Manajemen Basis Data
 
1.3.  Batasan Masalah
Makalah ini kami susun telah diberi pembatasan masalah mengenai konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, konsep sistem informasi, konsep sistem informasi manajemen dan sistem manajemen basis data.
BAB II
 
PEMBAHASAN
2.1.   Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya  dan penekanan pada komponennya. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen. Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1.    Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2.    Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik
3.    Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)>
4.    Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
Secara sederhana sistemdapat diartikan sebagai suatu kumpulan unsur atau komponen yang terorganisasi, berinteraksi dan saling tergantung satu sam lain. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendefinisikan sebuah sistem, yaitu :
1.      Tinjauan atas dasar fasilitas ( komponen / elemen)
Sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.   Tinjauan atas dasar aktivitas ( prosedur )
Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Urutan kegiatan digunakan untuk mejelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya. <3w 1h="1h"> .  Suatu sistem memiliki beberapa komponen diantaranya : pekerjaan, aktivitas dan misi. Sistem dibuat untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau atau sasaran (objektives).
·       Tujuan (goal) : meliputi ruang lingkup yang luas. 
·       Sasaran (objektives) : meliputi ruang lingkup yang sempai, jadi lebih dikenai pada sub-sistemnya. 
Jadi perbedaan tujuan dan sasaran terletak pada ruang lingkupnya.
Model dasar sebuah sistem : Masukan, proses, keluaran. Namun sistem dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan, dan sistem juga dapat bersifat terbuka dan tertutup. Sistem terbuka artinya sistem tersebut dapat menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Sistem terbuka, sebaliknya.  Selain sistem, ada juga yang disebut dengan sub-sistem. Mekanisme pemisahan (pengunsuran ). Pengunsuran sistem dan sub-sistem adalah tindakan untuk menyederhanakan perancangan sistem.  Tujuan adanya pengunsuran sistem atas sub-sistem yaitu untuk mengurangi kerumitan koordinasi dan komunikasi.
Sub sistem adalah bagian dari sistem. Misalnya ada sebuah sistem komputer maka sub sistemnya adalah perangkat keras (hardware), Perangkat lunak (software), dan ada lagi sub-sub sistemnya yaitu sub-sub sistem hardware : alat masukan, proses, keluaran. 
Pengertian sub sistem menurut beberapa ahli :
a.     Menurut Norman L. Enger yaitu serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.
b.  Gordon B. Davis yaitu sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur2 ke dalam beberapa sub-sistem.
Karakteristik atau ciri-ciri sistem adalah :
a.      Komponen sistem (Componens)
Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan.
b.      Batasan sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Dengan batasan ini, sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
c.      Lingkungan luar sistem (Environtment)
Yaitu bentuk apapun yang berada di luar ruang lingkup yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Jika menguntungkan maka lingkungan luar tersebut harus dijaga, jika merugikan maka lingkungan luar tersebut harus dikendalikan, karena lingkungan luar yang merugikan dapat mengganggu kelangsungan hidup sistem.
d.      Penghubung sistem (Interface)
Yaitu sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber2 daya mengalir dari suatu sub sistem ke sub sistem lain. Keluaran sub sistem akan menjadi masukan bagi sub sistem lainnya.
e.      Masukan sistem (Input)
Yaitu energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yg dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan signal (signal input)
f.      Keluaran sistem (Output)
Yaitu hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi bagi sub sistem yang lain. Contoh : sebuah sistem informasi, yang menjadi keluaran adalah informasi, yang mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk hal-hal yang merupakan input bagi subsistem lain.
g.      Pengolah sistem (Process)
Yaitu proses yang mengubah masukan menjadi keluaran. Contoh : Sistem akuntansi, sistem ini mengolah data transaksi menjadi laporan2 yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
h.      Sasaran sistem (Objektive)
Suatu sistem harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalau tidak maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil jika sudah mengenai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan.
 
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yangn berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan :
1.   Sistem abstrak dan sistem fisik
·     Sistem abstrakyaitu sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.   Contohnya sistem teologia, yaitu satu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan.
·    Sistem Fisik yaitu sistem yang ada secara fisik, contohnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dsb.
2.   Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
·    Sistem alamiahyaitu sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, contohnya sistem pemutaran bumi, terjadinya siang malam, pergantian musim.
·    Sistem buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin, yang disebut denga Human machine Sistem. Contohnya sistem informasi berbasis komputer, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
3.   Sistem deterministik dan sistem probabilistik
·     Sistem deterministik yaitu sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Contohnya sistem pemprograman dalam komputer, karena berdasarkan program2 komputer yang dijalankan.
·    Sistem probabilistik yaitu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.  Contohnya sistem pemilu, sistem pemerintahan.
4.   Sistem terbuka dan sistem tertutup
·   Sistem terbukayaitu sistem yang berhubuingan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk sub sistem lainnya. Contohnya sistem perdagangan.
·   Sistem tertutupyaitu sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Contohnya sistem robotic, sistem arloji, ATM sistem.
Siklus hidup sistem yaitu proses evolusioner yang diikuti dalam penerapan sistem atau sub sistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem, karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara topdown. Siklus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem. Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari serangkaian dari daur hidup suatu sistem, meskipun demikian proses ini merupakan aspek yang sangat penting.
Fase/tahapan dari daur hidup suatu sistem :
 
 
 
 
 
 
 
a.    Mengenali adanya kebutuhan
Sebelum segala sesuatunya terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sabagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan organisasi. Volume kebutuhan itu meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan dari kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektivitasnya
 
b.       Pembangunan sistem
Suatu proses atau serangkaian prosedur yang harus diikuti guna menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun sebuah sistem untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
c.        Pemasangan sistem
Setelah tahap pembangunan selesai, sistem kemudian akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem, dimana peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah pemasangan sistem yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.
d.       Pengoperasian sistem
Program - program komputer dan prosedur - prosedur pengoperasian yang membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis, sedangkan organisasi yang ditunjang oleh sistem informasi selalu mengalami perubahan karena pertumbuhan kegiatan, perubahan peraturan dan kebikjaksanaan ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi perubahan-perubahan tersebut, sistem harus diperbaiki atau diperbaharui.
e.          Sistem menjadi usang
Kadang - kadang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan pada sistem yang sedang berjalan. Tiba saat dimana secara ekonomis dan teknis, sistem yang ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.
 
 
 
 
 
2.2.  Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat  ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya  harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting peran dan kedudukannya di dalam sebuah organisasi. Suatu sistem yang kekurangan informasi akan menjadi loyo.
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1.    Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2.    Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian, sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik. Akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi.
3.    Data yang terorganisir untuk membantu memilih beberapa tindakan yang akan dilakukan atau tidak dilakukan.
Informasi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :
1.    Informasi strategis
Informasi ini digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
2.    Informasi Taktis
Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah, seperti informasi trend penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana penjualan.
3.    Informasi Teknis
Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stock, return penjualan dan laporan kas harian.
Terdapat 4 test untuk menjelaskan sebuah pesan yang spesifik dalam informasi:
1.      Kepada siapa (pembuat keputusan) informasi di tujukan?
2.      Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan?
3.      Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan masalah?
4.      Sejauh mana (kapan) tingkat pembuatan keputusan?
Untuk memperolah informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah dip roses akan menghasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (levelmanagement). Sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, dari keputusan yang nantinya akan dimasukkan kedalam model (process) begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi atau (information cycle). Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan 6 hal, yaitu :
a.  Relevan
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
b. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidak akuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data hasil tersebut.
 c. Tepat waktu
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (using), informasi yang using tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi2 terbaru.
d. Ekonomis
Apa tingkat sumber daya diperlukan untuk informasi dalam pemecahan masalah?
 
e. Efisien
Apakah tingkat sumber daya apa yang diperlukan untuk setiap unit output informasi?
f. Dapat dipercaya
2.3.   Konsep Dasar Sistem Informasi
Definisi Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Pengertian Sistem Informasi menurutRobert dalam Jogiyanto (2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
 
 
 
Karakter Sistem Informasi 
1.   Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses,  output. Contoh bagian input adalah salesman memasukkan data penjualan bulan ini.
2.    Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3.   Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut
4.   Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
Berikut ini merupakan manfaat dari Sistem Informasi, diantaranya adalah :
1.    Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
2.      Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
3.      Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
Berikut ini merupakan komponen dari Sistem Informasi, diantaranya adalah
a. Hardware
Terdiri dari computer, peripheral (printer) dan jaringan
b.  Software
Merupakan kumpulan dari perintah / fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memrintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi sistem operasi (windows 95 dan NT), aplikasi (akuntasi), utylitas (antivirus, speed disk), serta bahasa.
c.   Data
Merupakan komponen dasar informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
d.   Prosedur
Dokumentasi prosedur / proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
e.   Manusia
Manusia adalah komponen yang terlibat dalam komponen manusia, seperti operator, pemimpin sistem, informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.
 
2.4.  Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Definisi lainnya adalah sistem informasi manajemen sebagai suatu satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Kesemuanya bermuara pada satu bahwa SIM bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan atau organisasi.
Perkembangan SIM telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang. Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu
Sistem informasi manajemen terdiri dari tiga kata yang mempunyai pengertian masing-masing,
a.   Sistem  yaitu suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan kegiatan-kegiatan utamanya.
b.   Informasi adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti satu manfaat yang berguna.
c.    Sedangkan manajemen sebagai proses adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama.
Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem informasi manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. 
 
2.5.   Sistem Manajemen Basis Data
Data merupakan suatu hal yang sangat penting untuk suatu organisasi atau perusahaan. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
     Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan  klasifikasi
Menurut O’Brien (2005) DBMS adalah software utama dalam pendekatan  manajemen database, karena software tersebut mengendalikan pembuatan, pemeliharaan,dan penggunaan database organisasi dan pemakai terakhirMenurut Oetomo (2002) database merupakan komponen terpenting dalam pembangunan SI. Karena menjadi tempat menampung dan mengorganisasikan seluruh data yang ada dalam sistem, sehingga dapat diekplorasi untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Menurut Date, sistem Basis Data adalah sistem terkompeterisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. Sedangkan Manajemen Sistem Basis Data (database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya
Pengembangan bidang sistem basis data mengalami kemajuan dari tahun-ketahun, sehingga DBMS mengalami perkembangan dalam aplikasinya, terdapat pengembangan untuk sistem khusus/spesial yang dikembangkan oleh beberapa vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data. Penomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP) yang menambahkan substasial layer dari fitur berorientasi pada aplikasiBeberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain  DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, Teradata, Firebird, MySQL, dan PostgreSQL.
a.    Komponen Utama DBMS
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Data dan Pengguna
b.    Keuntungan Penggunaan DBMS
1.          Kebebasan data dan akses yang efisien
2.          Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
3.          Integritas dan keamanan data
4.          Administrasi keseragaman data
5.          Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak)
Menurut O’Brien ada tiga fungsi dasar dari sistem manajemen database adalah :
·       Untuk membuat database baru dan aplikasi database.
·       Memelihara kualitas data dalam database organisasi.
·       Menggunakan database organisasi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pemakai akhir.
Para pemakai akhir dapat menggunakan  DBMS untuk menanyakan informasi dari database dengan menggunakan fitur permintaan (query) atau pembuat laporan (report generator).
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentukrequest terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.
Analisis kebutuhan database pada kasus ini menggunakan metodologi backward requirement analysis, yaitu menganalisis kebutuhan database dengan penurunan kebutuhan dari fungsi manajemen, tujuan manajemen dan informasi yang dibutuhkan. Fungsi manajemen yang dapat diidentifikasi dari kasus dibagi menjadi 4 fungsi yaitu perencanaan (planning), pengarahan (directing), aksi (acting) dan pengawasan (monitoring). Untuk menganalisa dan mendapatkan daftar kebutuhan pengguna (user) terhadap sistem yang akan dibangun juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Mengingat beragamnya pola pikir dan cara pandang pengguna terhadap pengembangan software sering membuat proses analisa kebutuhan pengguna (requirement gathering) terhambat.


BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
a.    Sistem secara prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
b.    Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah.
c.    Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan
d.    Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut.
e.    Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
f.    Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
g.    Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
h.    Sistem Informasi Manajemen (SIM)  adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama.
i.    Sistem Manajemen Basis Data (database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
 
 
3.2.   Saran
Dalam pembuatan sebuah sistem, sudah selayaknya kita mengenal sistem apa yang sedang dibangun, mengenal elemen serta prosedurnya, dan mengetahui tujuan serta sasaran dari sistem yang kita buat.  Serta memfokuskan pada informasi apa serta seperti apa yang ingin disampaikan, hal – hal ini akan menunjang kemajuan sistem yang akan dibuat.


DAFTAR PUSTAKA
 
Abrori.2011.Tugas Kel Security
Anonim Konsep Dasar Informasi Manajemen http://xa.yimg.com/kq/groups/22999204/906598761/name/Konsep+Dasar+Sistem+Informasi+Manajemen.docx Diakses tanggal 18 Oktober 2011
Melisa, Siti.2011. Pengantar Sistem Informasi http://sitimelisa.student.ung.ac.id/files/2011/03/Pengantar-Sistem-Informasi.docx Diakses tanggal 18 Oktober
http://anasczr88.blogspot.co.id/2015/03/...rmasi.html

Diky Bagus Prakoso (12155919)
kelas 12.4H.21
https://kuliah.trisnowlaharwetan.net/sho...php?tid=39



Attached Files
.pdf   12155919 Diky Bagus Prakoso.pdf (Size: 412.8 KB / Downloads: 0)
Print this item

  tugas individu
Posted by: aji pangestu - 03-27-2017, 02:13 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

aji pangestu
12156405
124h21



permohonan maaf kepada bapak dosen pengampu mata kuliah atas kesalahan yang ada pada penulisan makalah sebagai tugas individu pada mata kuliah Analisa & Perancangan sistem informasi manajemen.



Attached Files
.docx   Bab 1.docx (Size: 49.95 KB / Downloads: 0)
Print this item

  TUGAS 1 MAKALAH SISTEM INFORMASI
Posted by: Dwi Prasetyanti Kartika D - 03-27-2017, 02:05 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
“SISTEM INFORMASI”
 



[img=250x229]file:///C:\Users\YULIKA~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Disusun oleh :
Nama : Dwi Prasetyanti Kartika Dewi
NIM : 12155489
Kelas : 12.4E.21
 
 
Dosen Pengampuh : Bapak Sutrisno
 
 
 
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA PURWOKERTO
2016/2017
 


KATA PEGANTAR
 
 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam menambah pengetahuan tentang “SISTEM INFORMASI” ini dapat Kami selesaikan dengan baik, sebagai salah satu tugas mata kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Informasi.
Harapan penulis semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini disusun dengan tujuan memberikan  informasi mengenai pengetian sistem informasi dan juga memaparkan sejaran sistem informasi.
Tidak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian  masalah ini. Sesungguhnya kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT, maka dari itu Kami  mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini, baik dalam penulisan atau bahasa yang kami gunakan. Kami menerima semua kritik dan saran yang membangun, agar kami mampu melakukan perbaikan dan peningkatan dalam penyusunan makalah ini. Walaupun demikian kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. Amin.
 
 
Purwokerto, 23 Maret 2017
 
 
                                                                                                                Penulis
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Kata Pengantar..................................................................................................         i          
Daftar Isi...........................................................................................................          ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................         1
A.    Latar Belakang.....................................................................................           1
B.     Perumusan Masalah.............................................................................           1
C.   Tujuan Penulisan..............................................................................        1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................       2
A.    Definisi Sistem Informasi.....................................................................          2
B.     Perkembangan Sistem Informasi..............................................................        3
C.     Jenis-jenis Sistem Informasi.................................................................           6
BAB III PENUTUP..........................................................................................         7
A.    Kesimpulan...........................................................................................          7
B.     Saran.....................................................................................................          7
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................         8
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BAB I
PENDAHULUAN
 
A.   Latar Belakang
Dari tahun ke tahun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, sehingga menawarkan banyak sekali kemudahan-kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik berupa pekerjaan ringan di dalam rumah tangga maupun pekerjaan rumit dalam dunia industry/perusahaan, sehingga pada akhirnya seolah-olah kita dimanjakan oleh teknologi tersebut.
Dengan adanya internet, Kita bisa mengakses informasi dari belahan dunia dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Kita juga bisa berkomunikasi jarak jauh tanpa batasan jarak dan waktu.
Sistem informasi berbasis komputer kini menjadi suatu hal yang primer bagi kebutuhan pemenuhan kebutuhan informasi. Banyak bidang yang telah memanfaatkan sistem informasi berbasis komputer sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari kalangan pebisnis sampai dari kalangan akademisi memanfaatkan komputer sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan.
 
                     
B.   Perumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan beberapa masalah berkaitan dengan:
1.      Definisi Sistem Informasi
2.      Perkembangan Sistem Informasi
3.      Jenis-jenis Sistem Informasi
 
C.   Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan makalah ini sebagai berikut:
1.      Untuk menambah wawasan mengenai sistem informasi
2.      Untuk menambah ilmu mengenai sejarah sistem informasi
3.      Untuk memberi ketrampilan baru di bidang IT
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
 
A.   Definisi Sistem Informasi
 
1.      Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi
Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan informasi merupakan pesan atau kumpulan pesan (ekspresi atau ucapan) yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Menurut wikipedia, Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah Sistem Informsi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian in, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara dimana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
 
2.      Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli
a.       Menurut Mc Leod
Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
b.      Menurut Tata Sutabri, Kom., MM
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
c.       Menurut Erwan Arbie
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.
d.      Menurut Tafri D. Muhyuzir
Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, diklasifikasikan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi entitas terkait tunggal dan mendukung satu sama lain sehingga menjadi informasi berharga bagi mereka yang menerimanya.
e.       Menurut O’Brien
Sistem informasi adalah kombinasi dari setiap unit dikelola orang (orang), hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer dan jaringan komunikasi data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang yang bentuk organisasi.
f.       Menurut Leitch Rosses
Sistem informasi express adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
g.      Menurut Lani Sidharta
Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen – komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.
h.      Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
i.        Menurut Gordon B. Davis (1991: 91)
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
j.        Menurut John F. Nash (1995: 8)
Sistem informasi adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.
k.      Menurut Kertahadi (2007)
Sistem informasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.
l.        Menurut Rommey (1997: 16)
Sistem informasi yang diselenggarakan cara untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan terorganisir cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi dengan cara yang suatu organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 
B.   Perkembangan Sistem Informasi
Sistem informasi mulai berkembang sejak tahun 1950-an yang hingga saat ini mengalami peerkembangan yang sangat pesat. Tahap-tahap perkembangan sistem informasi dapat dibagi berdasarkan karakteristik sistem informasi yang menjadi era sepuluh tahunan yaitu sebagai berikut ;

1. Era 1950-an

Evolusi Sistem Informasi dimulai sejak tahun 1951 ditandai dengan pemakaian komputer elektronik, sebelumnya komputer hanya digunakan di Laboratorium untuk keperluan Sains dan Pertahanan.
Sistem Informasi yang mula-mula ada tersebut mempunyai karakteristik antara lain ;
a. Aplikasi yang digunakan yang bersifat klerikal rutin dan pada tingkat oprasional, misalnya penggajian, rekening-rekening dan sebagainya
b. Bahasa komputer yang ada terbatas dan sulit digunakan.
c. Denganpenggunaan komputer tersebut dapat dihitung penghematan biayanya.
d. Istilah yang banyak digunakan pada waktu itu ialah Pemrosesan Data Elektronik (PDE) atau Elektronik Data Processing (EDP) dan Pemrosessan Data Otomatic (PDO) atau Automatic Data Prosessing (ADP) yang juga biasa disebut sebagai Pemrossesan Data ( PD) atau Data Processing (DP) saja.
e. Kualitas komputer yang digunakan bersifat kurang dapat diandalkan (masih sering ada kesalahan), sulit untuk dioprasikan dan berjalan lambat.
f. Arsitektur sistem informasi yang ada baru berupa mesin-mesin akunting elektronik yang terisolasi dengan fungsi terbatas.



2. Era 1960-an

Era 1960-an ditandai dengan mulainya digunakan teknologi piringan (disk) yang mempunyai keuntungan antara lain :
a. Dapat mengambil data dengan lebih cepat.
b. Dapat mengakses data dengan cara yang bermacam-macam.

Selain itu bahasa pemrogaman juga berkembang dengan pesat sehingga lebih mudah dalam pembuatan program-program aplikasi. Demikian juga Sistem Oprasi telah berkembang dengan pesat sehingga memungkinkan komputer bekerja dengan hanya sedikit intervensi manual.

Sitem komputer juga mengalami perkembangan yang pesat antara lain :
a. Arsitektur informasi yang ada ialah berupa komputer besar (mainframe) dengan sistem yang terpusat.
b. Dapat menggunakan terminal yang terletak jauh dari komputer.
c. Keluaran yang ada sudah berupa hasil cetakan dari pencetak (printer), menggantikan keluaran model lama yaitu berupa kartu berlubang ( punch card )

3. Era 1970 –an

Pada era 1970-an perangkat keras dan perangkat lunak berkembang dengan pesat yaitu antara lain ;

a. Penggunaan komputer mikro yang lebih praktis penggunaannya.
b. Penggunaan peralatan-peralatan display yang lebih interaktif.
c. Perangkat lunak yang bersifat “ user friendly ”.

Selain itu perkembangan teknologi basis data juga berkembang dengan pesat sehingga data dapat diatur agar dapat direkam, dimanipulasi dan dimanfaatkan secara lebih efisien dan efektif. Sejalan denganb hal tersebut teknologi perangkat lunak juga berkembang dengan adanya perintisan kearah terbentuknya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision SupportSystem (DSS) misalnya dengan mulai berkembangnya paket-paket spreadsheet .
Pada era ini juga ditandai dengan perkembangan dalam pemakaian teknologi komputer denga teknologi komunikasi di kantor-kantor yang dapat memperluas peran sistem informasi, misalnya berkembangnya sistem otoatisasi kantor yang meliputi pengolahan kata (word processing), dekstop publishingf, surat elektronik dan prosses-prosses lainnya.

Sistem Informasi selama tahun 1960-1970 mempunyai sifat-sifat anatar lain ;

a. Sistem informasi terutama digunakan untuk memproduksi laporan-laporan periodik-periodik yang dapat digunakan oleh manager dalam pengambilan keputusan.
· Tahun 1960-an terutama untuk kegiatan monitoring dan kontrol.
· Tahun 1970-an terutama untuk kegiatan perencanaan dan simulasi.

b. Sitem informasi hanya merupakan produk samping dari sistem pemrosesan transaksi.

c. Sistem informasi saat-saat awal ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan antara lain:
· Bersifat tidak fleksibel, terbatas oleh penggunaan data yang telah diproses.
· Tidak responsif terhadap kebutuhan informasi oleh individu tertentu.

d. Arsitektur informasi yang ada sudah merupakan arsitektur yang komlek termasuk penggunaan hubungan telekomunikasi untuk mendistribusikan informasi.Komputer mini ukuran sedang yang berlokasi pada departmen-departemen di dalam organisasi dihubungkan dengan komputer besar yang terpusat.

Dengan meluasnya pemakaian sistem informasi manajemen di lingkungan industri, mengakibatkan timbulnya harapan yang besar dari para profesional yang menganggap bahwa mereka dapat menciptakan sistem informasi manajemen yang berupa suatu sistem mega yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengambilan keputusan perusahaan dan pemrosesan transaksi.

4. Era 1980 – an

Sistem informasi telah berkembang lebih mengarah pada sistem yang digunakan untuk membuat keputusan-keputusan spesifik, misalkan Sistem Pendukung Keputusan yang dibuat menurut pesanan dan mulai muncunya Sistem perencanaan Strategis.

5. Era 1990 – an

Pada era 1990 – an sistem informasi digunakan untuk membantu menciptakan dan menyebarkan ilmu pengatahuan dan informasi ke seluruh organisasi melalui Sistem Kerja Penetahuan (SKP) atau Knowledge Work System (KWS), yaitu aplikasi yang dapat memberikan akses yang besar dan luas terhadap data dan jaringan komunikasi.

Perkembangan Penggunaan Sistem Informasi:


1950-1960 An
- bidang keuangan
- bidang pesonalia
- bidang produksi
- bidang pemasaran

1970-1980 an

- bidang simulasi
- bidang perencanaan strategis
- bidang perencanaan oprasional
- bidang manajemen sumber daya
- bidang pengembangan Sistem Pendukung Keputusan


1990 an

- bidang Sistem Kerja Pengetahuan (SKP)
- bidang sistem manajemen data yang terpusat

 
C.   Jenis – Jenis Sistem Informasi
 
Jenis- jenis Sistem Informasi diantaranya:
1.      Sistem informasi manajemen
Sistem informasi yang menyajikan berbagai bentuk laporan yang diperlukan manajemen untuk analisi dan pengambilan keputusan. Menggunakan database untuk menyimpan hasil olahan transaksi oleh TPS.

2.      Executive information system (sistem informasi eksekutif)
ESS membantu para eksekutif  atau manajemen tingkat strategis dalam mengatur interaksi mereka dengan lingkungan eksternal, memberikan berbagai informasi yang terkait dengan masalah-masalah strategis dan pengambilan keputusanyang tidak terstruktur.

3.      Sistem informasi akuntansi
SIA adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi.

4.      Sistem informasi keuangan
Sistem yang mendukung bagian keuangan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut persoalan masalah keuangan.

5.      Sistem informasi manufaktur
Sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan perusahaan.

6.      Sistem informasi sumber daya manusia
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh pihak personalia.

 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
 
Demikianlah penulisan makalah ini yang telah kami buat. Dari hasil pembahasan yang telah kami bahas pada makalah ini maka dapat kita ambil kesimpulan dan saran.
 
A.    Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
2.      Perkembangan sistem informasi dari tahun ke tahun semakin meningkat terbukti dengan ditemukannya berbagai teknologi yang menunjang sistem informasi itu sendiri.
 
B.     Saran
Dengan adanya sistem informasi kita dapat lebih mudah menyajikan informasi untuk diterima orang lain.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
 http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/
http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/
https://herlinnairine.wordpress.com/2014/11/02/komponen-komponen-elemen-dari-sistem/
http://karnoboement.blogspot.co.id/2008/10/perkembangan-sistem-informasi.html
 



Attached Files
.pdf   TUGAS 1 SISTEM INFORMASI.pdf (Size: 270.45 KB / Downloads: 4)
Print this item

  tugas individu
Posted by: aji pangestu - 03-27-2017, 02:01 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
 
[img=56x18]file:///C:\DOCUME~1\pc-6\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg[/img]
 
 
MAKALAH ANALISA & PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
 
Disusun guna memenuhi tugas individu :
Mata kuliah : Analisa & Perancangan Sistem Informasi
Dosen Pengampu :
Sutrisno, M. Kom.
Disusun Oleh :
 
AJI PANGESTU      (12156405)
 
JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINASARANA INFORMATIKA (BSI)
PURWOKERTO
2017

PENDAHULUAN

 
 

Sistem adalah suatu komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja sama untuk mencapai maksud dan tujuan bersama .Sistem informasi adalah kombinasi dari Manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, membuat, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi. Manusia bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi memberikan peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga kebanyakan orang sering menggunakan sistem ini untuk strategi bisnis diperusahaan mereka.
        Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang sudah tidak berguna (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
    Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan
 
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
 
A.  Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang berkaitan dengan dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen.
Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
    Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
 
B.  Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen
Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional. Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen. Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dan mengalokasi sumber daya.
Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi bisa diadakan.
Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi Organisasi. Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi untuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya,dan akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.
C.  Peran Sistem Informasi Manajemen Dalam Sebuah Perusahaan
Semua kegiatan yang berhubungan dengan perusahaan memerlukan informasi. Begitu juga sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi perusahaan lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan. Apabila sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan,dan akan mempermudah manajemen, membantu dalam pengambilan keputusan manajemen. Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi sebagai manajemen perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
 Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting. Pentingnya peranan informasi bagi pemimpin adalah untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan di masa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan informasi yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan.Manajemen menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan. Perencanaan dibuat sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi seringkali terjadi pada tingkat keputusan strategis dan taktis saja. Perencanaan biasanya hanya bergantung pada peramalan dan informasi dari luar.
Pengendalian merupakan hal yang membandingkan hasil aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan. Demikian pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan, sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirkan masalah bersama dan bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan perusahaan bersama.   
Hampir dalam semua dunia bisnis menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk mengembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Itu karena sistem informasi memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah bisnis mereka. Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi adalah :
1.         Mendukung Operasi Bisnis
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2.         Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3.         Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis  perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di pasar.
Penjelasan lebih mendalam mengenai fungsi utama sistem informasi dalam suatu organisasi akan dijelaskan pada bagian klasifikasi sistem informasi di bawah ini:
Klasifikasi Sistem Informasi Pada prakteknya, berbagai peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang (cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi,seperti :
 
a.    Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis
Sistem Informasi Operasi memproses data yang berasal dari dan yang digunakan dalam kegiatan usaha. Peranan sistem informasi untuk operasi bisnis adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas kantor secara efisien.
1)      Transaction Processing Systems
Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
 
 
 
2)      Process Control Systems
Sistem informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer.
3)      Office Automation Systems
Office automation systems (OAS) mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation (OA) adalah word processing, surat elektronik (electronicmail),teleconferencing, dan lain-lain.
b.    Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen
Sistem informasi manajemen atau SIM (management information system) adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep SIM sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien oleh karena:
1)         Menekankan pada orientasi manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision making).
 
 
 
 
 
2)         Menekankan bahwa kerangka sistem (system framework) harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri.
Secara garis besar SIM terdiri dari 3 macam yakni:
1)        Information Reporting Systems
Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2) secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.
2)        Decision Support Systems
Decision support systems (DSS) merupakan kemajuan dari information reporting systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif, sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.
 
 
 
 
3)        Executive Information Systems
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas. Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti (O’brien, 2000).
 
c.    Sistem Informasi untuk Keuntungan Strategis
Sistem informasi mendapat peran penting dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu yang lama jika perusahaan itu berhasil membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa :
1)          persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang sama,
2)          ancaman dari perusahaan baru,
3)          ancaman dari produk pengganti,
4)          kekuatan tawar-menawar dari konsumen,
5)         kekuatan tawar-menawar dari pemasok.
 Kelima faktor tersebut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun upaya pemasaran yang mengarah kepada competitive advantage strategies.
Beberapa strategi bersaing yang dapat dibangun untuk memenangkan persaingan adalah:
1)      Cost leadership (keunggulan biaya) – menjadi produsen produk atau jasa dengan biaya rendah.
2)      Product differentiation (perbedaan produk) – mengembangkan cara untuk menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dengan pesaing.
3)      Innovation – menemukan cara baru untuk menjalankan usaha, termasuk di dalamnya pengembangan produk baru dan cara baru dalam memproduksi atau mendistribusi produk dan jasa.
 
D.  Peran Strategis Untuk Sistem Informasi
Sistem informasi manajemen (SIM) dapat menolong perusahaan untuk :
1.         meningkatkan efisiensi operasional,
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low-cost leadership). Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar.
Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2.         Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar.
Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3.         Membangun sumber-sumber informasi strategis
Teknologi sistem informasi menjadikan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatihend users.
Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi untuk bersaing. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
PENUTUP
 
Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi dan juga menunjang kegiatan bisnis operasional,menunjang manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif organisasi.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sehingga bangunan piramida tersebut dapat menjadi pondasi bagi perusahaan untuk meningkatkan sistem manajemen dalam perusaan tersebut.
 

DAFTAR PUSTAKA
 
http://iphenimnus.blogspot.co.id/2013/10/peranan-sistem-informasi-manajemen.html
 
http://iamreiken-hirameki2gind.blogspot.co.id/2013/10/peranan-sistem-informasi-manajemen.html
 
http://rizkicesaria.tumblr.com/post/11570085876/sistem-informasi-manajemen-peranan-sistem
 
 

note : maaf pak dosen, mahasiswa ini lagi deadline kerjaan jadi gak bisa ngedit banyak-banyak. terimakasih.

Print this item

  Makalah Sistem Informasi
Posted by: Giantika - 03-27-2017, 12:47 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

KATA PENGANTAR

 
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Analisa & Perancangan Sistem Informasi.
Dalam kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya dalam penyusunan tugas ini. Dalam penyusunan tugas ini, penyusun menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang telah penyusun miliki, serta kekurangan dan kesalahan dalam pengetikan maupun kata-kata dalam makalah ini. Oleh karena itu, penyusun menyambut baik semua saran dan kritik sebagai perbaikan di masa yang akan datang.
Harapan penyusun adalah dengan segala kerendahan hati, semoga Allah SWT membalas amal kebaikan pihak yang telah membantu penyusunan tugas ini, termasuk juga pembaca. Dan semoga tugas ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun khususnya.
 
 
Purwokerto, 27 Maret 2017
 
 
Penyusun
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pada era perkembangan teknologi saat ini sebuah informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia misalnya untuk menambah sebuah ilmu, pengetahuan, wawasan, dan membantu atau memudahkan pekerjaan sehari-hari manusia. Kemudian berbicara tentang komputer sebenarnya sebuah komputer adalah bukan satu-satunya teknologi, namun sebuah komputer telah membawa banyak sekali perubahan pada kemajuan teknologi di Indonesia bahkan di dunia atau bisa dikatakan bahwa komputer adalah awal dari kemajuan sebuah teknologi.
 
Istilah Sistem Informasi sebenarnya kita biasa menggabungkan arti dari dua istilah yaitu Sistem dan Informasi, namun lebih jelasnya makalah ini akan membahas lebih detail tentang konsep dasar Sistem Informasi sehingga mempermudah dalam memahami, menganalisa, dan merancang Sistem Informasi.
 
1.2. Rumusan Masalah
1.      Apa definisi Sistem Informasi?
2.      Apa fungsi Sistem Informasi?
3.      Apa tujuan Sistem Informasi?
4.      Bagaimana sifat dan kemampuan Sistem Informasi?
5.      Apa saja komponen Sistem Informasi
 
1.3. Tujuan Penulisan
1.      Untuk memahami definisi dari Sistem Informasi
2.      Untuk mengetahui fungsi dari Sistem Informasi
3.      Untuk mengetahui tujuan dari Sistem Informasi
4.      Untuk mengetahui sifat dan kemampuan Sistem Informasi
5.      Untuk mengetahui komponen Sistem Informasi

BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1. Definisi Sistem Informasi
Definisi dari sistem informasi sebenarnya sangat beragam namun ada beberapa point penting dalam setiap definisi yang diungkapkan para ahli. Untuk mengetahui lebih dalam, pertama akan dijelaskan pengertian sistem informasi secara harfiah. Sistem informasi terbentuk dari susunan dua kata yakni sistem dan informasi. Sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan dari orang yang saling beraktivitas atau bekerja dengan aturan yang sistematis dan terstruktur serta menjalankan fungsi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sementara arti dari informasi adalah sejumlah data yang telah diolah dan memiliki kegunaan untuk suatu tujuan tertentu.
Secara umum sistem informasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya memuat tentang berbagaii informasi yang terkait dengan operasional suatu organisasi yang berguna untuk mengambil keputusan dalam mencapai tujuan organisasi. Informasi yang tercakup di dalamnya meliputi jaringan komunikasi, transaksi rutin, manajemen, dan informasi yang dibutuhkan pihak intern serta ekstern organisasi.
Menurut Para Ahli:
1. Menurut Mc Leod
Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
2. Menurut Tata Sutabri, Kom., MM
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
3. Menurut Erwan Arbie
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.
4. Menurut Tafri D. Muhyuzir
Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, diklasifikasikan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi entitas terkait tunggal dan mendukung satu sama lain sehingga menjadi informasi berharga bagi mereka yang menerimanya.
5. Menurut O’Brien
Sistem informasi adalah kombinasi dari setiap unit dikelola orang (orang), hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer dan jaringan komunikasi data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang yang bentuk organisasi.
6. Menurut Leitch Rosses
Sistem informasi express adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
7. Menurut Lani Sidharta
Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen – komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.
8. Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
9. Menurut Gordon B. Davis (1991: 91)
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
10. Menurut John F. Nash (1995: 8)
Sistem informasi adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.
11. Menurut Kertahadi (2007)
Sistem informasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.
12. Menurut Rommey (1997: 16)
Sistem informasi yang diselenggarakan cara untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan terorganisir cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi dengan cara yang suatu organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 
 
2.2  Fungsi Sistem Informasi
 
1.  Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
  1. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  2. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  3. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  4. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  5. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
  6. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
 
2.3. Tujuan Sitem Informasi
Keberadaan sistem informasi dalam sebuah organisasi memang sangat penting. Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai ketika sebuah organisasi menggunakan sistem informasi operasionalnya. Tujuan penggunaan sistem informasi yang pertama adalah untuk menyediakan informasi-informasi tertentu dalam pengambilan keputusan. Keberadaan data dalam sistem informasi akan sangat membantu pemimpin organisasi dalam menyikapi suatu permasalahan.
Tujuan lain dari penggunaan sistem informasi ini adalah untuk mendukung proses operasional harian sebuah organisasi. Dengan pencatatan berbagai rutinitas organisasi dalam sistem informasi, maka semua aktivitas ini dapat diaudit lagi di masa yang akan datang ketika terjadi suatu kesalahan atau penyelewengan.
Selain itu sistem informasi juga digunakan oleh organisasi untuk melakukan pencatatan terhadap kepengurusan. Informasi mengenai data pengurus organisasi sangat penting terutama ketika suatu waktu dibutuhkan untuk suatu hal. Selain itu dengan adanya sistem informasi ini juga bertujuan untuk membantu organisasi untuk menemukan berbagai informasi tentang organisasi secara cepat menggunakan teknologi mutakhir.


2.4. Sifat dan Kemampuan Sistem Informasi
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti:
·         Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
·         Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
·         Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.
·         Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.
Sistem informasi tentunya memiliki kemampuan sebagai berikut:
·         Memiliki kecepatan akses tinggi, high-volume, komputasi numerik.
·         Menyediakan kecepatan, komunikasi yang akurat dan kolaborasi dengan dan di antara organisasi.
·         Menyimpan informasi dalam jumlah besar dan mudah untuk digunakan.
·         Akses yang cepat dan tidak mahal untuk mendapatkan informasi, dan mendunia.
·         Fasilitas untuk menginterpretasikan sejumlah data yang besar.
·         Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam satu tempat atau dalam lokasi yang berbeda, dimana saja.
·         Mengotomatisasi proses bisnis dan pekerjaan manual.
 
 
2.5. Komponen Sistem Informasi

Sistem Informasi (menurut John Burch dan Gary Grudnitski) terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology blok), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls block). Keenam blok tersebut harus saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai sasaran dalam satu kesatuan.
Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing blok yang sudah disebutkan tadi:
·         Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
·         Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
·         Blok Keluaran
Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.
·         Blok Teknologi
Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
·         Blok Basis Data
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar informasi yang dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.
·         Blok Kendali
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
A.   Kesimpulan
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya memuat tentang berbagai informasi yang terkait dengan operasional suatu organisasi yang berguna untuk mengambil keputusan dalam mencapai tujuan organisasi. Sistem informasi sangat membantu kita dalam banyak hal, sehingga sangat penting memahami dan mengaplikasikan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
                                                                                                                              
B.   Saran
Dalam pembuatan makalah ini saya menyadari masih banyak kekurangan, oleh sebab itu mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis, dan apabila ada yang kurang atau salah dalam pembuatan makalah ini anda dapat memberitahukan kepada saya.
 
C. Daftar Pustaka
 
 
 



Attached Files
.pdf   Makalah Sistem Informasi ( Giantika 12155389 ).pdf (Size: 247.13 KB / Downloads: 1)
Print this item

  Tugas 2 Makalah Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi
Posted by: Dhea Rahma S - 03-27-2017, 12:14 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

Nama Anggota : 1. IRMA TRI AGUSTIN          (12155264)
                               2. DHEA RAHMA SIWI         (12155283)
                               3. VIRLIANA PUSPITA S.     (12155409)
                               4. DWI PRASETYANTI K.D. (12155489)  
Kelas                : 12.4E.21



MAKALAH ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI




SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM SUATU ORGANISASI



Kata Pengantar

 

            Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Sistem Informasi Manajemen tepat pada waktunya. Dalam menyusun makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada dosen mata kuliah Analasia Perancangan Sistem Informasi yang telah memberikan bimbingan.

            Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi. Dalam penulisan makalah kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami mohon kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah yang kami susun dapat bermanfaat bagi semua pihak.

 

Purwokerto, 23 Maret 2017



BAB 1

PENDAHULUAN
 
A.    Latar Belakang
 
Meningkatnya penggunaan sistem informasi telah memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk memperolah informasi. Informasi sendiri merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia karena merupakan kebutuhan utama, tanpa adanya informasi sangat sulit bagi manusia atau sebuah organisasi untuk mengambil suatu keputusan.
Sistem informasi manajemen dipergunakan dengan bantuan teknologi informasi berbasis komputer, yang memudahkan segala aktivitas dalam memperoleh atau mengakses informasi.
Dalam suatu perusahaan atau organisasi, peran sistem informasi manajemen lebih diperlukan karena dapat mengumpulkan data dan informasi secara cepat dengan hasil yang besar dan hssilnyapun lebih akurat dan berkualitas.
 
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dari makalah ini adalah:
Apakah sistem informasi manajemen dan apa peranan sistem informasi manajemen dalam sebuah organisasi?
 
C.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, diharapkan dapat memahami dengan baik mengenai sistem informasi manajemen dan mengetahui pentingnya sistem informasi manajemen dalam sebuah organisasi.
 
D.    Tujuan
Tujuan dari diibuatnya makalah ini adalah untuk memberikan informasi atau pembelajaran mengenai sistem informasi daam sebuah organisasi.
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
A.    Sistem Informasi Manajemen
 
1.      Pengertian Sistem Infrormasi Manajemen
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Manajemen sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan dalam suatu organisasi
Secara umum sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem infromasi yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola semua transaksi yang mendukung fungsi manajemen, dan dapat berguna untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajemen juga dapat berarti suatu sistem informasi yang menghasilkan output dengan masukan input dan berbagai proses lainnya dalam kegiatan manajemen.
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.
Sistem informasi manajemen sendiri mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem yang digunakan, yaitu perangkat keras computer, perangkat lunak, yaitu perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi,
Di dalam sistem informasi manajemen juga terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen perusahaan dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.
Hasil dari sistem informasi manajemen itu sendiri pada umumnya selalu menjadi pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan dalam sebuah organisasi. Dengan adanya sitem informasi manajemen, berbagai macam pekerjaan yang berkaitan dengan analisa manjemen selalu dapat diselesaikan dengan cepat.
 
2.      Tujuan Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajemen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya.
Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub-unit organisasional perusahaan.
Tujuan lain dari adanya sistem informasi manajemen adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan organisasi.
 
3.      Perkembangan Sistem Informasi Manajemen
Pada awalnya, sistem informasi sudah sudah ada jauh sebelum adanya teknolofi informasi berbasis komputer. Namun demikian para user kususnya di sebuah perusahaan/organisasi masih mengesampingkan kebutuhan informasi. Dan pada akhirnya mulai dikenalkan dengan adanya sistem informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu untuk menghasilkan informasi bagi manajemen . konsep sistem informasi manajemen ini mulai diterima oleh beberapa perusahaan/organisasi dengan cepat. Namun para pengguna mulai menyadari ketidakmulusan konsep ini seperti kekurangpahaman para pemakai tentang computer, mahalnya perangkat computer, dan masih banyak kendala lainnya.
Konsep sistem informasi manajemen terus dikembangkan hingga menemukan konsep baru yaitu sistem pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang menghasilkan informasi yang ditujukan pada maslaah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat sendiri oleh manajer. Sistem informasi manajemen masih terus berkembang dengan munculnya aplikasi lai, yaitu otomatisasi kantor digunakan untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas para manajer dan para staf melalui penggunaan peralatan computer.
 Konsep konsep di atas merupakan aplikasi pemrosesan informasi dengan menggunakan computer dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
 
 
B.     Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi
Sistem informasi manajemen memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi yaitu dalam menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen dalam pengambilan keputusan dan menunjang keunggulan strategi komputetif organisasi. Sistem informasi manajemen juga berperan penting karena seiring meningkatnya perkembangan jaman serta meluasnya jaringan membutuhkan data yang cepat dan akurat serta inofativ.
Sistem informasi manajemen dalam suatu perusahaan/organisasi tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ditunjang dengan sistem informasi masing-masing divisi seperti sistem informasi operasional keuangan yang memegang peranan amat penting dalam sebuah perusahaan/organisasi.
Berikut adalah tugas utama sistem informasi manajemen di dalam sebuah organisasi:
1.      Mendukung proses bisnis dan operasional
2.      Mendukung pengambilan keputusan
3.      Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif
Prinsip utama perancangan sistem informasi manajemen yaitu harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.
Sistem informasi manajemen dalam sebuah organisasi mempunya tujuan utama yaitu memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam submit organisasional perusahaan, sistem informasi manajemen juga menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika
Tujuan lain dari sistem informasi manajemen dalam sebuah organisai, sebagai berikut:
1.      Meningkatkan efisiensi operasional
2.      Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
3.      Membangun sumber-sumber informasi strategis
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan dibentuknya sistem informasi manajemen dalam organisasi agar organisasi menyediakan data dan informasi yang bermanfaat dalam membuat keputusan manajemen, baik menyangkut pengolahan dan keputusan rutin maupun bersifat strategis.
Di dalam suatu organisasi, sistem informasi manajemen dipergunakan pada tiga tingkatan, yaitu:
1.      Manajemen tingkat bawah
Pada tingkat ini sistem informasi manajemen dipergunakan untuk penghematan disegala bidnag yang mungkin untuk dilakukan dan menghasilkan penghematan baik waktu maupun tenaga kerja.
2.      Manajemen tingkat menengah
Peranan sistem informasi manajemen ini dipergunakan untuk keprluan pengendalian manajemen. Sistem informasi manajemen pada tingkat menengah berperan secara nyata untuk membantu manajer, dan sistem inormasi manajemen pada tingkat ini mempunyai tugas mengelola semua sumberdaya milik organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien.
3.      Manajemen tingkat puncak
Sistem informasi pada tingkat puncak mempunyai tugas utama yaitu untuk membuat perencanaan yang strategis
Ada beberapa manfaat yang didapatkan dari sistem informasi manajemen dalam sebuah organisasi, antara lain:
1.      Adanya ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi
2.      Meningkatkan aksesbilitas informasi secara tepat waktu dan secara akurat untuk para penggunanya,tanpa diperlukan perantara
3.      Dapat berguna untuk mengelola berbagai transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan informasi baru yang dapat menciptakan keuntungan
4.      Dapat mengembangkan proses perencanaan yang telah dibuat supaya menjadi lebih efektif
5.      Dapat mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan keterampilan yang mendukung sistem informasi
6.      Mengantisipasi dan memahami berbagai macam konsekuensi ekonomis dari suatu sistem informasi dan teknologi yang baru
7.      Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pemeliharaan maupun pengembangan sistem informasi
8.      Mendukung untuk pengambilan keputusan manajemen.
 

BAB III
PENUTUP
 
A.    Kesimpulan
Sistem informasi manajemen merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.
Sistem informasi manajemen berperan penting dalam sebuah organisasi karena mampu menghasilkan data atau informasi yang akurat dengan waktu yang cepat. Sistem infromasi manajemen tidak akan berjalan baik apabila tidak ditunjang dengan sistem informasi masing-masing divisi seperti sistem informasi operasional keuangan yang memegang peranan amat penting dalam sebuah perusahaan/organisasi.
 
B.     Saran
Menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu dimohon kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.



Attached Files
.pdf   Tugas 2 Makalah SIM.pdf (Size: 319.09 KB / Downloads: 3)
Print this item

  Tugas 1 Makalah Sistem Informasi
Posted by: Dhea Rahma S - 03-27-2017, 12:03 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

Nama : Dhea Rahma Siwi
NIM    : 12155283

Kelas   : 12.4E.21




MAKALAH ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

“SISTEM INFORMASI



Kata Pengantar
 

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Makalah ini diakui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kurang. Oleh karena itu kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaannya makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepadea semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal.

 

 

Purwokerto, 21 Maret 2017






BAB I


PENDAHULUAN
 
A.   Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin meningkat dan pola hidup manusia yang semakin berkembang mengakibatkan kebutuhan dalam akses data ikut meningkat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi dai berbagai bidang.
Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan sistem informasi berbasis komputer sebagai pilihan utama dalam mempermudah pekerjaannya. Sistem informasi sangat dibutuhkan karena bisa menjadi alat bantu para pebisnis sampai kalangan pelajar untuk memperoleh informasi dengan mudah.
Oleh karena itu saya akan memaparkan tentang sistem informasi dalam makalah ini.
 
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa itu sistem informasi?
2.      Mengapa sistem informasi sangat diperlukan?
 
C.   Identifikasi Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, diharapkan dapat:
1.      Memahami dengan baik mengenai sistem informasi.
2.      Mengetahui pentingnya sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari
 
D.   Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi tentang sistem informasi.
 
BAB 11
PEMBAHASAN
 
A.    Pemahaman Sistem Informasi
 
1.      Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi terdari dari dua kata, yaitu sistem dan informasi. Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy untuk mencapai suatu tujuan.
Informasi adalah pesan atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari symbol atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan.
Sistem informasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditunjukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengembalian keputusan.
Menurut Robert A. Leitch dan K Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999:11), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan straregi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis (1991:91), sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi dikategorikan menjadi empat bagian:
1.      Sistem informasi manajemen
2.      Sistem pendukung keputusan
3.      Sistem informasi eksekutif
4.      Sistem pemrosesan transaksi
2.      Karakteristik Sistem Informasi
Suatu sistem dapat dikatakan sebagai sebuah sistem informasi apabila memenuhi karakteristik utama dari sebuah sistem informasi. Berikut adalah beberapa karakteristik yang dimiliki sistem informasi:
1.      Komponen
Karakteristik utama dari sebuah sistem informasi adalah memiliki komponen. Komponen merupakan bagian dari sebuah sistem interaksi, dimana keseluruhan komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain. Komponen dalam sbeuah sistem informasi bersifat untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu di dalam sebuah sistem informasi. Jadi apabila komponen dari sbeuah sistem tidak berjalan maka keseluruhan sistem informasi yang diimplementasikan tidak akan dapan berjalan secara optimal.
2.      Boundary (Batasan)
Sebuah sistem informasi harus memilik sebuah batasan atau yang dikenal dengan istilah boundary. Boundary adalah pembatas dari sebuah sistem informasi dengan sistem informasi lainnya, yang membuat sisteem informasi tersebut menjadi satu buah kesatuan sistem informasi yang utuh dan menunjukkan ruang lingkup yang dimiliki oleh sistem informasi tersebut. Jadi dengan adanya boundary, sistem informasi tidak akan bekerja saling tumpang tindih atau dapat berfungsi sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing.
3.      Environment (Lingkungan Luar dari Sistem)
Environment adalah keseluruhan sistem dan juga lingkungan yang berada diluar batasa atay boundary dari sebuah sistem ada diluar batasa atay boundary dari sebuah sistem ada diluar batasa atau boundary dari sebuah sistem informasi.
Sebuah sistem dikatan sebagai sistem informasi apabila sistem tersebut memiliki batasan dan juga memiliki lingkungan luar yang berbatasan langsung dengan sistem informasi tersebut.
4.      Interface
Suatu sistem akan dianggap sebagai suatu sistem informasi yang dapat diperasikan dengan baik dan juga optimal apabila sistem informasi tersebut memiliki interface atau antar muka, yaitu media yang digunakan untuk dapat menguhubungkan sebuah komponen yang terdapat pada sebuah sistem informasi.
5.      Input (Masukan Sistem)
Sistem informasi harus mempunya input atau masukan yaitu jenis energy yang berguna untuk dimasukkan ke dalam suatu sistem.
6.      Output (Keluaran Sistem)
Output merupakan keluaran energy atau hasil yang diteruskan input. Hasil dapat berupa tampilnya data atau bisa berupa informasi. Output atau hasil inilah yang diakses oleh user yang menggunakan sistem informasi.
7.      Pengolah/Pemroses Sistem
Merupakan komponen yang bertugas untuk memproses input dari sebuah sistem informasi menjadi keluaran atau output dari sebuah sistem informasi.
8.      Sasara dari Sistem
Sasaran dari sebuah sistem merupakan analisi berupa siapa saja yang akan menggunakan sistem informasi tersebut. Tanpa adanya sasaran dari pembuatan sistem, makan sebuah sistem informasi tidak akan bisa bermanfaat dan juga berguna.
 
3.      Manfaat dan Tujuan Sistem Informasi
Sebuah sistem informasi pasti memiliki manfaat bagi para pengguna sistem informasi.
Berikut beberapa manfaat dan fungsi dari sistem informasi:
1.      Meningkatkan aksesbilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pengguna sistem informasi.
2.      Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3.      Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.      Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5.      Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6.      Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7.      Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8.      Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
 
Tujuan Sistem Informasi
Keberadaan sistem informasi dalam sebuah organisasi memang sangat penting. Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai ketika sebuah organisasi menggunakan sistem informasi.
Tujuan penggunaan sistem informasi yang pertama adalah untuk menyediakan informasi-informasi tertentu dalam pengembalian keputusan.
Tujuan lain dari penggunaan sistem informasi adalah untuk mendukung proses operasional harian sebuah organisasi. Dengan menciptakan berbagai rutinitas organisasi dalam sistem informasi, maka sebuah aktivitas ini dapat diaudit lagi di masa yang akan dating ketika terjadi keasaahan.
Selain itu sistem informasi juga digunakan untuk melakukan pencatatan terhadap kepengurusan informasi mengenai data pengurus.
Sistem informasi juga dapat membantu organisasi untuk menemukan berbagai informasi secara cepat menggunakan teknologi mutakhir.
 
4.      Komponen-komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
Berikut komponen-komponen dari sebuah sistem informasi:
1.      Komponen masukan (input block)
Data yang masuk ke dalam sistem informasi untuk menangkap data yang akan dimasukkan, data dapat berupa dokumen dokumen dasar.
2.      Komponen model (model block)
Kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.      Komponen keluaran (output block)
Hasil dari blok keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4.      Komponen teknologi(Technology Block)
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaian dari sistem secara menyeluruh.
5.      Blok basiss (Database block)
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan sata sama lainnya.
6.      Komponen kendali (control block)
Pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan-gangguanterhadap sistem.
7.      Komponen hardware
hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Berfungsi sebagai tempat untuk menumpang database sebagai sumber data dari informasi untuk meperlacak dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
8.      Komponen software
Berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptkan duatun informasi.
Komponen-komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika salah satu atau lebih komponen tersebut tidak ada maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu mengolah data dan menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.
 
5.      Permasalah sistem informasi
Semua sistem informasi pasti mempunya masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem mengalami maslah, antara lain:
-          waktu (overtime)
-          Lingkungan sistem yang berubah
-          Perubahan prosedur operasional
Ada beberapa permasalahan di dalam sistem informasi, diantaranya:
1.      Masalah terstruktur
Merupakan masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah
2.      Masalah tak terstruktur
Merupakan masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
3.      Masalah semi-terstruktur
Merupakan masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.
4.      Masalah yang diciptakan
Menetapkan target kinerja yang meningkat secara terus menerus, kemudian berusaha untuk mnyelesaikannya melalui upaya giat terus menerus.
5.      Masalah yang dirasakan
Berkaitan dengan upaya peningkatan secara bertahap terus menerus yang bertujuan memperkuat posisi yang sekarang.
 
B.     Pentingnya Sistem Informasi
Sistem informasi sangan penting bagi kita untuk berbagai alas an. Pertama sistem informasi merupakan bagian integral dari kehidupan kita. Kedua bidang sistem informasi menawarkan banyak peluang karir. Akhirnya, semua bidang fungsional dalam suatu organisasi menggunakan sistem informasi.
Hal-hal yang bisa dikerjakan oleh sistem informasi tentu saja terkait dengan kemampuan yang dapat dilakukannya adalah sebagai berikut:
-          Melaksanakan komputasi numeric, bervolume besar dengan kecepatan tinggi
-          Menyediakan komunikasi dalam jumlah yang besar dalam ruang-ruang keciltetapi mudah diakses
-          Memungkinkan pengaksesan informasi diseluruh dunia dengan cepat dan murah
-       Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
-          Menyajikan informasi yang jelas yang menggugah pikiran manusia
-          Mengotomatiskan proses-proses bisnis yang semi otomatis dan tugas tugas yang dikerjakan secara manual
-          Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
-          Pembiayaan yang jauh lebih murah dari pada pengerjaan secara manual
Ada banyak contoh lain dimana sistem informasi tertanam dalam kehidupan kita, yaitu:
-          Pendaftaran
-          Mengambil kelas dari sebuah universitas
-          Mengakses silabus kelas, informasi power pint, dan ceramah
-          Melakukan penelitiab dan presentasi
-          Kegiatan perbankan
-          Membayar tagihan
-          Penelitian, toko dan membeli produk dari perusahaan atau orang lain
-          Menjual barang
-          Mencari dan melamar pekerjaan
-          Membuat reservasi perjalanan (hotel, maskapai penerbangan, sewa mobil, dll)
Selain semua kegiatan dapat dilakukan online, ada banyak contoh lain tentang bagaimana sistem informasi sangat penting untuk kehidupan kita sehari-hari. Misalnya menggunakan smartphone yang memilki kalender, buku alamat, kalkulator, kamera digital dan beberapa jenis perangkat lunak untuk mendownload film dan music. Contoh laih yaitu memiliki blog sendiri dan posting podcast sendiri dan videocasts. Memiliki halaman sendiri di social media. Membuat dan mengupload video ke You Tube, mengambil, mengedit dan mencetak foto sendiri, dan masih banyak lainnya.
BAB III
PENUTUP
 
A.   Kesimpulan
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya memuat tentang berbagai informasi yang terkait dengan operasional suatu organisasi yang berguna untuk mengambil keputusan dalam mencapai tujuan organisasi.
Sistem informasi sangat membantu kita dalam banyak hal, sehingga sangat penting memahami dan mengaplikasikan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
                                                                                                                              
B.   Saran
Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan, oleh sebab itu mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis, dan apabila ada yang kurang atau salah dalam pembuatan makalah ini anda dapat memberitahukan kepada kami.



Attached Files
.pdf   Tugas 1 makalah sistem informasi Dhea Rahma Siwi (12155283).pdf (Size: 317.5 KB / Downloads: 3)
Print this item

  Makalah Sistem Informasi Manajemen
Posted by: indahseptianingrum11@gmail.com - 03-27-2017, 08:44 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

Nama : Indah Septianingrum
Nim : 12155877
Kelas : 12.4H.21


 
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkah, rahmat, karunia serta hidayah-Nyalah saya dapat menyalesaikan makalah Sistem Informasi Manajemen
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Untuk itu saya selaku penyusun sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan bimbingannya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan tepat pada waktunya.
Selaku penyusun saya sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran yang membangun agar kami dapat menyusunnya kembali lebih baik dari sebelumnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi saya selaku penyusun
Purwokerto,27 Maret 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perusahaan, baik besar ataupun kecil para manajer harus mampu mengambil keputusan. Para manajer memanfaatkan sistem informasi manajemen yang diterapkan perusahaannya untuk mempertimbangkan setiap keputusan yang diambilnya. Aplikasi sistem informasi dalam proses manajemen akan meningkatkan kemampuan dalam membuat keputusan yang meningkatkan berbagai peran manajerial.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan oleh keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien, sedangkan Sistem Informasi manajemen merupakan serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
 
 
 
 
 
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka diperoleh suatu rumusan masalah yaitu apakah yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen khususnya mencakup :
1. Apakah pengertian sistem informasi ?
2. Apa saja jenis-jenis sistem informasi ?
3. Apakah fungsi sistem informasi ?
4. Apakah unsur-unsur sistem informasi sederhana ?
5. Apakah sistem informasi untuk manajer ?
C.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari rumusan masalah di atas yaitu untuk mengetahui tentang :
1. Pengertian Sistem Informasi
2. Jenis-jenis Sistem Informasi
3. Fungsi Sistem Informasi
4. Unsur-unsur Sistem Informasi Sederhana
5. Sistem Informasi Untuk Manajer
 
 
 
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Sistem Informasi
               Sistem informasi manajemen merupakan jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan  dalam suatu organisasi dan di sahkan untuk memberikan data kepada manajemen untuk dasar pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan.Data tersebut diolah oleh manajemen untuk menjadi sebuah informasi.
   Definisi lainya
Sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan), dan data yang disimpan (sumber daya data) sejak permulaan peradaban.
Para praktisi bisnis bergantung pada banyak jenis sistem informasi yang menggunakan berbagai teknologi informasi. Contohnya, beberapa sistem informasi menggunakan alat hardware petunjuk sederhana (kertas dan pensil) dan saluran informasi informal (mulut ke mulut).
 
 
 
2.Jenis-jenis Sistem Informasi
Secara konsep, aplikasi sistem informasi yang diimplementasiakn dalam dunia bisnis saat ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Contohnya, beberapa jenis sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau manajemen.
1.)Sistem Pendukung Operasi
 
Sistem informasi dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh, dan digunakan dalam operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam ini menghasilkan berbagai produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan.
       2.)Sistem Pendukung Manajemen
 
Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer, aplikasi sistem tersebut akan disebut sistem pendukung manajemen. Memberikan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan semua jenis manajer serta praktisi bisnis adalah tugas yang rumit. Berdasarkan konsep, beberapa jenis utama sistem informasi mendukungberbagai tanggung jawab penganbilan keputusan : (1) sistem informasi manajemen, (2) sistem pendukung keputusan, dan (3) sistem informai eksekutif.
 
      3.)Klasifikasi Lainnya Sistem Informasi
 
Beberapa kategori lainnya sistem informasi dapat mendukung baik aplikasi operasi maupun manajemen, contohnya, sistem pakar dapat memberi saran pakar untuk tugas-tugas dasar operasi seperti diagnosa perlengkapan, atau keputusan manajerial seperti manajemen portofolio pinjaman. Sistem manajemen pengetahuan adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang mendukung pembentukan, pengaturan, dan penyebaran pengetahuan bisnis ke para pegawai dan manajer di seluruh perusahaan. Sistem informasi yang berfokus pada aplikasi operasi dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis dasarnya seperti akuntansi dan pemasaran, disebut sebagai sistem bisnis fungsional. Terakhir, sistem informasi strategis menerapkan teknologi informasi pada produk, layanan atau proses bisnis perusahaan, untuk membantunya mendapatkan kelebihan strategis atas para pesaingnya. Jadi, kebanyakan sistem informasididesain untuk menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai tingkat manajemen dan fungsi bisnis.
 
 
3.Fungsi Sistem Informasi
Fungsi dari Sistem Informasi adalah :
1) Area fungsional utama dari bisnis yang penting daalm keberhasilan bisnis, seperti fungsi akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran, dan manajemen sumber daya manusia.
2) Kontributor penting dalam efisiensi operasional, produktivitas dan moral pegawai, serta layanan dan kepuasan pelanggan.
3) Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer.
4) Bahan yang penting dalam mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif, yang memberikan organisasi kelebihan startegis dalam pasar global.
5) Peluang berkarier yang dinamis, memuaskan, serta menantang bagi jutaan pria dan wanita.
 
 
4.Unsur-unsur Sistem Informasi Sederhana
Semua sistem informasi mempunyai 3 kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dll, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output). Data merupakan fakta-fakta atau sesuatu yang dianggap (belum mempunyai arti) sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.
 
 
5.Sistem Informasi Untuk Manajer
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.
Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.
BAB III
PENUTUP
 
 
A.Kesimpulan
 
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Semua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
 
B.Saran
 
Berdasarkan peristiwa di atas penulis dapat memberikan saran bahwa hendaknya setiap perusahaan harus menerapkan Sistem Informasi Manajemen yang baik dan benar karena sangat berpengaruh pada perkembangan dan kestabilan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan seorang manajer.
 
DAFTAR PUSTAKA
http://macanputihmania.blogspot.co.i

Nama : Indah Septianingrum
Nim :12155877
Kelas : 12.4H.21

http://kuliah.trisnowlaharwetan.net/show...php?tid=32



Attached Files
.docx   MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 4H.docx (Size: 46.07 KB / Downloads: 1)
Print this item

  Makalah Analisa Perancangan Sistem Informasi
Posted by: Atikah Rahmawati - 03-27-2017, 05:32 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

[12155909 - ATIKAH RAHMAWATI]
KELAS 12.4H.21

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun dan menyajikan Makalah Sistem Informasi ini yang berisi tentang jaringan komputer sebagai salah satu tugas kuliah. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
 
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Sistem Informasi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
 
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Sistem Informasi ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang
Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.
 
1.2 Perumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan beberapa masalah berkaitan dengan :
1. Definisi Sistem Informasi
2. Komponen Sistem
3. Jenis-Jenis Sistem
4. Data Sistem
5. Informasi
 
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagi berikut :
1. Untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai masalah yang diangkat dalam makalah.
2. Untuk memberikan keterampilan baru di bidang IT
1.4 Metode Penulisan
Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode literatur yaitu dengan mengkaji buku sebagai acuan yang sesuai dengan pembahasan dan browsing data di internet.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai berikut :
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah aplikasi untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem informasi manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.
 
2.1.1 Definisi Lainnya
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
 
2.2 Komponen sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.
2.2.1 komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi
 
2.2.2 komponen model
kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan
 
2.2.3 komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
 
2.2.4 komponen teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian sistem.
 
2.2.5 komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software database.
 
2.2.6 komponen kontrol
Pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
1. Orang (People)
Semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal penyokong atau sponsor sistem informasi (system owner), pengguna sistem (system users), perancang sistem (system designer) dan pengembang sistem informasi (sistem development).
2. Aktivitas
Sekumpulan aturan atau tahapan-tahapan untuk membuat, memakai, memproses dan mengolah sistem informasi ataupun hasil keluaran dari sistem informasi tersebut.
3. Data
Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna dan tidak berpengaruh langsung secara langsung kepada pemakainya atau disebut juga sebagai sekumpulan fakta mentah dalam isolasi.
4. Perangkat Keras (hardware)
Mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, printer, monitor, harddisk, DLL.
5. Perangkat Lunak (sotfware)
Sekumpulan instruksi-instruksi atau perintah-perintah yang memungkinkan perangkat keras bisa digunakan untuk memproses data, atau sering disebut sebagai program.
6. Jaringan (network)
Sistem penghubung yang memungkinkan suatu sumber dipakai secara bersama-sama, baik pada waktu dan tempat bersamaan ataupun berbeda
2.3 Jenis-jenis system
2.3.1.Objektif
Mengenal berbagai sistem informasi dari berbagai sudut pandang
Memahami secara singkat proses berbgai jenis sistem informasi
Memahami manfaat masing-masing jenis sistem informasi
2.3.2.Cara pandang pengklasifikasi SI
Level Organisasi
Area Fungsional
Dukungan yang diterima
Arsitektur
 
2.3.3.Sistem Informasi menurut Level Organisasi
Sistem informasi departemen
o Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
o Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
Sistem informasi antarorganisasi
o Contoh : eCommerce
 
2.3.4.Sistem Informasi Fungsional
Sistem informasi berdasarkan area fungsional
Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh :
Sistem Informasi Akuntansi
o SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
 
o Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
Sistem Informasi Keuangan
SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
o Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran
2.3.5.Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)
Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)
o Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll
Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS)
o Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi.
Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)
o Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan.
Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)
o Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana tersebut.
Sistem Pakar (Expert System)
o Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System)
o Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
o Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki antar personil.
 
2.3.6.Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
Sistem Informasi Manajemen(management information system atau MIS)
Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
 
2.4 Data system
2.4.1. Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4.1.1 Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:
 
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
 
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem terdiri dari beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, semuanya saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat tercapai.
2.4.1.2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai batas (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
a. Batas sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
b. Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
c. Penghubung sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain dan akan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
d. Masukan sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
e. Keluaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh menejemen.
f. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
2.4.1.3. Klasifikasi sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
Sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi tertentu dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Inteaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup), sedang sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan tepengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. Sistem-sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka untuk pengaruh yang baik saja.
2.4.2. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
2.5 Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta).
 
 Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa :
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih berguna untuk mencapai suatu tujuan.
 
BAB III
PENUTUP
 
Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen seperti orang, aktivitas, data, perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan oleh manajer.
 
DAFTAR PUSTAKA
Yuhefizar, ilmukomputer.com
http://skripsi-artikel-makalah.blogspot....rmasi.html
SUMBER



Attached Files
.docx   Tugas Makalah SI Individu.docx (Size: 17.97 KB / Downloads: 0)
Print this item

  Makalah Analisa Perancangan Sistem Informasi
Posted by: Farah Balqis Nabilah - 03-27-2017, 05:11 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

[12155880 - FARAH BALQIS NABILAH]
12.4H.21

MAKALAH
ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
 
 



[img=262x262]file:///C:\Users\Axioo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

DISUSUN OLEH :
 
FARAH BALQIS NABILAH (12155880)
 
KELAS 12.4H.21
 
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA PURWOKERTO
TAHUN 2017
 
KATA PENGANTAR

 
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala kemudahan dan kesempatan sehingga dapat menyelesaikan tulisan ini dengan baik dan tepat waktunya. Penulisan makalah ini digunakan sebagai referensi dalam pembuatan makalah sistem informasi juga sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi. Terima kasih kepada ;
1.      Bapak Sutrisno selaku dosen pengajar mata kuliah Analisa Sistem Perancangan Sistem Informasi,
2.      Teman-teman kelas 12.4H.21 yang telah mendukung dan memberikan semangat sehingga tulisan dapat selesai dengan baik,
3.      Segala sumber referensi sebagai alat penyempurna isi dari makalah ini.
Kekurangan dan kelemahan yang ada di dalam makalah ini layaknya dapat menjadi bahan acuan yang dapat kembali disempurnakan oleh para pembacanya. Dengan segala rendah hati, penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang ada dan semoga dapat membantu serta bermanfaat bagi pembacanya.
                                                                                       Purwokerto, 27 Maret 2017
                                                                                                   Penulis
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Cover ..................................................................................................................................  1
Kata Pengantar ...................................................................................................................  2
Daftar Isi ............................................................................................................................  3
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang .............................................................................................................  4
1.2  Tujuan Makalah ............................................................................................................  4
1.3  Perumusan Masalah ......................................................................................................  4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Informasi .........................................................................................  5
2.2 Tujuan Sistem Informasi ...............................................................................................  5
2.3 Tiga Pilar Kualitas Informasi ........................................................................................  5
2.4 Model Sistem ................................................................................................................  5
2.5 Jenis-Jenis Sistem Informasi .........................................................................................  6
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan ..................................................................................................................  8
3.2  Saran ............................................................................................................................  8
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................  9
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1  Latar Belakang
Kebutuhan informasi yang semakin meningkat dibarengi dengan kecanggihan teknologi yang pula terus meningkat mengakibatkan bertambahnya kemudahan akses informasi. Seiring dengan mudahnya informasi, kebanyakan orang tidak lagi kesulitan untuk mengakses informasi dengan cara yang lebih modern dan lebih maju.
Kecanggihan aplikasi dalam mesin komputer yang terus mengalami perkembangan juga mendukung dan memfasilitasi dengan efektifitas dan efisiensi yang lebih tepat. Akibatnya akan menghasilkan output yang lebih baik daripada perhitungan manual manusia. Hasilnya bisa lebih terperinci dan dapat diperbaharui sesuai dengan kebutuhan masa yang akan datang. Selain itu, kecepatannya juga memudahkan untuk mengakses informasi jarak jauh melalui pengolahan sistem yang baik.
 
1.2  Tujuan Makalah
Tujuan penulisan makalah sebagai berikut :
1.      Memenuhi tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi (APSI) semester 4 (empat) jurusan Manajemen Informatika AMIK BSI Purwokerto.
2.      Sebagai penambah pengetahuan bagi pembaca.
3.      Sebagai referensi dalam pembuatan makalah sistem informasi.
 
1.3  Perumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud Sistem Informasi?
2.      Apa tujuan adanya Sistem Informasi?
3.      Apakah yang dimaksud Tiga Pilar Kualitas Informasi?
4.      Bagaimana yang dimaksud dengan Model Sistem?
5.      Sebutkan macam dari Jenis-jenis Sistem Informasi!
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1  Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan serta merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi, dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Digunakan untuk pengambilan keputusan / kebijakan, pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) dan menjalankan operasional dari kombinasi untuk mendukung operasi dan manajemen.
 
2.2  Tujuan Sistem Informasi
Tujuan sistem informasi adalah untuk pengambilan keputusan. Pada dasarnya merujuk pada kegunaan di dalam suatu perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan. Data yang dibuat menjadi bentuk yang berguna bagi pemaikainya dengan tepat orangnya (relevan), tepat waktu, dan tepat nilai (akurat).
 
2.3  Tiga Pilar Kualitas Informasi
1.      Tepat Orangnya (Relevan)
Informasi haruslah berguna untuk penggunanya. Dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan untuk melengkapi, mengembangkan dan sebagai acuan baru informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
2.      Tepat Waktu (Timelines)
Mengandung nilai efisien dan efektif waktu. Dalam pengertian, informasi yang didapat tidak boleh ditunda bagi pemakainya. Informasi sebelumnya haruslah menjadi dasar informasi selanjutnya.
3.      Tepat Nilai (Akurat)
Informasi harus bebas dari kesalahan. Pilihlah sebuah informasi yang setepat dan seakurat mungkin agar dapat berguna secara keseluruhan bagi pemakainya.
 
2.4  Model Sistem
1.      Sistem sederhana
Terdiri dari input, proses dan output.
[img=62x19]file:///C:\Users\Axioo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg[/img]
2.      Sistem dengan banyak input dan output
Terdiri dari beberapa input, sebuah proses, dan beberapa output.
[img=62x19]file:///C:\Users\Axioo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg[/img]
 
2.5  Jenis-jenis Sistem Informasi
1.      Level Organisasi (Transaction Processing System)
[img=41x19]file:///C:\Users\Axioo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.jpg[/img]
Berguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk keperluan mengontrol arus transaksi yang terjadi di organisasi. Di dalamnya terdapat Sistem Pakar (SP) yang merupakan sistem yang berisi informasi pakar sehingga dapat digunakan untuk berkonsultasi.
Ada 3 jenis :
a.       Sistem Informasi Departemen
Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
b.      Sistem Informasi Perusahaan
Contoh : Sistem Informasi Perguruan Tinggi
c.       Sistem Informasi Antarorganisasi
Contoh : E-commerce
 
 
 
2.      Level Knowledge (Office Automation System, Knowledge Work Sistem)
Sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi. Knowledge Work System mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan, insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi-organisasi atau masyarakat lain.
3.     Level Sistem Ahli (Sistem Informasi Manajemen dan Decision Support System)
Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi. Sekaligus menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan.
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalah :
a.       Mengambil elemen-elemen informasi
b.      Menganalisis seluruh file
c.       Menyiapkan laporan dari berbagai file
d.      Memperkirakan akibat dari keputusan
e.       Mengusulkan keputusan
f.       Membuat keputusan
4.      Level Manajemen Strategis (Executive Suport System, Group Decision Suport, Computer Supported Collaborative Work System)
Bagian untuk membentuk perencanaan jangka panjang dan jangka pendek organisasi. Pada level ini juga memungkinkan komunikasi yang lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi. Pada ESS dikhususkan bagi manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana.
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
3.1              Kesimpulan
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan serta merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi, dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Digunakan untuk pengambilan keputusan / kebijakan, pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) dan menjalankan operasional dari kombinasi untuk mendukung operasi dan manajemen.
Di dalamnya terdapat Tiga Pilar Kualitas Informasi, di antaranya ;
Tepat Orangnya (Relevan) : Informasi haruslah berguna untuk penggunanya. Dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan untuk melengkapi, mengembangkan dan sebagai acuan baru informasi yang telah diperoleh sebelumnya.
Tepat Waktu (Timelines) : Mengandung nilai efisien dan efektif waktu. Dalam pengertian, informasi yang didapat tidak boleh ditunda bagi pemakainya. Informasi sebelumnya haruslah menjadi dasar informasi selanjutnya.
Tepat Nilai (Akurat) : Informasi harus bebas dari kesalahan. Pilihlah sebuah informasi yang setepat dan seakurat mungkin agar dapat berguna secara keseluruhan bagi pemakainya.
 
3.2              Saran
Perkembangan kecanggihan teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa semoga dapat mengembangkan penggunaan sistem informasi yang lebih baik lagi. Perkembangan dan penyempurnaan sistem informasi semoga dapat menjadi berguna bagi pemakainya, relevan, tepat guna, tepat waktu dan akurat.
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 



Attached Files
.docx   MAKALAH APSI.docx (Size: 75.57 KB / Downloads: 0)
Print this item