Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 4,716
» Latest member: Angelina
» Forum threads: 2,291
» Forum posts: 4,633

Full Statistics

Online Users
There are currently 23 online users.
» 0 Member(s) | 23 Guest(s)

Latest Threads
Szklane sztaby umieją sta...
Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
Last Post: iwilusi
7 hours ago
» Replies: 0
» Views: 4
tourism kiev
Forum: Kenalan Yuk
Last Post: AUQenlkek
Today, 03:50 AM
» Replies: 0
» Views: 3
nasiona marihuany na sztu...
Forum: Kenalan Yuk
Last Post: opapad
Yesterday, 01:54 AM
» Replies: 0
» Views: 3
nasiona marihuany dla poc...
Forum: Kuliahku
Last Post: uzyjokobi
01-20-2019, 11:49 PM
» Replies: 0
» Views: 3
Порно ролики в хорошем HD...
Forum: Kenalan Yuk
Last Post: DerickTog
01-19-2019, 01:21 PM
» Replies: 0
» Views: 15
Tugas UAS 3C
Forum: Web Programming II
Last Post: menikmrw
01-13-2019, 06:09 AM
» Replies: 6
» Views: 346
Tugas UAS 5B
Forum: Perancangan Web
Last Post: orchidlaokta
12-10-2018, 02:51 AM
» Replies: 14
» Views: 734
Tugas UAS 5A
Forum: Perancangan Web
Last Post: yanuar1886
12-07-2018, 03:23 AM
» Replies: 11
» Views: 605
Tugas Perancangan Web Kel...
Forum: Perancangan Web
Last Post: Fatimahtuz zahraa
12-05-2018, 05:40 AM
» Replies: 59
» Views: 4,320
RE: Tugas Logika Algoritm...
Forum: Kuliahku
Last Post: Arif ginanjar Saputra
10-24-2018, 03:13 AM
» Replies: 3
» Views: 359

 
  Makalah Sistem Informasi Tugas Individu
Posted by: endang suryani - 03-29-2017, 03:29 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
“SISTEM INFORMASI"




Oleh :

Endang Suryani
NIM 12155391
Kelas 12.4E.21


MANAJEMEN INFORMATIKA
BINA SARANA INFORMATIKA
PURWOKERTO
2017





KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Analisa & Perancangan Sistem Informasi ini dengan membuat makalah yang berjudul ”MAKALAH SISTEM INFORMASI”.
Penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu dengan kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen pembimbing yang telah banyak memberi saran dan masukan tentang tugas.
2. Kedua orang tua yang mendukung baik secara moril maupun materil.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah yang kami buat ini, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman untuk menyempurnakan makalah ini.



Purwokerto, 21 Maret 2017


Penulis






DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR` ......................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ........................................................................1
B. PERUMUSAN MASALAH ..................................................... ..........1
C. TUJUAN ...................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................5
A. Definisi Sistem Informasi ......................................................... ...5
B. Komponen Sistem ......................................................................6
C. Jenis-Jenis Sistem .......................................................................9
D. Tahap-Tahap Dalam Analisa sistem ......................................... ..11
E. Sasaran Perancangan Sistem .....................................................12
BAB III PENUTUP .......................................................................... 13
A. KESIMPULAN ............................................................................ 13
B. SARAN ...................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 14





BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.
B. PERUMUSAN MASALAH Dalam menyusun makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah berkaitan dengan: a. Definisi system informasi b. Komponen system c. Jenis-jenis system d. Tahap-tahap dalam analisa system e. Sasaran perancangan system
C. TUJUAN
Tujuan makalah ini dibuat untuk mengetahui konsep-konsep pada sistem infotmasi dan bisa mengaplikasikan pada program-program Ilmu Komputer.





BAB II
 TINJAUAN PUSTAKA



A. Sistem Informasi
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan (O’Brien dan Marakas 2009). Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapatdidefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakaninformasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Sutono, 2007). Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi (O’Brien dan Marakas 2009).
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitarorganisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telahdiolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapatdigunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-faktayang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadiatau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapatlangsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran(output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkanorganisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisispermasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yangdiperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi.Pemrosesan berperan untuk
mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransferinformasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas aktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkanumpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan ditahap input berikutnya (Sutono, 2007).

B. PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Periode pertama: Pra Mekanik Pada periode ini, komunikasi menggunakan simbol untuk menyampaikan informasi. Pada tahun 3000-2000 sebelum masehi, manusia menggunakan gambar juga untuk menyampaikan pesan. Contohnya adalah bangsa Fenisia yang mendiami Timur Tengah (saat ini Lebanon) menciptakan model yang sama. Bangsa Yunani Kuno mengadaptasi simbol milik bangsa Fenisia dengan menambahkan huruf vokal yang membuatnya mudah digunakan. Bangsa Romawi Kuno kemudian memakainya juga, yang mana saat ini menjadi alfabet yang kita kenal dan gunakan saat ini. Pembuatan buku dari papirus yang dilekatkan dimulai pada tahun 600 sebelum masehi. Pada awalnya hanya pemuka agama dan pemimpin yang memiliki koleksi buku. Setelah itu ada bangsa Mesir Kuno yang menciptakan sistem angka, sehingga juga mengarahkan pada penemuan alat bantu hitung yang disebut abacus. Periode kedua: Mekanik Masa ini termasuk dalam masa abad pertengahan. Dimana orang sudah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekam informasi. Salah satu penemuan terpenting dalam masa ini adalah mesin cetak Gutenburg dari Jerman. Penyampaian informasi menjadi lebih mudah dikarenakan mesin cetak dapat memproduksi tulisan yang sama dalam jumlah besar. Pada tahun 1600, komputer atau mesin hitung pertama kali diciptakan oleh Blaise Pascal. Komputer ini disebut sebagai Pascaline dan dianggap sebagai titik awal mesin menggantikan otak manusia dalam menghitung data.


Periode ketiga: Elektromekanik Pada masa ini, penggunaan listrik untuk memberikan energi untuk menjalankan penemuan mesin sesudah Pascaline terus ditemukan. Pada periode ini pula diciptakan telepon dan kode Morse untuk digunakan dalam komunikasi jarak jauh secara langsung. Kemudian diperkenalkan komputer pertama yang digunakan untuk menyimpan program dan data pada awal 1948. Komputer tersebut adalah Dubbed Manchester Mark 1. Komputer ini adalah awal penemuan teknologi selanjutnya yang sekarang menjadi komputer, laptop, tablet dan smartphone. Periode keempat: Elektronik Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sirkuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1960, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendirikan ARPANET (Advanced Research Project Agency NETwork) yang mana ini adalah cikal bakal dari Internet yang anda gunakan sekarang ini. Pada saat itu ARPANET hanya digunakan untuk pemerintah, penelitian dan universitas. Peneliti dari MIT yang bernama Licklider memperluas ARPANET ke jaringan komputer di seluruh dunia untuk interaksi sosial. Ini terjadi pada tahun 1962. Pada tahun 1968, Andrew Grove, Gordon Moore dan Robert Noyce telah menciptakan mikrochip pertama kalinya. Mereka lalu menjual rancangan tersebut kepada intel untuk diproduksi secara massal. Setelah keempat era ini, perkembangan teknologi berlangsung secara cepat. Ditemukannya sistem operasi UNIX, komputer dari Apple, sistem operasi Windows, Linux, era dot com dan masih penemuan terbaru lainnya yang belum bisa kita sebutkan satu persatu. Semoga artikel penjelasan sejarah perkembangan sistem informasi di atas bisa menambah pengetahuan kamu di dunia komputer.


BAB III 
PEMBAHASAN


 
A. Definisi Sistem Informasi 
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan. Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user). Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

B. Komponen Sistem 
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. 1. Komponen input Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input di sini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Komponen model Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Komponen output Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. 4. Komponen teknologi Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 5. Komponen hardware Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi

6. Komponen software 
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. 7. Komponen basis data Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). 8. Komponen control Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik. a. Orang Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP.

b. Prosedur 
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat computer. c. Perangkat keras Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran. d. Perangkat lunak Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama : 1. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer. 2. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan. 3. Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi. e. Basis data File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, an lain sebagainya. f. Jaringan computer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data. g. Komunikasi data Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan pirant-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain. C. JENIS-JENIS SISTEM Berdasarkan departemen perusahaan, sistem dibagi atas beberapa jenis : 1. Sistim Informasi Akuntansi (Accounting Information System) menyediakan informasi dari transaksi keuangan. 2. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Irformation System) menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran dan lain sebagainya. 3. Sistem Informasi Persediaan (Inventary Management Information System) 4. Sistem Informasi Personalia (Personal Information System) 5. Sistem Informasi Distribusi (Distribution Information System) 6. Sistem Informasi Pembelian ( Purchasing Information System) 7. Sistem Informasi Kekayaan ( Treasing Information System) 8. Sistem Informasi Analisis Kredit (Credit Analysis System) 9. Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan (Research Development) 10. Sistim Informasi Teknik (Engineering Informsation System) Sistem Informasi menurut Level Organisasi 1. Sistem informasi departemen 2. Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS) 3. Sistem informasi perusahaan (enterprise information system) 4. Contoh : sistem informasi perguruan tinggi 5. Sistem informasi antarorganisasi 6. Contoh : eCommerce

Sistem Informasi Fungsional 1. Sistem informasi berdasarkan area fungsional. 2. Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Contoh : 1. Sistem Informasi Akuntansi 2. SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi) 3. Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan 4. Sistem Informasi Keuangan 5. SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan. Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten) 1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS) 2. Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll 3. Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS) 4. Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi. 5. Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS) 6. Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan. 7. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS) 8. Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana tersebut. 9. Sistem Pakar (Expert System)

10. Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut. 11. Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System) 12. Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi. 13. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System) 14. Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki antar personil. D. Tahap-tahap dalam analisa sytem 1. Menetukan secara tepat mengenai sasaran system Sistem analis harus melakukan pemeriksaan terhadap kebijakan dan prosedur pengolahan data dan system informasi yang diterapkan pada saat ini yang disebut dengan prevent system.
2. Mempelajari Bentuk Organisasi
Melakukan studi terhadap organisasi meliputi bagan organisasi, job description, mempelajari aliran data yang berlangsung, hubungan dan keterkaitan fungsi dan pekerjaan diantara bagian dalam organisasi serta pengaruh dari luar kepada sistem dalam perusahaan.
3. Menganalisa laporan yang saat ini sudah dihasilkan
Analis terhadap ketepatan waktu dan laporan, muatan data yang kurang, jumlah dan frekuensi laporan yang dihasilkan.
4. Melakukan penelitian terhadap penyelenggaraan system dan prosedur yang saat ini dijalankan Analisa terhadap kebijakan dan prosedur penyelenggaraan pengolahan data baik yang manual maupun yang sudah terkomputerisasi.

5. Mengidentifikasi data masukan
Analisa sistem harus mempelajari data-data input yang nantinya yang akan sangat berpengaruh atas kualitas informasinya.
6. Melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem yang sedang berjalan Membuat kesimpulan atas analisis efektivitas present system dan analis menyediakan beberapa alternative pilihan sistem, dengan segala tinjauan kemungkinankemungkinan yang terjadi, baik kekurangan maupun kelebihannya.
E. SASARAN PERANCANGAN SYSTEM
1. Menentukan secara tepat banyaknya informasi.
2. Melakukan upaya standarisasi.
3. Pengembangan sistem pengendalian.
4. Mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi.

BAB IV
 PENUTUP


A. Kesimpulan
Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi . Sistem informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional,menunjang manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif organisasi.
B. SARAN
Dalam pembuatan sebuah system,sudah selayaknya kita mengenal system apa yang sedang di bangun,mengenal elemen serta prosedurnya dan mengetahui tujuan serta sasaran dari system yang kita buat.Serta memfokuskan pada informasi apa yang ingin di sampaikan,hal-hal ini akan menunjangkemajuan system yang akan di buat.





DAFTAR PUSTAKA


O’Brien, James A. dan George M. Marakas. (2009). Management Information Systems. Eight Edition. New York : McGraw-Hill/Irwin.
Yuhefizar, ilmukomputer.com
http://skripsi-artikel-makalah.blogspot....rmasi.html



Attached Files
.pdf   makalah APSI TUGAS 1 individu.pdf (Size: 452.19 KB / Downloads: 1)
Print this item

  Makalah Sistem Informasi Kelompok
Posted by: Tries Susanti - 03-29-2017, 02:55 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

 

ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PADA ORGANISASI
 
 
 

 
 
TUGAS KELOMPOK
 
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah 
Analisa Perancangan Sistem Informasi  
 
Dosen Pembimbing : Sutrisno
Kelas : 12.4E.21
 
Disusun Oleh  :
 
1.     LASTRIYAH       (12155461)
2.     ATIKAH            (12155311)
3.     ISNAENI N.H     (12155273)
4.     TRIES SUSANTI (12155547)
5.     MARLINA          (12155268)
 
       
 
 
 
 
 
Jurusan Manajemen Informatika 
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer 
BSI Purwokerto

 
KATA PENGANTAR
 
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,karna atas berkah dan karunianNYA kami dapat menyelesikan laporan tugas mata kuliah “Sistem informasi pada organisasi ”. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah  Analisis dan perancangan sistem informasi .
Dalam penyusunan makalah ini kami memperoleh bantuan dari anggota kelompok kami.  Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun  demi penulisan kami dimasa yang akan datang semoga makalah ini berguna bagi kami khususnya dan bagi pembaca umumnya.
 
 Purwokerto, 26 Maret 2017
                                                                                                          
 Penulis
 
 


 
DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang Masalah..................................................................................... 4
2.     Rumusan Masalah............................................................................................... 4
3.     Metode Penulisan............................................................................................... 4
4.     Tujuan Penulisan................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN
1.     Pengertian Sistem Informasi pada Organisasi.................................................... 5
2.     Tujuan Sistem Informasi pada Perusahaan......................................................... 5
3.     Fungsi Sistem Informasi pada Perusahaan......................................................... 5
4.     Jenis-Jenis Sistem Informasi............................................................................... 5
5.     Sejarah Sistem Informasi pada Organisasi.......................................................... 6
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan......................................................................................................... 7
B.    Saran................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 8
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang Masalah
 
Suatu organisasi membutuhkan suatu sistem informasiu untuk berkomunikasi antara satu orang dengan yang lainnya dengan berbagai jenis alat fisik (Hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (Software), jaringan dan data yang tersimpan.
Seiring perkembangan zaman teknologin sistem informasi dan komunikasi,sistem informasi memberikan peran penting dalam suatu instalansi atau suatu organisasi sebagai kunci strategi dalam bisnis.
 
2.     Rumusan Masalah
 
Dalam menyusun makalah ini, perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.     Pengertian Sistem Informasi pada Organisasi
2.     Tujuan Sistem Informasi pada Perusahaan
3.     Fungsi Sistem Informasi pada Perusahaan
4.     Jenis-jenis Sistem Informasi
   
3.     Metode Penelitian
 
Metode yang digunakan adalah pengembangan wawasan dan pengembangan dari situs web.
 
4.     Tujuan Penulisan
 
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini sebagai berikut :
1.     Untuk memenuhi tugas Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
2.     Untuk menambah wawasan
3.     Meningkatkan keterampilan di bidang IT
 
 
 
 
 
 BAB II
PEMBAHASAN
1.   Pengertian sistem informasi pada organisasi
 
Sistem informasi adalah program kontrol dan alat pengendali antara komputer dan pemakainya  untuk mengambil keputusan serta  menjalankan oprasional perusahaan dan merupakan kombinasi dari orang teknologi informasi yang terorganisasi. Sistem informasipada organisasi dan teknik informatika  menjadi komponen yang penting dalam  keberhasilan suatu organisasi maka dari itu setiap organisasi wajib memiliki sistem informasi.
 
2.   Tujuan sistem informasi pada perusahaan adalah
1.     Memudahkan  komputer menjadi lebih nyaman dalam pemakinya.
2.     Menjadikan komputer dan pengunanya menjadi lebih efisien dan efektif
3.     Memudahkan orang dalam mengerjakan pekerjaan yang ada di organisasi.
 
3.   Fungsi sistem informasi pada sebuah perusahaan:
1.    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi
2.   Membangun sumber-sumber informasi bagi organisasi kepada pemakainya
3.   Menjadikan organisasi berwawasan luas
4.   Sebagai alat  atau sistem yang digunakan untuk berkomunikasi di dalam suatu organisasi tersebut
 
4.       Jenis-Jenis sistem informasi
a.      Berdasarkan interface /antar muka mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar user mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut
ü Text base shell Vs GUI
b.     Berdasarkan uses (Peruntukan)
ü Stand alone VS peruntukan
Contoh sistem informasi yang sering dipakai organisasi yaitu:
·        DOS
                 DOS adalah turunya kinerja sistem informasi
·        OS/2 (operating sistem 2)
Sukumpulan perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer
·        Machintos
Sistem oprasi komputer yang dibuat oleh APPLE komputer khusus untuk komputer machintos dan berbasis
·     Windows
Adalah  program yang sering dipakai pada suatu organisasi karna tetap orisinil atau tidak mudah dibajak.
·        Linux
Adalah  program yang lebih murah dibanding sistem oprasi komersial dan belum banyak orgnisasi yang menggunaknya karna susah di bajak.
 
5.       Sejarah sistem informasi pada organasi
 
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 
Dari pembahasan diatas, kelompok kami menyimpulkan bahwa informasi suatu organisasi perlu diketahui oleh pihak yang membutuhkan. Walaupun sedikit demi sedikit karena informasi harus akurat, relevan dan tepat pada waktunya agar tidak terjadi kesalahan.
B.    Saran
Dalam pembuatan makalah ini kami banyak kekurangan atau kesalahan. Maka dari itu kami menghimbau agar para pembaca memberikan masukan berupa kritik maupun saran yang membangun agar makalah ini nantinya akan lebih bermanfaat di waktu sekarang maupun masa yang akan datang.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
http://abbdulazis.blogspot.co.id/2013/12/tugas-kkp-apsi.html
http://kangkunggenjer.blogspot.co.id/2011/06/depenisi-sejarah-sistem-informasi.html
http://www.hendrisetiawan.com/2014/07/contoh-makalah-apsi-analisa-perancangan_8.html
 



Attached Files
.pdf   (APSI) pada Organisasi Tugas Kelompok.pdf (Size: 473.83 KB / Downloads: 7)
Print this item

  Makalah Sistem Informasi Tugas Individu
Posted by: Tries Susanti - 03-29-2017, 02:48 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH APSI 
(ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI) 
KOMPUTER
 
 

 
 
“TUGAS INDIVIDU”
 
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah 
“Analisa Perancangan Sistem Informasi” 
 
 
 
 
Dosen Pembimbing : Bpk. Sutrisno
Kelas : 12.4E.21
 
Disusun Oleh  :
 
TRIES SUSANTI                        (12155547)
 
       
 
 
 
 
 
 
 
Jurusan Manajemen Informatika
AMIK BSI Purwokerto
Tahun Ajaran 2017/2018


Kata Pengantar


Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat allah SWT. karena dengan rahmat dan karunianyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Selawat dan salam juga kita panjatkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.
Komputer merupakan alat yang canggih yang memiliki banyak kegunaan untuk membantu pekerjaan manusia. Dengan komputer, banyak pekerjaan dapat dikerjakan secara efektif dan efisien. Komputer merupakan alat (benda Mati), sedangkan manusia adalah pengguna (user). Tanpa dioperasikan oleh manusia, komputer tidak bisa bekerja dengan sendirinya. Bagaimana agar komputer bisa bekerja sesuai dengan keinginan manusia? Alat apakah yang digunakan untuk memerintah komputer?  Agar kita dapat menjawab pertanyaan diatas marilah kita mempelajari dan memahami pembahasan yang dibahas dalam makalah ini.
Kami sadar bahwa makalah yang kami susun ini masih punya banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari bapak/ibu dosen, agar kami dapat belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya untuk kedua kalinya. Dan ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Harapan kami mudah-mudahan makalah ini dapat memenuhi harapan kita semua.



Purwokerto, 26 Maret 20017
 
Penulis                         



 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Kata Pengantar............................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang................................................................................................. 4
2.     Rumusan Masalah............................................................................................. 4
3.     Metode Penelitian............................................................................................. 4
4.     Tujuan Penulisan............................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
1.     Definisi Sistem Operasi................................................................................... 5
2.     Jenis-jenis Sistem Operasi................................................................................ 5
3.     Tujuan dan Fungsi Dasar Sistem Operasi........................................................ 7
4.     Komponen Utama Sistem Operasi.................................................................. 7
5.     Sistem Operasi dalam Masyarakat................................................................... 7
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan................................................................................................. 10
B.    Saran........................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 11
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BAB I
PENDAHULUAN 
 

1. Latar Belakang
 
Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.

2. Rumusan Masalah
 
       Dalam pembuatan makalah ini, kita dapat mengetahui rumusan-rumusan yang akan dibahas sebagai berikut :
1.     Kita bisa mengetahui tentang definisi sistem operasi
2.     Bisa menyebutkan apa saja jenis-jenis sistem operasi
3.     Dapat mengetahui tentang tujuan dan fungsi dasar sistem operasi
4.     Mengetahui komponen utama sistem operasi
5.     Menyebutkan sistem operasi dalam masyarakat
 
3. Metode Penulisan
 
       Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu wawasan dan pengetahuan yang berasal dari website.


4. Tujuan Penulisan
 
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas  Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Operasi di AMIK BSI Purwokerto.  Selain itu, agar kita dapat mengetahui lebih detail apa yang dimaksud dengan sistem operasi komputer dan jenis-jenisnya.
 






 
 
 
 
 
 
 
 

BAB II
PEMBAHASAN
 
1.    Definisi Sistem Operasi
 
Sistem operasi (Operating System/OS) adalah seperangkat progam yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer atau hardware, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak atau software. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer.
 
Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan progam aplikasi pada komputer mereka, kecuali progam aplikasi booting. Contoh sistem operasi modern adalah Linux, Andoid,iOS,Mac OS X,dan Microsoft Windows.
 
2.      Jenis Sistem Operasi
          Sistem Operasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu Sistem Operasi Open Source dan juga Sistem Operasi Closed Source :


· Sistem Operasi Open Source
Open source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan. Jika ada pembuat perangkat lunak yang tidak mengizinkan kode programnya diubah atau dimodifikasi, maka bukanlah disebut sebagai open source walaupun kode program dari perangkat lunak tersebut tersedia.
 
 Open source (kode program terbuka) dipopulerkan tahun 1998. Sejarah perangkat lunak open source lahir sejak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, dan MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.Sistem operasi open source dinggap menguntungkan, khususnya oleh para pengguna open source.

 
 
 Beberapa keuntungan dan kerugian dari open source :
 
Keuntungan
1.      Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek
2.      Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki
3.      Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi
4.      Lebih aman
5.      Hemat biaya
6.      Tidak mengulangi develop


 
Kekurangan
1.      Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
2.      Tidak adanya proteksi terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
 
·Sistem Operasi Closed Source
 
Close Source adalah Sistem operasi yang codenya tidak dibuka untuk umum, pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi dengan gratis maupun membayar. meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah sistem operasi tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka sistem operasi ini tidak open source.
 
Keuntungan Closed Source
1.      Kestabilan sistem terjamin karena ada penangung jawab resmi.
2.      Support langsung dari pemilik aplikasi /program.
3.      Mudah mendapatkan sertifikasi.
4.      Lebih mudah digunakan / dipelajari / dipahami karena mayoritas pengguna menggunakannya ( pada daerah tertentu ).
 
Kekurangan Closed Source
1.      Tidak ada support khusus / langsung dari pembuat (developer).
2.      Celah yang terbuka, bisa dimanfaatkan untuk pengambilan informasi.
3.  Sosialisasi pemakaian, agak sulit, karena umumnya pengguna menggunakan close source    (e.g.Windows),hanya pada daerah tertentu).
4.      Sulit untuk mendapatkan sertifikasi.
5.      Adanya lisensi yang mengharuskan pengguna untuk menyediakan dana /financial.
6.      Pengembangan terbatas.
7.      Diperlukan antivirus.
8.      Aplikasi umumnya tersedia berbayar.
9.      Deteksi kelemahan aplikasi menunggu feedback dari pengguna.
 
 
 
3.    Tujuan dan Fungsi Dasar Sistem Operasi
Sistem operasi diharapkan mempunyai 2 tujuan yaitu :
1.                    Kenyamanan   : suatu sistem operasi membuat komputer lebih mudah untuk digunakan
2.                    Efisien             : suatu sistem operasi memungkinkan sumber daya sistem komputer dapat digunakan dengan cara yang efisien
 
 
Sistem operasi memiliki  4 fungsi dasar yaitu :
 
1.     Menjembatani hubungan antara hardware dan progam aplikasi yang dijalankan
2.     Mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh user dan berbagai program aplikasi (Resources Allocator)
3.     Sebagai program pengendalian yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan computer yang tidak perlu (sebagai guardian yang menjaga computer dari berbagai kemungkinan kerusakan)
4.      Manajemen sumber daya hardware, seperti mengatur memori, printer, cdrom, dll.
 
4. Komponen Utama Sistem Operasi
Sistem operasi modern mempunyai komponen utama yaitu :
1.     Kernel
2.     File
3.     User Interface
 
5. Sistem Operasi dalam Masyarakat
·        Windows
Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft, dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis.
Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS.
 
 
 
 
·        Unix
Termasuk sistem operasi yang paling awal ada untuk komputer. Merupakan induk dari sistem operasi linux. Unix atau UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA), UNIX didesain sebagai Sistem Operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user.
 
 
·        Linux
Linux adalah sebuah cloning UNIX, ditulis benar-benar dari bawah lebih dari satu decade lalu. Linux sama dengan BSD dalam banyak hal, namun BSD telah mempunyai budaya yang telah lama, serta lebih ramah terhadap dunia komersial. Sistem Operasi ini dibuat oleh Linus Torvald dan berkembang sedemikian cepatnya sehingga hampir bisa melampaui jumlah pengguna Windows di dunia. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundle dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
 
1.     RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
2.     Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya.
3.      Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
4.     Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
5.     SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
6.      Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
7.      WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
A.  Kesimpulan
 
Sistem operasi adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu sistem operasi.
 
B.     Saran
 
Makalah ini dijadiakan awal proses pembelajaran tentang Sistem Operasi, agar dikesempatan berikutnya menjadi lebih baik, baik secara pembahasan, penjelasan dan penulisannya yang belum tercapai.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
https://harisnabu.wordpress.com/2013/05/11/sistem-operasi-open-source/
https://id.wikipedia.org/wiki/Symbian_OS
https://id.wikipedia.org/wiki/Apple_Inc.#Macintosh
https://id.wikipedia.org/wiki/Mac_OS
https://www.google.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Microsoft_Windows#Windows_2000



Attached Files
.pdf   APSI TUGAS INDIVIDU.pdf (Size: 376.06 KB / Downloads: 9)
Print this item

  Makalah SIM APSI Kelompok
Posted by: Yuli Karlinda - 03-28-2017, 03:53 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN
 
 
 
                                                             
 
 
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah
Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
 
1. Yuli Karlinda                                          (12155571)
2. Menuk Salatri                                         (12155593)
3. Meita Prima Wulandari                           (12155383)
4. Intan Pruliwati                                        (12155426)
5. Giantika Satiti                                         (12155389)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jurusan Manajemen Informatika
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer
Bina Sarana Informatika
2016
KATA PENGANTAR

 
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan bimbingan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini digunakan untuk berbagi informasi kepada kita semua tentang sistem informasi .Selain itu, juga untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah analisa dan perancangan sistem informasi. Juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Sutrisno selaku dosen pengajar mata kuliah Analisa dan Perancangan Informasi Manajemen.
 
2.      Teman-teman kelas 12.4E.21 semua yang telah mendukung dan memberi semangat kepada kami.
 
 Semoga bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada kami, akan mendapat balasan serta karunia dari Allah SWT.
kami selaku penyusun menyadari bahwa dalam proses penyusunan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penyusunanya. Namun demikian, penyusun telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penyusun dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan dan referensi bagi pembuatan laporan yang akan datang.
 
                                                                      
                                                                                    Purwokerto, 25 Maret 2017
                                                                                           
 
                                                                                                Penyusun
 
 
DAFTAR ISI
 
KATAPENGANTAR ............................................................................................ ...... 2
 
DAFTARISI ............................................................................................................ ...... 3
 
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 4  
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................... 4  
1.3 Identifikasi Masalah ................................................................................................... 5
 
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 6
2.1    Pengertian Sistem Informasi ..................................................................................... 6
2.2    Pengertian Sistem Informasi Manajemen .................................................................. 6
2.3    Sistem Informasi Manajemen berdasarkan Kegiatan Manajemen ............................. 7
2.4    Peranan Sistem Informasi Manajemen pada Sebuah Perusahaan .............................. 8
 
BAB III KESIMPULAN ........................................................................................ ...... 13
 
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ ...... 14
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1  Latar Belakang
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan. Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi. Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi memberikan peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga seringkali orang menggunakan keunggulan sistem informasi yang ia gunakan sebagai kunci strategi bisnis.
        Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
    Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan
 
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas makalah yang saya buat akan membahas tentang:
1.      Apa yang dimaksud dengan Sistem Informasi ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen ?
3.      Bagaimana Sistem Informasi Manajemen berdasarkan kegiatan manajemen ?
4.    Apa peran Sistem Informasi Manajemen pada sebuah Perusahaan?
 
1.3  Identifikasi Masalah
Dari rumusan masalah di atas dapat disimpulkan tujuan dan kegunaan dari makalah
ini adalah:
1.      Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa itu Sistem Informasi dan Sistem Informasi Manajemen
2.      Untuk mengetahui Sistem Informasi Manajemen berdasarkan kegiatan manajemen
3.      Untuk mengetahui peran Sistem Informasi Manajemen dari sebuah Perusahaan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Sejak permulaan peradaban, orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dengan menggunakan berbagai jenis instrumen/ alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan), dan data yang disimpan (sumber daya data).
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran(output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkanorganisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisispermasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru
Difinisi lain sistem informasi adalah berikut :
a.       Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
b.      Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
c.       Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
Secara umum, sistem informasi adalah kombinasi teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Dengan demikian, sistem informasi merupakan proses menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu.
Perkembangan sistem informasi melalui alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam empat golongan besar, yaitu:
1)      Peralatan manual, yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tangan manusia.
2)      Peralatan mekanik, yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual.
3)      Peralatan mekanik elektronik, yaitu peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik.
4)      Peralatan elektronik, yaitu peralatan yang bekerjanya secara elektronik.
 
2.2 Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
           Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
 
2.3 Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen
Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional. Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen. Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber daya.
Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi bisa diadakan.
Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi Organisasi. Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi untuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya,walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.
2.4 Peranan Sistem Informasi Manajemen pada Sebuah Perusahaan
Semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan informasi. Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi perusahaan lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan. Apabila sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah manajemen dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen. Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
 Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting. Pentingnya peranan informasi bagi pemimpin adalah untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan di masa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan informasi yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan.Manajemen menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan. Perencanaan terjadi sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi kebanyakan terjadi pada tingkat keputusan strategis dan taktis. Perencanaan banyak bergantung pada peramalan dan informasi dari luar.
Pengendalian merupakan hal membandingkan hasil aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan. Demikian pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan, sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirikan masalah bersama-sama dan bersama pula bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan perusahaan.   
Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi adalah :
1.      Mendukung Operasi Bisnis
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2.    Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3.    Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis  perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di pasar.
Penjelasan lebih mendalam mengenai fungsi utama sistem informasi dalam suatu organisasi akan dijelaskan pada bagian klasifikasi sistem informasi di bawah ini:
Klasifikasi Sistem Informasi Pada prakteknya, berbagai peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang (cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi, seperti :
a.    Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis
Sistem Informasi Operasi memproses data yang berasal dari dan yang digunakan dalam kegiatan usaha. Peranan sistem informasi untuk operasi bisnis adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas kantor secara efisien.
·         Transaction Processing Systems
Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
·         Process Control Systems
Sistem informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer.
·         Office Automation Systems
Office automation systems (OAS) mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation (OA) adalah word processing, surat elektronik (electronicmail),teleconferencing, dan lain-lain.

b.  Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen
Sistem informasi manajemen atau SIM (management information system) adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep SIM sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien oleh karena:
·         Menekankan pada orientasi manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision making).
·         Menekankan bahwa kerangka sistem (system framework) harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri.



Secara garis besar SIM terdiri dari 3 macam yakni:
·         Information Reporting Systems
Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2) secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.
·         Decision Support Systems
Decision support systems (DSS) merupakan kemajuan dariinformation reporting systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif, sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.
·         Executive Information Systems
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas. Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti (O’brien, 2000).
c.       Sistem Informasi untuk Keuntungan Strategis
Sistem informasi dapat memainkan peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu lama jika perusahaan itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa :
·         persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang sama,
·         ancaman dari perusahaan baru,
·         ancaman dari produk pengganti,
·         kekuatan tawar-menawar dari konsumen,
·         kekuatan tawar-menawar dari pemasok. Kelima faktor tersebut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun upaya pemasaran yang mengarah kepada competitive advantage strategies.
Beberapa strategi bersaing yang dapat dibangun untuk memenangkan persaingan adalah:
1.      Cost leadership (keunggulan biaya) – menjadi produsen produk atau jasa dengan biaya rendah.
2.      Product differentiation (perbedaan produk) – mengembangkan cara untuk menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dengan pesaing.
3.      Innovation – menemukan cara baru untuk menjalankan usaha, termasuk di dalamnya pengembangan produk baru dan cara baru dalam memproduksi atau mendistribusi produk dan jasa.
Peran Strategis Untuk Sistem Informasi
Sistem informasi manajemen (SIM) dapat menolong perusahaan untuk :
1.      meningkatkan efisiensi operasional,
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low-cost leadership). Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar.
Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3. Membangun sumber-sumber informasi strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatihend users.
Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
KESIMPULAN
 
Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Sistem informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional,menunjang manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif organisasi.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sehingga bangunan piramida tersebut dapat menjadi pondasi bagi perusahaan untuk meningkatkan sistem manajemen dalam perusaan tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 



Attached Files
.pdf   Makalah Sistem Informasi Manajemen APSI Kelompok.pdf (Size: 386.03 KB / Downloads: 1)
Print this item

  Makalah Sistem Informasi Individual
Posted by: Yuli Karlinda - 03-28-2017, 03:44 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

                                       MAKALAH
                       ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
                             “SISTEM INFORMASI”
 
 
 
                                                             

 
 
 
 
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah
Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
 
                                                      Nama        : Yuli Karlinda
                                                      NIM          : 12155571
                                                      Kelas         : 12.4E.21
 
 
 
 
 
 
 
                                          Jurusan Manajemen Informatika
                           Akademi Manajemen Informatika dan Komputer
                                                Bina Sarana Informatika
                                                                 2016
 
 
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan bimbingan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini digunakan untuk berbagi informasi kepada kita semua tentang sistem informasi .Selain itu, juga untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah analisa dan perancangan sistem informasi. Juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Sutrisno selaku dosen pengajar mata kuliah Analisa dan Perancangan Informasi Manajemen.
 
2.      Teman-teman kelas 12.4E.21 semua yang telah mendukung dan memberi semangat kepada kami.
 
 Semoga bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada kami, akan mendapat balasan serta karunia dari Allah SWT.
kami selaku penyusun menyadari bahwa dalam proses penyusunan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penyusunanya. Namun demikian, penyusun telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penyusun dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan dan referensi bagi pembuatan laporan yang akan datang.
 
                                                                      
                                                                                    Purwokerto, 25 Maret 2017
                                                                                           
 
                                                                                                Penyusun
 
 
DAFTAR ISI
 
KATAPENGANTAR ............................................................................................ ...... 2
 
DAFTARISI ............................................................................................................ ...... 3
 
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 4  
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................... 4  
1.3 Identifikasi Masalah ................................................................................................... 4
 
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 5
2.1    Pengertian Sistem ...................................................................................................... 5
2.2    Karakteristik Sistem .................................................................................................. 5
2.3    Klasifikasi Sistem ...................................................................................................... 5
2.4    Konsep Dasar Informasi ............................................................................................ 6
2.5    Definisi Informasi ..................................................................................................... 6
2.6    Kualitas Informasi ..................................................................................................... 6
2.7    Konsep Dasar Sistem Informasi ......................................................................... ...... 7
2.8    Komponen Sistem Informasi ............................................................................. ...... 7
2.9    Jenis-jenis Sistem ............................................................................................... ...... 8
2.10Pengembangan Sistem ....................................................................................... ...... 9
2.11Contoh Sistem Informasi ................................................................................... ...... 9
2.12Kemampuan Utama Sistem Informasi ............................................................... ...... 10
2.13Analis Sistem ..................................................................................................... ...... 10
2.14Peranan Analis Sistem ........................................................................................ ...... 10
2.15Tugas Analis Sistem ........................................................................................... ...... 10
 
BAB III KESIMPULAN ........................................................................................ ...... 12
 
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ ...... 13
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1             Latar Belakang
 
Sistem informasi dan teknologi komputer berkembang sangat pesat sejalan
dengan besarnya kebutuhan terhadap informasi. Perkembangan teknologi infomasi
tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi komputer, karena komputer
merupakan media yang dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan. Perubahan dan dinamika masyarakat yang semakin
cepat seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi sehingga memerlukan
kualitas informasi yang akurat, cepat dan tepat. Teknologi informasi adalah salah satu
contoh produk teknologi yang berkembang pesat yang dapat membantu manusia
dalam mengolah data serta menyajikan sebuah informasi yang berkualitas. Untuk
menyediakan informasi tersebut, diperlukan suatu alat bantu atau media untuk
mengolah beraneka ragam data agar dapat disajikan menjadi sebuah informasi yang
bermanfaat dengan kemasan yang menarik dan berpedoman pada kriteria informasi
yang berkualitas.
Setiap instansi perusahaan, pemerintah maupun pendidikan pasti
membutuhkan suatu sistem informasi didalam menjalankan aktifitas kerjanya
sehingga lebih teratur dan terarah dengan waktu yang lebih efisien.
 
1.2             Rumusan Masalah
 
1.      Apakah pengertian dan karakteristik dari Sistem ?
2.      Apakah pengertian dari Informasi ?
3.      Apakah pengertian Sistem Informasi ?
4.      Apa saja komponen Sistem Informasi ?
5.      Jelaskan jenis-jenis Sistem ?
6.      Bagaimanakah Pengembangan Sistem ?
7.      Jelaskan contoh dari Sistem Informasi ?
8.      Apakah definisi Analis Sistem ?
 
1.3             Identifikasi Masalah
 
1.      Mengetahui pengertian dan karakteristik dari Sistem
2.      Mengetahui pengertian dari Informasi
3.      Mengetahui pengertian Sistem Informasi
4.      Mengetahui  komponen Sistem Informasi
5.      Mengetahui  jenis-jenis Sistem
6.      Mengetahui  Pengembangan Sistem
7.      Mengetahui  contoh dari Sistem Informasi
8.      Mengetahui  definisi Analis Sistem
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
2.16       Pengertian Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan suatu sistem:
·         Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur:
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur
yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu
·         Pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponennya:
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu
 
2.17       Karakteristik Sistem
 
·         Mempunyai komponen
·         Batas sistem
·         Penghubung
·         Masukan
·         Keluaran
·         Pengolah/proses
·         Lingkungan luar sistem
·         dan sasaran atau tujuan.
 
2.18       Klasifikasi Sistem
 
1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik
(physical system)
- Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau
ide yang tidak tampak secara fisik, Ex : Norma Kehidupan
- Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik
2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan
(human made system)
- Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses
alam
- Sistem buatan adalah sistem yang dirancang oleh
Manusia
3.      Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem
tak tentu (probabilistic system)
- Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang
sudah dapat diprediksi
- Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa
depannya tidak dapat diprediksi.
 
 
4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka
(open system)
- Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak
berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan
luarnya.
- Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luarnya
 
2.4Konsep Dasar Informasi
 
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
 
2.5Definisi Informasi
 
Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
 
2.6Kualitas Informasi
Tergantung pada 3 hal yaitu :
1.      Akurat
Berarti informasi harus bebas dari kesalahankesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi  gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :
– Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
– Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
– Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
2.      Tepat pada waktunya
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang
(terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologiteknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
 
 
 
3.      Relevan
informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai
sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan
adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik
perusahaan.
 
4.      Ekonomis
informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan
dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat
ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai
efektivitasnya.
 
2.7Konsep Dasar Sistem Informasi
Definisi sistem informasi adalah :
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi lain sistem informasi adalah :
Kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
 
2.8Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali (keamanan). Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
1.      Blok masukan
Mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
2.      Blok model
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis
data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.      Blok keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
4.      Blok teknologi
merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
5.      Blok basis data
Merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
6.      Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
 
2.9Jenis-jenis Sistem
1.      Transaction Processing Systems (TPS)
Adalah Sistem Informasi yang terkomputerisasiyang dikembangkan untuk
memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan external dan pimpinan bisa melihat data yang dihasilkan oleh TPS secara langsung.
2.      Office Automation System (OAS)
OAS digunakan untuk mendukung pekerja data. Biasanya tidak menciptakan hal baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum membagikannya atau menyebarkannya secara keseluruhan, dengan organisasi dan kadang-kadang diluar itu. Contoh : Word Processing, Spreadsheets, electronic Schedule, Email, Video Conference
3.      Knowledge Work Sistem (KWS)
KWS digunakan untuk mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, Insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka keorganisasi atau masyarakat
Contoh : autocad untuk insinyur
4.      Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM adalah sistem informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia dan komputer. SIM mendukung tugas-tugas yang lebih luas dari TPS termasuk analisa keputusan dan pembuat keputusan. Untuk mengakses informasi, pengguna SIM membagi basis data, basis data menyimpan data dan model yang membantu pengguna menginterpretasikan dan menerapkan data-data tersebut.
SIM Menghasilkan output informasi yang digunakan untuk membuat keputusan. SIM juga dapat membantu menyatukan beberapa informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi.
5.      Decision Support System (DSS)
Memiliki fungsi untuk mendukung pembuatan keputusan diseluruh tahaptahapnya,
meskipun keputusan aktual masih merupakan wewenang ekslusif pembuat keputusan.
Hampir sama dengan SIM tradisional karena keduanya sama-sama tergantung pada basisdata sebagai sumber data.
6.      Expert System dan Artificial Inteligent
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan
pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi.
Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
7.      Group Decision Support Sistem
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu
solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
8.      Computer-Supported Colaborative Work System
9.      Excecutive Support Systems
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
2.10     Pengembangan Sistem
Dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada.
Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :
§  Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,
§  Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
§  Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah).
§  Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
2.11     Contoh Sistem Informasi
§  Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
§  Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
§  Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
§  Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.
§  Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.
2.12     Kemampuan Utama Sistem Informasi
§  Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
§  Menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
§  menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
§  Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
§  Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
§  Mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
§  Mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
§  Pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
2.13     Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem
§  Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
§  Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
2.14     Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
• Sebagai konsultan
• Sebagai ahli pendukung
• Sebagai agen perubahan
2.15     Tugas Analis Sistem
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah Sebagai berikut :
§  Mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
§  Menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
§  Merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
§  Menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
§  Mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
KESIMPULAN
 
Setelah membaca uraian di atas maka dapat saya simpulkan, bahwa perkembangan informasi sudah ada sejak zaman dahulu. Akan tetapi ketika dulu tidak semaju seperti sekarang. Dulu penyampaian informasi dimulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti. Bahkan pada tahun 1940 saat perang dunia ke 2 sistem informasi digunakan oleh militer untuk pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen. Pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen ini disimpan dalam bentuk magnetic tape.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi pengembangan sistem informasi baik dari intrenal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut yaitu teknologi eksternal dan internal, serta bisnis eksternal maupun internal. Bisnis eksternal menyangkut tentang pasar, pelanggan, perusahaan, pemerintah, dan perangkat hukum. Sedangkan bisnis internal meliputi struktur organisasi, infrastruktur atau aset, proses, sumber daya manusia, serta budaya perusahaan. Adapun teknologi eksternal yaitu ilmu pengetahuan, dan teknologi yang berkembang dalam lingkungan eksternal organisasi. Dan teknologi internal meliputi software, hardware, aplikasi, dan infrastruk.
Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, ada pula faktor pertimbangan dalam perencanaan sistem. Di antaranya yaitu lingkungan di mana organisasi harus melakukan fungsi, struktur organisasi hirarki, spesialisasi, standar prosedur operasi, budaya dan politik organisasi, riwayat organisasi: investasi dalam bidang teknologi informasi yang telah dilakukan, skill yang dimiliki, program-program penting, dan sumberdaya manusia, dan lain-lain. Juga ada pendekatan pengembangan sistem informasi, serta tahap pengembangan sistem informasi.
Jadi kesimpulan yang saya ambil dari tugas makalah ini adalah perkembangan sistem informasi sudah ada sejak zaman dahulu, namun tidak sepesat seperti sekarang ini. Majunya pengembangan sistem informasi dipengaruhi oleh canggihnya teknologi yang semakin waktu kian pesat, serta tingginya kebutuhan masyarakat, maka semakin cepat pula sistem informasi berkembang.
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/BAB%20I.pdf
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/385/jbptunikompp-gdl-cepyekakur-19223-7-bab1.pdf

Print this item

  Makalah Sistem Informasi 12.4E.21
Posted by: Menuk Salatri - 03-28-2017, 01:20 PM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
“SISTEM INFORMASI MANAJEMEN”
 
[img=846x19]file:///C:\Users\SUSWAT~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg[/img]
 
Disusun oleh :
Menuk Salatri  (12155593)
Dosen Pembimbing :
Bpk. Sutrisno
AMIK BSI PURWOKERTO
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
TAHUN AJARAN 2015/2016
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I                    PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang
B.                Tujuan
C.                Manfaat
BAB II            PEMBAHASAN
A.                   Definisi Sistem
B.                   Karakteristik Sistem
C.                   Klasifikasi Sistem dan Tahapan Siklus Hidup Sistem
D.                   Pengenalan Sistem Informasi
E.                    Definisi Manajemen
F.                    Definisi Sitem Informasi Manajemen
G.                   Macam-macam Sistem Informasi
BAB III     PENUTUP
A.                   Kesimpulan
B.                    Saran
BAB IV     DAFTAR PUSTAKA
 
 
 
 
 
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah analisa dan perancangan sistem informasi ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah analisa dan perancangan sistem informasi pada semester IV di AMIK BSI Purwokerto. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah, antara lain kepada :
1.      Bapak Sutrisno selaku dosen pembimbing mata kuliah analisa dan perancangan sistem informasi yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta motivasi dalam penyusunan makalah ini.
2.      Teman-teman 12.4E.21 yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
3.      Orang tua yang telah memberi dukungan baik material maupun non-material dalam penyusunan makalah ini.
4.      Semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini yang tak dapat saya sebutkan satu-persatu.
Saya selaku penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik itu dalam penulisan maupun dalam penyusunan dan yang lainnya, maka dari itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca agar saya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Dan penyusun juga berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca atau bagi penyusun secara pribadi.
 
 
 
 
Purwokerto, 27 Maret 2017
 
        ttd
                                                                        Menuk Salatri
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah
Informasi sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk juga dalam kehidupan bisnis.dengan informasi manusia dapat memperoleh apa yang telah terjadi pada lingkungannya bahkan dari luar lingkungannya. Informasi dari berbagai unsur perusahaan menjadi perhatian bagi para manajer perusahaan dalam pelaksanaan transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan.
Tanpa informasi internal maupun informasi eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Kemajuan alat komunikasi yang pesat semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.
Oleh karena itulah focus utama dari system informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan.
I.2. Tujuan
Untuk mengetahui seberapa penting sistem informasi manajemen dalam bisnis.
I.3. Manfaat
a.       Bagi Penulis
Sebagai pelatih dan pembelajaran dalam pembuatan makalah serta sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi.
b.      Bagi Program Studi
Sebagai tambahan informasi dan untuk menambah kepustakaan pada Program Studi D3 Manajemen Informatika AMIK BSI PURWOKERTO sehingga bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.
c.       Bagi Pembaca
Sebagai tambahan pengetahuan mengenai Sistem Informasi Manajemen.
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Sistem
Menurut Gordon B. Davis:
Sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, alat, konsep dan prosedur yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama.
Menurut Raymond Mc. Leod:
Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
B.     Karakteristik Sistem
1.      Komponen ( component )
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang artinya bekerja sama membentuk satu kesatuan komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau bagian dari sistem.
2.      Lingkungan luar ( environment )
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem
3.      Batasan (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luar.
4.      Jalinan ( interface )
merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan subsistem yang lainnya.
5.      Masukan ( input )
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukkan dapat berupa maintenance input dan signal input.
6.       Proses ( process )
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.
7.       Keluaran ( output )
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
8.      Sasaran / Tujuan ( goal )
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukkan yang dibutuhkan dan keluaran sistem yang akan dihasilkan oleh sistem itu sendiri
C.     Klasifikasi Sistem dan Tahapan Siklus Hidup Sistem
Klasifikasi sistem :
a.       Sistem abstrak vs Sistem fisik
b.      Sistem alamiah vs Sistem buatan manusia
c.       Sistem probabilistik vs Sistem deterministik
d.      Sistem tertutup vs Sistem terbuka.
Definisi siklus hidup sistem
Proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem, sub sistem informasi berbasis komputer.
Tahapan di dalam siklus hidup sistem
a.       Perencanaan (Planning)
b.      Analisis (Analisa)
c.       Perancangan (Design)
d.      Penerapan dan Penggunaan (Implementasi)
D.    Pengenalan Sistem Informasi
Definisi Sistem Informasi :
Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan.
Komponen sistem informasi :
1.      Perangkat keras (Hardware)
2.      Perangkat lunak (Software)
3.      Database
4.      Prosedur
5.      Personil / Orang
6.      Jaringan komputer dan komunikasi data
Tool Blok Perancangan Sistem Informasi :
1.      Blok Input : Alat yang digunakan untuk menerima data. Contoh : Keyboard, mouse,scanner, kamera,dll.
2.      Blok Output : Alat yang digunakan untuk menghasilkan keluaran. Contoh : Printer,Monitor.
3.      Blok Model : Menyangkut materi pemrograman. Aplikasi sains digunakan pemrograman yang menggunakan rumus matematika yang sulit. Aplikasi Bisnis digunakan untuk mengolah data.
4.      Blok Teknologi : Tingkat teknologi yang diperlukan sistem informasi, termasuk penggunaan internet.
5.      Blok Database : Database yang disusun sangat dipengaruhi oleh kompleksitas organisasi/Perusahaan.
6.      Blok Kontrol : Aspek pengamanan sistem informasi. Pengamanan fisik menyangkut pengamanan terhadap kebakaran, gempa bumi,sabotase, dll. Pengamanan non fisik menyangkut pengamanan terhadap serangan virus, software,dll.
E.     Definisi Manajemen
Menurut Encyclopedia of the Social Science:
Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Menurut Manullang:
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan,pengorganisasian, penyusunan, pengarahan,dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah di tetapkan.
F.      Definisi Sitem Informasi Manajemen
Definisi SIM menurut Gordon B. Davis
SIM adalah sistem manusia / mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.
Definisi SIM menurut George M. Scott
SIM adalah kumpulan dari interaksi sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasi
G.    Macam-macam Sistem Informasi
Macam-macam Sistem Informasi:
a.       Sistem Reservasi Tiket Pesawat Terbang
b.      Sistem Penjualan Kredit Kendaraan Bermotor
c.       Sistem POS (Point-of-sale)
d.      Sistem layanan akademis berbasis web
e.       E-Government atau Sistem Informasi pemerintahan berbasis Internet
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada umumnya Sistem Informasi Manajemen sangat banyak kegunaan bagi perusahan dalam mengambil suatu keputusan. Baik itu perusahan yang sudah maju(besar) ataupun perusahan yang sedang berkembang(kecil).
B.     Saran
Untuk menyempurnakan pembuatan makalah kedepannya, saya mengharapkan adanya saran dari semua pihak dosen maupun seluruh mahasiswa  yang membaca makalah ini terhadap kekurangan yang terdapat dalam makalah ini.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
 
BSI. (2016). Modul SIM Semester 3. Jakarta.
 
 
 
 
 
 
 
 



Attached Files
.pdf   MAKALAH ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI.pdf (Size: 399.06 KB / Downloads: 0)
Print this item

  INTAN PRULIWATI (12155426) TUGAS APSI
Posted by: intanp - 03-28-2017, 08:54 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAGEMENT
 
 
[img=275x365]file:///C:/Users/ASUS/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif[/img]
DISUSUN OLEH
NAMA      : INTAN PRULIWATI
NIM           : 12155426
KELAS     : 12.4E.21
 
 
 
AKADEMI MANAGEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA
KATA PENGANTAR
 

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi ini dengan baik dan tepat waktu.
Saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada dosen mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi. Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik itu dalam penulisan maupun dalam penyusunan dan yang lainnya. Maka dari itu saya mengharapakan kritik dan saran dari para pembaca agar saya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada.
Saya berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca atau bagi saya sendiri selaku penyusun.
 
 
Purwokerto, 26 Maret 2017
 
 
Penyusun
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR  ........................................................................................................... 2
DAFTAR ISI  ......................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN 
A.   LATAR BELAKANG ............................................................................................... 4
B.    RUMUSAN MASALAH  .......................................................................................... 4
C.    TUJUAN  .................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN INFORMASI  .................................................................................. 5
B.    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI  ................................................................... 5
C.    SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJER  .......................................................... 7
D.   PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAGEMEN  ....................................... 7
E.    PERANAN SISTEM INFORMASI MANAGEMEN BAGI PERUSAHAAN  ..... 9
BAB III PENUTUP
A.   KESIMPULAN .......................................................................................................... 11
B.    SARAN  ...................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA  ............................................................................................................ 12
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.   LATAR BELAKANG
Seiring berkembangnya teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, setiap orang dituntut untuk dapat memiliki ketrampilan teknologi khususnya komputer. Komputer sangat dibutuhkan dalam menciptakan ataupun memperoleh informasi dari berbagai sumber dan untuk berbagai kepentingan terutama dalam suatu perusahaan.
Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain fleksibel, efektif dan efisien, sedangkan sistem informasi managemen merupakan serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan mampu mentransformasi data menjadi informasi melalui berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer.
Sistem informasi managemen sudah ada sejak dahulu sebelum hadirnya teknologi berbasis kompuuter. Akan tetapi dizaman sekarang dengan adanya komputer akan lebih memudahkan segala hal tanpa membutuhkan waktu yang lama.
 
B.    RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, maka diperoleh suatu rumusan masalah :
1.     Apakah pengertian informasi?
2.     Apakah pengertian sistem informasi?
3.     Apakah sistem informasi untuk manajer?
4.     Apakah pengertian sistem informasi managemen?
5.     Apakah peranan sistem informasi managemen dalam perusahaan?
 
C.   TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui tentang:
1.     Pengertian informasi.
2.     Pengertian sistem informasi.
3.     Sistem informasi untuk manajer.
4.     Pengertian sistem informasi managemen.
5.     Peran sistem informasi managemen dalam perusahaan.
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
A.   PENGERTIAN INFORMASI
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya.
Secara Etimologi, kata informasi ini berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) mengambil istilah dari bahasa Latin yaitu informationem yang berarti “konsep, ide atau garis besar,”. Menurut pendapat Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak memiliki informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan terhadap seseoang dan dengan pengetahuan tersebut bisa menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang itu akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, informasi berarti:
1.     Penerangan,
2.     Pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu,
3.     Ling keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dibagian amanat-amanat itu.
Dari wikipedia, informasi merupakan pesan atau kumpulan pesan (ekspresi atau ucapan) yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.
B.    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan taknologi itu untuk mendukung operasi dan managemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algorotmik, data, dan teknologi.
Ada beberapa pengertian sistem informasi menurut para ahli:
1.     Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi. (Mc. Leod)
2.     Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kapada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. (Tata Sutabri, Kom.,MM)
3.     Sistem inforamasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan. (Kertahadi (2007))
 
Jenis-jenis sistem informasi:
1.     Sistem Informasi Managemen, digunakan pada sasaran kalangan manajerial di suatu perusahaan.
2.     Sistem Informasi Eksekutif, arus informasi suatu organisasi atau perusahaan yang berada pada level eksekutif.
3.     Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System), menyediakan informasi dari transaksi keuangan.
4.     Sistem Informasi Keuangan, berisi segala data transaksi keuangan dari sebuah perusahaan, yang nantinya bisa terintegrasi pula dengan sistem informasi akuntansi.
5.     Sistem Informasi Manufaktur, digunakan pada perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dan juga produksi, terutama produksi barang.
6.     Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, berhubungan dengan bagian personalia, atau HR dari suatu perusahaan dan juga organisasi.
7.     Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information System), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran dal lainnya.
 
 
 
Manfaat sistem informasi :
§ Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
§ Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
§ Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
§ Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
§ Mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
§ Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
§ Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
§ Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
 
C.   SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJER
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang dan pendek, pengendalian managemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru diproses guna pengidentifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan pengecualian yang memperoleh perhatian managemen. Semakin tinggi lapisan managemen akan semakin cenderung menggunkan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian managemen.
 
D.   PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAGEMEN
Sistem informasi managemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi managemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Sistem informasi managemen dibedakan dengan sistem inforamasi karena sistem informasi managemen digunakan untuk menganalisis sistemn informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode managemen informatika yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Ada beberapa pengertian sistem informasi managemen menurut beberapa ahli:
1.     Sistem informasi managemen adalah pengembangan dan penggunaan sitem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi. (Kroenke, David, 1989)
2.     Sistem informasi managemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi terdebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laoran khusus dan output dari simulasi matematika. Informasi digunakan oleh pengelola maupun staff lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah. (Mc. Leod, 1995)
3.     Sistem informasi managemen merupakan metode formal yang menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada managemen untuk mempermudah proses penga,bilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan, operasi secara efektif dan pengendalian. (Stoner, 1996)
4.     Sistem informasi managemen adalah desain yang efektif, pengiriman dan pengguanaan sistem inforamasi dalam organisasi. (Peter Keen)
5.     Sistem informasi managemen adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi. (James Alter 1992)
Karakteristik sistem informasi managemen:
·        Beroperasi pada tugas-tugas terstruktur, yaitu pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas; prosedur aturan pengambilan keputusan dan arus informasi.
·        Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
·        Menyediakan laporan dan kemudahan akses. Berguna bagi para pengambil keputusan.
 
Fungsi sistem informasi managemen:
Fungsi utama diterapkannya sistem informasi manajemen pada suatu organisasi yaitu sebagai berikut:
1.     Mempermudah pihak managemen untuk dapat melakukan suatu perencanaan, pengawasan, pengarahan serta pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.
2.     Untuk meningkatkan sebuah efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat serta tepat waktu.
3.     Untuk meningkatkan suatu produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
4.     Untuk meningkatkan kualitas SDA karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.
 
Tujuan dari sistem informasi managemen:
·        Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
·        Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
·        Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
 
 
E.    PERAN SISTEM INFORMASI MANAGEMEN BAGI PERUSAHAAN
Peran sistem informasi managemen nagi perusahaan antara lain:
a.      Mendukung operasi bisnis
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dan kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan yang cepat menjadi penting, maka kemampuan sistem informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengistegrasikan berbagai informasi ke berbagai fungsi bisnis menjadi penting.
b.     Mendukung pengambilan keputusan managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem informasi akan membantu para manajermembuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
Sistem informasi managemen adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep sistem informasi managemen adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep sistem informasi managemen sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien, oleh karena itu,
-         Menekankan pada orientasi managemen dari pemrosesan informasi pada bisnis yang bertujuan mendukung pengambilan keputusan managemen (management decision making)
-         Menekankan bahwa kerangka sistem harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri.
 
c.      Mendukung keunggulan strategi
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing di pasar. Sistem informasi dapat memainkan peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu lama jika perusahaan itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa:
-         Persaingan dari para pesaing yang berada diindustri yang sama,
-         Ancaman dari perusahaan baru,
-         Ancaman dari produk pengganti,
-         Kekuatan tawar menawar dari konsumen,
-         Kekuatan tawar menawar dari pemasok.
Kelima faktor tersebut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun upaya pemasaran yang mengarah kepada competitive advantage strategi.
Beberapa strategi bersaing yang dapat dibangu ntuk memenangkan persaingan adalah:
1.     Cost leadership (keunggulan biaya), menjadi produsen produk atau jasa dengan biaya rendah.
2.     Product differentiation (perbedaan produk), mengembangkan cara untuk menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dari pesaing.
3.     Innovation, menemukan cara baru untuk menjalankan usaha, termasuk didalamnya pengembangan produk baru dan cara baru dalam memproduksi atau mendistribusi produk dan jasa.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
A.   KESIMPULAN
Sistem informasi managemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi managemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Pengembangan sistem informasi managemen canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi.
Sistem informasi managemen mempunyai peran mendukung operasi bisnis, mendukung pengambilan keputusan, dan mendukung keunggulan strategi bagi perusahaan.
 
B.    SARAN
Pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan sumber yang diperoleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum. Namun dari isi makalah ini penulis memberikan saran kepada perusahaan-perusahaan untuk menerapkan sistem informasi managemen untuk kestabilan dan perkembangan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 
 
 
 
 
 
 



Attached Files
.docx   tugas APSI.docx (Size: 426.3 KB / Downloads: 1)
Print this item

  MEITA PRIMA WULANDARI (12155383)
Posted by: meitapw - 03-28-2017, 08:51 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies


.docx   MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAGEMENT MEITA.docx (Size: 425.03 KB / Downloads: 1)
.docx   MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAGEMENT MEITA.docx (Size: 425.03 KB / Downloads: 1) MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAGEMENT

 
 
[img=275x365]file:///C:/Users/ASUS/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif[/img]
DISUSUN OLEH
NAMA      : MEITA PRIMA WULANDARI
NIM           : 12155383
KELAS     : 12.4E.21
 
 
 
AKADEMI MANAGEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA
KATA PENGANTAR
 

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi ini dengan baik dan tepat waktu.
Saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada dosen mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi. Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik itu dalam penulisan maupun dalam penyusunan dan yang lainnya. Maka dari itu saya mengharapakan kritik dan saran dari para pembaca agar saya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada.
Saya berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca atau bagi saya sendiri selaku penyusun.
 
 
Purwokerto, 27 Maret 2017
 
 
Penyusun
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR  ........................................................................................................... 2
DAFTAR ISI  ......................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN 
A.   LATAR BELAKANG ............................................................................................... 4
B.    RUMUSAN MASALAH  .......................................................................................... 4
C.    TUJUAN  .................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A.   Sistem Informasi Manajemen .....................................................................................5
B.     Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen.......................................................6
D.    Fungsi, Tugas dan Tujuan SIM..................................................................................11
 
BAB IV PENUTUP
A.   Kesimpulan ............................................................................................................12
B.    Saran ......................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.   LATAR BELAKANG
Seiring berkembangnya teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, setiap orang dituntut untuk dapat memiliki ketrampilan teknologi khususnya komputer. Komputer sangat dibutuhkan dalam menciptakan ataupun memperoleh informasi dari berbagai sumber dan untuk berbagai kepentingan terutama dalam suatu perusahaan.
Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain fleksibel, efektif dan efisien, sedangkan sistem informasi managemen merupakan serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan mampu mentransformasi data menjadi informasi melalui berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer.
Sistem informasi managemen sudah ada sejak dahulu sebelum hadirnya teknologi berbasis kompuuter. Akan tetapi dizaman sekarang dengan adanya komputer akan lebih memudahkan segala hal tanpa membutuhkan waktu yang lama.
B.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan kami bahas antara lain :
1. Mengapa kita perlu mempelajari Sistem Informasi Manajemen ?
2. Bagaimana System Informasi Manajemen mengubah Bisnis ?
 
C.   TUJUAN
Untuk mengetahui seberapa penting sistem informasi manajemen dalam bisnis.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
A.   Sistem Informasi Manajemen
 
Sistem merupakan suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan bersama-sama beroperasi mencapai suatu tujuan tertentu didalam suatu lingkungan, sedangkanInformasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya danManajemen adalah ketatalaksanaan proses pengunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi Manajemen(SIM) adalah suatu system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. AdapunSIM juga dappat didefenisikan sebagai suatu pendekatan dalam menajemen untuk mengumplkan data, memproses dat tersebut dan menganalisnya untuk menghasilkan data dan menyajikan informasi sebagai landasan untuk pengambilan keputusan perusahaan.
 
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
 
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
 
B.     Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen
 
Bagi perusahaan-perusahaan besar, kepetingan system informasi manajemen rasanya sudah tidak dapat diabaikan. Sistem informasi menajemen dibeberapa perusahaan besar setidak-tidaknya memiliki 5 komponen, yaitu :
 
1.      Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing System)
Dimana system ini merupakan subsistem dari SIM yang melakukan proses penyesuaian (update) atas berbagai database yang terdapat dalam perusahaan dan menyajikannya dalam bentuk informasi terkini sebagaimana dibutuhkan oleh manajemen perusahaan. System pemprosesan data ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu batch processing dan online processing. Pemprosesan data secara batch adalah pengaupdatean database melalui pengumpalan data pada satu periode tertentu untuk kemudian dilakukan update pada satu waktu tertentu secara serentak. Pemprosesan data secara online adalah pendekataan yang melakukan update terus-menerus mengikuti proses pemasukan data yang terbaru.
2.      Sistem Pelaporan Manajemen (Management Reporting System)
Sisitem pelaporan manajemen mengumpulkan data untuk kemudian diproses untuk menghasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam menentukan perencanaan dan mengambil keputusan. Beberapa jenis pelaporan manajemen yang sudah dikenal dan dinyatakan, sebagai berikut :
a)  Laporan Detail (Detail Report). Laporan yang memuat informasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan waktunya serta informasi detail lainnya.
b)  Laporan Ringkas(Summary Report). Laporan ini memuat beberapa informasi penting yang diperlukan, yaitu pada manajemen pada level yang lebih tinggi.
c)  Laporan Pengecualian(Exception Report). Merupakan laporan yang menyampaikan beberapa penyimpangan atas strandar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
d)  Laporan Atas Permintaan(On Demand Report). Laporan ini dilaporkan atas dasar permintaan saja.
 
3.     Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan (Decision Support System)
System ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus dalam perusahaan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan “bagamana apabila”. Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
 
Tujuan dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
- Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
- Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
- Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer dari pada efisiensinya.
 
Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
- Kegiatan intelijen,
- Kegiatan merancang,
- Kegiatan memilih dan menelaah.
 
Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat.
 
Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.
 
Perangkat lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan komputer dalam mencari solusi.
 
DSS digunakan dalam suatu perusahaan dengan alasan :
- Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
- Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
- Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
- Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.
 
Sedangkan Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain :
- Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
- Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
- Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
- Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
- Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
- Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
- Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
- Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
 
4. Sistem Otomasi Kantor (Office Automatic System)
Otomatisasi dalam bahasa Inggris disebut automation memiliki padanan kata mechanization dan computerization (Lernout & Hauspie Speech Products N.V., 1993). Automation memiliki dua makna yaitu 
a) the use of automatic equipment to save mental and manual labour (penggunaan peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga)
b) the automatic control of the manufacture of a product through its successive stages (kendali otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang sistematis).
 
Mechanization yang memiliki kata kerja mechanize memiliki arti give a mechanical caracter to (menerapkan sistem mekanis), dan compurization dengan kata kerja computerize mengandung makna yaitu
a) equip with a computer, install a computer in (menggunakan komputer)
b) store, perform, or produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau menghasilkan dengan komputer) (AND Complex for Windows, 1993).
 
Uraian definisi otomatisasi di atas, menunjukkan esensi makna otomatisasi yaitu proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dan akan kita bahas dalam sub bab yang akan datang.
 
Otomatisasi sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan komputerisasi. Hal ini mengisyaratkan bahwa otomatisasi berarti penggunaan alat-alat mekanis dan lebih khususnya komputer. Dengan kata lain, membahas otomatisasi berarti mengupas berbagai peralatan mekanis dan komputer, tentu saja dengan tetap memperhatikan relevansinya dengan objek yang diotomatisasi, dalam hal ini perkantoran. Terkait kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan (services) dalam perolehan, pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian informasi. Cakupan aktivitas perkantoran meliputi kegiatan-kegiatan seperti pencatatan, pembuatan dan pengolahan naskah (word processing); penyajian/display, pengelompokan/sortir, dan kalkulasi data (spreadsheet); pengelolaan database; melakukan perjanjian, pertemuan, dan penjadwalan (appointment); presentasi; korespondensi; dokumentasi; dan sebagainya.
 
Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000) menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk keperluan perkantoran.
 
Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi proses/kegiatan perkantoran. Seiring dengan desakan global dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut terselesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan akurat, kebutuahn peralihan metode dari manual ke otomatis sudah menjadi keniscayaan untuk segera dipenuhi. Namun, bukan berarti dengan serta merta meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi
                       
System otomasi kantor ini merupakan system komunikasi. Komunikasi dalam perusahaan dan kantor pada masa ini memanfaatkan jaringan computer untuk melakukan komunikasi satu sama lain melalui computer yang terkoneksi melalui jaringan tertentu. Dianatar system aplikasi ini adalah :
1. System Pemprosesan Kata(Word Processing System), yaitu system untuk mengirimkan pesan-pesan kepada pegawai-pegawai
 
2. Sistem Surat Elektronik(E-mail System), yaitu system untuk melakukan komunikasi secara langsung kepada staf lain sekalipun berbeda ruangan atau tempat.
 
3. Sistem Penjadwalan Depeartemen(Departement Scheduling System), yaitu system untuk melakukan penjadwalan pertemuan dan berbagai aktivitas dalam sebuah perusahaan.
 
4. Telepon Seluler(Celuler Phone), yaitu jasa pemakaina telepon yang bias digunakan dan dihubungkan dimanapun seseornag berada.
 
5. Sistem Peranta (Pager System), yaitu jasa pengiriman pesan singkat melalui operator tertentu.
 
5. Sistem Pintar (Expert System)
 
C. Fungsi, Tugas dan Tujuan SIM
Sistem Informasi Manajemen memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi pengumpulan data internal maupun eksternal perusahaan secara sistematik yang secra periodic mengalami penyesuaian, seperti data-data penjualan perusahaan secara periodic, barang-barang inventori, biaya harga, jumlah dan trend produksi, serta jumlah tenaga kerja didalam perusahaan. Dta-data eksternal seperti perilaku perusahaan pesaing, tren pasar, tren demografi termasuk didalamnya perilaku konsumen, hukum-hukum atau undang-undang yang diberlakukan dalam dunia bisnis, setra misalnya perubahan terjadi pada perusahaan penyuplai barang dan transportasi. Fungsi kedua adalah pemprosesan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. Data-datang yang telah dikumpul kemudian diklasifikasikan, diolah, dan dianlaisis atas dasar fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kepentingan perusahaan. Hasil dari kedua fungsi terseut kemudian disajikan dala suatu bentuk laporan yang membuat informasi-infomasi penting yang yang dibutuhkan perusahaan, terutamanya bagi pengambil keputusan dan manajemen perusahaan.
 
Selain dari fungsi utamanya Sistem Informasi Manajamen juga mempunyai tugas lain yang penting. Adapun tugas SIM sebagai berikut :
a. Pengelolaan Transaksi
b. Perencanaan Operasional
c. Perencanaa Teknis
d. Perencanaan Stategis
 
 
Tujuan Sisitem Informasi Manajemen adalah untuk meningkat efektivitas para menajer yang menggunakan Informasi tersebut. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan cara :
a. Mengusahakan sebanyak mungkin keputusan-keputusan yang diambil sebaai dasar tujuan organisasi.
b. Melancarkan semua kegiatan yang bersifat rutin agar dapat mengurai waktu supervisi.
c. Memeberi tanda sejauh mungkin sebagai peringatan untuk menghadapi kesukaran yang mungkin timbul diluar dugaan.
d. Menyajikan informasi kepada manajer yang akan membantu membuat keputusan yang lebih baik secara cepat dan tepat. Informasi harus jelas kepada manajer yang membutuhkan.
 
 
BAB III
PENUTUP
 
A.   KESIMPULAN
Sistem informasi managemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi managemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Pengembangan sistem informasi managemen canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi.
Sistem informasi managemen mempunyai peran mendukung operasi bisnis, mendukung pengambilan keputusan, dan mendukung keunggulan strategi bagi perusahaan.
 
B.    SARAN
Pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan sumber yang diperoleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum. Namun dari isi makalah ini penulis memberikan saran kepada perusahaan-perusahaan untuk menerapkan sistem informasi managemen untuk kestabilan dan perkembangan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
http://www.tugasku4u.com/2013/11/makalah-sistem-informasi-manajemen.html

Print this item

  Ali Nur Rachman.12155313, 12.4E.21. Makalah sistem informasi
Posted by: ali nur rachman - 03-28-2017, 07:44 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH
SISTEM INFORMASI
 
[img=513x513]file:///C:/Users/Z1401/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.png[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Disusun oleh:
Ali Nur Rachman (12155313)
12.4E.21
 
 
 
 
AMIK BSI PURWOKERTO
2017


KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun dan menyajikan Makalah Sistem Informasi ini yang berisi tentang jaringan komputer sebagai salah satu tugas kuliah. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
 
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Sistem Informasi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
 
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan Sakalah Sistem Informasi ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar Isi
KATA PENGANTAR...........................................................................................            i
Daftar Isi................................................................................................................           ii
BAB 1.PENDAHULUAN.....................................................................................           1
1.1 Latar belakang..............................................................................................           1
1.2 Tujuan.............................................................................................................           1
1.3 Batasan Masalah..........................................................................................           1
BAB 2.ISI...............................................................................................................           2
2.1 Konsep Dasar Sistem.................................................................................           2
2.2 Konsep Dasar Informasi.............................................................................           5
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi...............................................................           7
2.4 Konsep Sistem Informasi Manajemen....................................................           8
2.5 Sistem Manajemen Basis Data.................................................................           9
BAB 3.PENUTUP................................................................................................        12
3.1 Kesimpulan....................................................................................................        12
3.2 Saran...............................................................................................................        12
Daftar Pustaka.....................................................................................................        13
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia, karena informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa informasi internal maupun eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern.
Kemajuan alat komunikasi pada milenium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.  Oleh karena itu fokus utama dari sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan. 
Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, komputer telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengolahnya.
Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan sistem informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.
1.2.  Tujuan
Adapun tujuan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui konsep dasar sistem informasi.
2.    Untuk mengetahui konsep Sistem Informasi Manajemen
3.    Untuk mengetahui Sistem Manajemen Basis Data
1.3.  Batasan Masalah
Makalah ini kami susun telah diberi pembatasan masalah mengenai konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, konsep sistem informasi, konsep sistem informasi manajemen dan sistem manajemen basis data.
 
 
 
 
 


BAB II
PEMBAHASAN
2.1.   Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya  dan penekanan pada komponennya. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen. Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1.    Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2.    Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik
3.    Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4.    Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
Secara sederhana sistemdapat diartikan sebagai suatu kumpulan unsur atau komponen yang terorganisasi, berinteraksi dan saling tergantung satu sam lain. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendefinisikan sebuah sistem, yaitu :
1.      Tinjauan atas dasar fasilitas ( komponen / elemen)
Sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.   Tinjauan atas dasar aktivitas ( prosedur )
Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Urutan kegiatan digunakan untuk mejelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya. Suatu sistem memiliki beberapa komponen diantaranya : pekerjaan, aktivitas dan misi. Sistem dibuat untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau atau sasaran (objektives).
·       Tujuan (goal) : meliputi ruang lingkup yang luas. 
·       Sasaran (objektives) : meliputi ruang lingkup yang sempai, jadi lebih dikenai pada sub-sistemnya. 
Jadi perbedaan tujuan dan sasaran terletak pada ruang lingkupnya.
Model dasar sebuah sistem : Masukan, proses, keluaran. Namun sistem dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan, dan sistem juga dapat bersifat terbuka dan tertutup. Sistem terbuka artinya sistem tersebut dapat menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Sistem terbuka, sebaliknya.  Selain sistem, ada juga yang disebut dengan sub-sistem. Mekanisme pemisahan (pengunsuran ). Pengunsuran sistem dan sub-sistem adalah tindakan untuk menyederhanakan perancangan sistem.  Tujuan adanya pengunsuran sistem atas sub-sistem yaitu untuk mengurangi kerumitan koordinasi dan komunikasi.
Sub sistem adalah bagian dari sistem. Misalnya ada sebuah sistem komputer maka sub sistemnya adalah perangkat keras (hardware), Perangkat lunak (software), dan ada lagi sub-sub sistemnya yaitu sub-sub sistem hardware : alat masukan, proses, keluaran. 
Pengertian sub sistem menurut beberapa ahli :
a.     Menurut Norman L. Enger yaitu serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.
b.  Gordon B. Davis yaitu sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur2 ke dalam beberapa sub-sistem.
Karakteristik atau ciri-ciri sistem adalah :
a.        Komponen sistem (Componens)
Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan.
b.        Batasan sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Dengan batasan ini, sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
c.        Lingkungan luar sistem (Environtment)
Yaitu bentuk apapun yang berada di luar ruang lingkup yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Jika menguntungkan maka lingkungan luar tersebut harus dijaga, jika merugikan maka lingkungan luar tersebut harus dikendalikan, karena lingkungan luar yang merugikan dapat mengganggu kelangsungan hidup sistem.
d.        Penghubung sistem (Interface)
Yaitu sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber2 daya mengalir dari suatu sub sistem ke sub sistem lain. Keluaran sub sistem akan menjadi masukan bagi sub sistem lainnya.
e.        Masukan sistem (Input)
Yaitu energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yg dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan signal (signal input)
f.         Keluaran sistem (Output)
Yaitu hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi bagi sub sistem yang lain. Contoh : sebuah sistem informasi, yang menjadi keluaran adalah informasi, yang mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk hal-hal yang merupakan input bagi subsistem lain.
g.        Pengolah sistem (Process)
Yaitu proses yang mengubah masukan menjadi keluaran. Contoh : Sistem akuntansi, sistem ini mengolah data transaksi menjadi laporan2 yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
h.        Sasaran sistem (Objektive)
Suatu sistem harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalau tidak maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil jika sudah mengenai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan.
 
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yangn berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan :
1.    Sistem abstrak dan sistem fisik
·       Sistem abstrakyaitu sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contohnya sistem teologia, yaitu satu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan.
·       Sistem Fisik yaitu sistem yang ada secara fisik, contohnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dsb.
2.    Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
·       Sistem alamiahyaitu sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, contohnya sistem pemutaran bumi, terjadinya siang malam, pergantian musim.
·       Sistem buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin, yang disebut denga Human machine Sistem. Contohnya sistem informasi berbasis komputer, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
3.    Sistem deterministik dan sistem probabilistik
·       Sistem deterministik yaitu sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Contohnya sistem pemprograman dalam komputer, karena berdasarkan program2 komputer yang dijalankan.
·       Sistem probabilistik yaitu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.  Contohnya sistem pemilu, sistem pemerintahan.
4.    Sistem terbuka dan sistem tertutup
·    Sistem terbukayaitu sistem yang berhubuingan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk sub sistem lainnya. Contohnya sistem perdagangan.
·    Sistem tertutupyaitu sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Contohnya sistem robotic, sistem arloji, ATM sistem.
Siklus hidup sistem yaitu proses evolusioner yang diikuti dalam penerapan sistem atau sub sistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem, karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara topdown. Siklus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem. Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari serangkaian dari daur hidup suatu sistem, meskipun demikian proses ini merupakan aspek yang sangat penting.
Fase/tahapan dari daur hidup suatu sistem :
a.    Mengenali adanya kebutuhan
Sebelum segala sesuatunya terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sabagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan organisasi. Volume kebutuhan itu meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan dari kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektivitasnya.
b.       Pembangunan sistem
Suatu proses atau serangkaian prosedur yang harus diikuti guna menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun sebuah sistem untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
c.        Pemasangan sistem
Setelah tahap pembangunan selesai, sistem kemudian akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem, dimana peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah pemasangan sistem yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.
d.       Pengoperasian sistem
Program - program komputer dan prosedur - prosedur pengoperasian yang membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis, sedangkan organisasi yang ditunjang oleh sistem informasi selalu mengalami perubahan karena pertumbuhan kegiatan, perubahan peraturan dan kebikjaksanaan ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi perubahan-perubahan tersebut, sistem harus diperbaiki atau diperbaharui.
e.          Sistem menjadi usang
Kadang - kadang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan pada sistem yang sedang berjalan. Tiba saat dimana secara ekonomis dan teknis, sistem yang ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.
 
2.2.  Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat  ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya  harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting peran dan kedudukannya di dalam sebuah organisasi. Suatu sistem yang kekurangan informasi akan menjadi loyo.
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1.       Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2.       Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian, sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik. Akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi.
3.       Data yang terorganisir untuk membantu memilih beberapa tindakan yang akan dilakukan atau tidak dilakukan.
Informasi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :
1.       Informasi strategis
Informasi ini digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
2.       Informasi Taktis
Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah, seperti informasi trend penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana penjualan.
3.       Informasi Teknis
Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stock, return penjualan dan laporan kas harian.
Terdapat 4 test untuk menjelaskan sebuah pesan yang spesifik dalam informasi:
1.      Kepada siapa (pembuat keputusan) informasi di tujukan?
2.      Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan?
3.      Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan masalah?
4.      Sejauh mana (kapan) tingkat pembuatan keputusan?
Untuk memperolah informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah dip roses akan menghasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (levelmanagement). Sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, dari keputusan yang nantinya akan dimasukkan kedalam model (process) begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi atau (information cycle). Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan 6 hal, yaitu :
a.     Relevan
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
b.    Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidak akuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data hasil tersebut.
c.        Tepat waktu
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (using), informasi yang using tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi2 terbaru.
d.       Ekonomis
Apa tingkat sumber daya diperlukan untuk informasi dalam pemecahan masalah?
e.        Efisien
Apakah tingkat sumber daya apa yang diperlukan untuk setiap unit output informasi?
f.          Dapat dipercaya
 
2.3.   Konsep Dasar Sistem Informasi
Definisi Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Pengertian Sistem Informasi menurutRobert dalam Jogiyanto (2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Karakter Sistem Informasi 
1.          Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses,  output. Contoh bagian input adalah salesman memasukkan data penjualan bulan ini.
2.          Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3.          Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut
4.          Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
Berikut ini merupakan manfaat dari Sistem Informasi, diantaranya adalah :
1.          Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
2.          Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
3.          Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
Berikut ini merupakan komponen dari Sistem Informasi, diantaranya adalah
a.     Hardware
Terdiri dari computer, peripheral (printer) dan jaringan
b.    Software
Merupakan kumpulan dari perintah / fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memrintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi sistem operasi (windows 95 dan NT), aplikasi (akuntasi), utylitas (antivirus, speed disk), serta bahasa.
c.     Data
Merupakan komponen dasar informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
d.    Prosedur
Dokumentasi prosedur / proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
e.     Manusia
Manusia adalah komponen yang terlibat dalam komponen manusia, seperti operator, pemimpin sistem, informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.
 
2.4.  Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Definisi lainnya adalah sistem informasi manajemen sebagai suatu satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Kesemuanya bermuara pada satu bahwa SIM bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan atau organisasi.
Perkembangan SIM telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang. Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu
Sistem informasi manajemen terdiri dari tiga kata yang mempunyai pengertian masing-masing,
a.        Sistem  yaitu suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan kegiatan-kegiatan utamanya.
b.       Informasi adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti satu manfaat yang berguna.
c.        Sedangkan manajemen sebagai proses adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama.
Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem informasi manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. 
 
2.5.   Sistem Manajemen Basis Data
Data merupakan suatu hal yang sangat penting untuk suatu organisasi atau perusahaan. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
     Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan  klasifikasi
Menurut O’Brien (2005) DBMS adalah software utama dalam pendekatan  manajemen database, karena software tersebut mengendalikan pembuatan, pemeliharaan,dan penggunaan database organisasi dan pemakai terakhirMenurut Oetomo (2002) database merupakan komponen terpenting dalam pembangunan SI. Karena menjadi tempat menampung dan mengorganisasikan seluruh data yang ada dalam sistem, sehingga dapat diekplorasi untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Menurut Date, sistem Basis Data adalah sistem terkompeterisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. Sedangkan Manajemen Sistem Basis Data(database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya
Pengembangan bidang sistem basis data mengalami kemajuan dari tahun-ketahun, sehingga DBMS mengalami perkembangan dalam aplikasinya, terdapat pengembangan untuk sistem khusus/spesial yang dikembangkan oleh beberapa vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data. Penomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP) yang menambahkan substasial layer dari fitur berorientasi pada aplikasiBeberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain  DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, Teradata, Firebird, MySQL, dan PostgreSQL.
a.        Komponen Utama DBMS
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Data dan Pengguna
b.       Keuntungan Penggunaan DBMS
1.          Kebebasan data dan akses yang efisien
2.          Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
3.          Integritas dan keamanan data
4.          Administrasi keseragaman data
5.          Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak)
Menurut O’Brien ada tiga fungsi dasar dari sistem manajemen database adalah :
·       Untuk membuat database baru dan aplikasi database.
·       Memelihara kualitas data dalam database organisasi.
·       Menggunakan database organisasi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pemakai akhir.
Para pemakai akhir dapat menggunakan  DBMS untuk menanyakan informasi dari database dengan menggunakan fitur permintaan (query) atau pembuat laporan (report generator).
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentukrequest terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.
Analisis kebutuhan database pada kasus ini menggunakan metodologi backward requirement analysis, yaitu menganalisis kebutuhan database dengan penurunan kebutuhan dari fungsi manajemen, tujuan manajemen dan informasi yang dibutuhkan. Fungsi manajemen yang dapat diidentifikasi dari kasus dibagi menjadi 4 fungsi yaitu perencanaan (planning), pengarahan (directing), aksi (acting) dan pengawasan (monitoring). Untuk menganalisa dan mendapatkan daftar kebutuhan pengguna (user) terhadap sistem yang akan dibangun juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Mengingat beragamnya pola pikir dan cara pandang pengguna terhadap pengembangan software sering membuat proses analisa kebutuhan pengguna (requirement gathering) terhambat.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
1.    Sistem secara prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.    Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah.
3.    Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan
4.    Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut.
5.    Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
6.    Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
7.    Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
8.    Sistem Informasi Manajemen (SIM)  adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama.
9.    Sistem Manajemen Basis Data (database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
 
3.2.   Saran
Dalam pembuatan sebuah sistem, sudah selayaknya kita mengenal sistem apa yang sedang dibangun, mengenal elemen beserta prosedurnya, mengetahui tujuan serta sasaran dari sistem yang kita buat, dan memfokuskan pada informasi  serta seperti apa yang ingin disampaikan, hal – hal ini akan menunjang kemajuan sistem yang akan dibuat.


 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Abrori.2011.Tugas Kel Security
          http://abrori35e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2011/07/Tugas-Kel-security.docx Diakses tanggal 18 Oktober 2011
Anonim.Konsep Dasar Informasi Manajemenhttp://xa.yimg.com/kq/groups/22999204/906598761/name/Konsep+Dasar+Sistem+Informasi+Manajemen.docx Diakses tanggal 18 Oktober 2011
 
 
 



Attached Files
.docx   MAKALAH SI.docx (Size: 881.39 KB / Downloads: 0)
Print this item

  12155445 (12.4E.21)
Posted by: anif muhaimin - 03-28-2017, 07:24 AM - Forum: Analisa dan Perancangan Sistem Informasi - No Replies

MAKALAH
SISTEM INFORMASI
 
[img=395x395]file:///C:/Users/ANIF/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.png[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Disusun oleh:
Anif Muhaimin (12155445)
12.4E.21
 
 
MANAJEMEN INFORMATIKA
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI
BINA SARANA INFORMATIKA
PURWOKERTO
2017
 
 
KATA PENGANTAR
 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun dan menyajikan Makalah Sistem Informasi ini yang berisi tentang jaringan komputer sebagai salah satu tugas kuliah. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
 
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Sistem Informasi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
 
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan Sakalah Sistem Informasi ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar Isi
KATA PENGANTAR...........................................................................................            i
Daftar Isi................................................................................................................           ii
BAB 1.PENDAHULUAN.....................................................................................           1
1.1  Latar belakang..............................................................................................           1
1.2  Tujuan.............................................................................................................           1
1.3  Batasan Masalah..........................................................................................           1
BAB 2.ISI...............................................................................................................           2
2.1 Konsep Dasar Sistem.................................................................................           2
2.2 Konsep Dasar Informasi.............................................................................           5
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi..............................................................           7
2.4 Konsep Sistem Informasi Manajemen...................................................           8
2.5 Sistem Manajemen Basis Data.................................................................           9
BAB 3.PENUTUP................................................................................................        12
3.1 Kesimpulan....................................................................................................        12
3.2 Saran...............................................................................................................        12
Daftar Pustaka.....................................................................................................        13
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia, karena informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa informasi internal maupun eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern.
Kemajuan alat komunikasi pada milenium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.  Oleh karena itu fokus utama dari sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan. 
Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, komputer telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengolahnya.
Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan sistem informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.
1.2.  Tujuan
Adapun tujuan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui konsep dasar sistem informasi.
2.    Untuk mengetahui konsep Sistem Informasi Manajemen
3.    Untuk mengetahui Sistem Manajemen Basis Data
1.3.  Batasan Masalah
Makalah ini kami susun telah diberi pembatasan masalah mengenai konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, konsep sistem informasi, konsep sistem informasi manajemen dan sistem manajemen basis data.
 
 
 
 
 


BAB II
PEMBAHASAN
2.1.   Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya  dan penekanan pada komponennya. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen. Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1.    Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2.    Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik
3.    Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4.    Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
Secara sederhana sistemdapat diartikan sebagai suatu kumpulan unsur atau komponen yang terorganisasi, berinteraksi dan saling tergantung satu sam lain. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendefinisikan sebuah sistem, yaitu :
1.      Tinjauan atas dasar fasilitas ( komponen / elemen)
Sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.   Tinjauan atas dasar aktivitas ( prosedur )
Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Urutan kegiatan digunakan untuk mejelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya. Suatu sistem memiliki beberapa komponen diantaranya : pekerjaan, aktivitas dan misi. Sistem dibuat untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau atau sasaran (objektives).
·       Tujuan (goal) : meliputi ruang lingkup yang luas. 
·       Sasaran (objektives) : meliputi ruang lingkup yang sempai, jadi lebih dikenai pada sub-sistemnya. 
Jadi perbedaan tujuan dan sasaran terletak pada ruang lingkupnya.
Model dasar sebuah sistem : Masukan, proses, keluaran. Namun sistem dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan, dan sistem juga dapat bersifat terbuka dan tertutup. Sistem terbuka artinya sistem tersebut dapat menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Sistem terbuka, sebaliknya.  Selain sistem, ada juga yang disebut dengan sub-sistem. Mekanisme pemisahan (pengunsuran ). Pengunsuran sistem dan sub-sistem adalah tindakan untuk menyederhanakan perancangan sistem.  Tujuan adanya pengunsuran sistem atas sub-sistem yaitu untuk mengurangi kerumitan koordinasi dan komunikasi.
Sub sistem adalah bagian dari sistem. Misalnya ada sebuah sistem komputer maka sub sistemnya adalah perangkat keras (hardware), Perangkat lunak (software), dan ada lagi sub-sub sistemnya yaitu sub-sub sistem hardware : alat masukan, proses, keluaran. 
Pengertian sub sistem menurut beberapa ahli :
a.     Menurut Norman L. Enger yaitu serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.
b.  Gordon B. Davis yaitu sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur2 ke dalam beberapa sub-sistem.
Karakteristik atau ciri-ciri sistem adalah :
a.        Komponen sistem (Componens)
Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan.
b.        Batasan sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Dengan batasan ini, sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
c.        Lingkungan luar sistem (Environtment)
Yaitu bentuk apapun yang berada di luar ruang lingkup yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Jika menguntungkan maka lingkungan luar tersebut harus dijaga, jika merugikan maka lingkungan luar tersebut harus dikendalikan, karena lingkungan luar yang merugikan dapat mengganggu kelangsungan hidup sistem.
d.        Penghubung sistem (Interface)
Yaitu sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem. Penghubung ini memungkinkan sumber2 daya mengalir dari suatu sub sistem ke sub sistem lain. Keluaran sub sistem akan menjadi masukan bagi sub sistem lainnya.
e.        Masukan sistem (Input)
Yaitu energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yg dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan signal (signal input)
f.         Keluaran sistem (Output)
Yaitu hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi bagi sub sistem yang lain. Contoh : sebuah sistem informasi, yang menjadi keluaran adalah informasi, yang mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk hal-hal yang merupakan input bagi subsistem lain.
g.        Pengolah sistem (Process)
Yaitu proses yang mengubah masukan menjadi keluaran. Contoh : Sistem akuntansi, sistem ini mengolah data transaksi menjadi laporan2 yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.
h.        Sasaran sistem (Objektive)
Suatu sistem harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalau tidak maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil jika sudah mengenai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan.
 
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yangn berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan :
1.    Sistem abstrak dan sistem fisik
·       Sistem abstrakyaitu sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contohnya sistem teologia, yaitu satu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan.
·       Sistem Fisik yaitu sistem yang ada secara fisik, contohnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dsb.
2.    Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
·       Sistem alamiahyaitu sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, contohnya sistem pemutaran bumi, terjadinya siang malam, pergantian musim.
·       Sistem buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin, yang disebut denga Human machine Sistem. Contohnya sistem informasi berbasis komputer, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
3.    Sistem deterministik dan sistem probabilistik
·       Sistem deterministik yaitu sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Contohnya sistem pemprograman dalam komputer, karena berdasarkan program2 komputer yang dijalankan.
·       Sistem probabilistik yaitu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.  Contohnya sistem pemilu, sistem pemerintahan.
4.    Sistem terbuka dan sistem tertutup
·    Sistem terbukayaitu sistem yang berhubuingan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk sub sistem lainnya. Contohnya sistem perdagangan.
·    Sistem tertutupyaitu sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Contohnya sistem robotic, sistem arloji, ATM sistem.
Siklus hidup sistem yaitu proses evolusioner yang diikuti dalam penerapan sistem atau sub sistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem, karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara topdown. Siklus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem. Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari serangkaian dari daur hidup suatu sistem, meskipun demikian proses ini merupakan aspek yang sangat penting.
Fase/tahapan dari daur hidup suatu sistem :
a.    Mengenali adanya kebutuhan
Sebelum segala sesuatunya terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sabagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan organisasi. Volume kebutuhan itu meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan dari kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektivitasnya.
b.       Pembangunan sistem
Suatu proses atau serangkaian prosedur yang harus diikuti guna menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun sebuah sistem untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
c.        Pemasangan sistem
Setelah tahap pembangunan selesai, sistem kemudian akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem, dimana peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah pemasangan sistem yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.
d.       Pengoperasian sistem
Program - program komputer dan prosedur - prosedur pengoperasian yang membentuk suatu sistem informasi semuanya bersifat statis, sedangkan organisasi yang ditunjang oleh sistem informasi selalu mengalami perubahan karena pertumbuhan kegiatan, perubahan peraturan dan kebikjaksanaan ataupun kemajuan teknologi. Untuk mengatasi perubahan-perubahan tersebut, sistem harus diperbaiki atau diperbaharui.
e.          Sistem menjadi usang
Kadang - kadang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan pada sistem yang sedang berjalan. Tiba saat dimana secara ekonomis dan teknis, sistem yang ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.
 
2.2.  Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat  ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya  harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting peran dan kedudukannya di dalam sebuah organisasi. Suatu sistem yang kekurangan informasi akan menjadi loyo.
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1.       Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2.       Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian, sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik. Akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi.
3.       Data yang terorganisir untuk membantu memilih beberapa tindakan yang akan dilakukan atau tidak dilakukan.
Informasi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :
1.       Informasi strategis
Informasi ini digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
2.       Informasi Taktis
Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah, seperti informasi trend penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana penjualan.
3.       Informasi Teknis
Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stock, return penjualan dan laporan kas harian.
Terdapat 4 test untuk menjelaskan sebuah pesan yang spesifik dalam informasi:
1.      Kepada siapa (pembuat keputusan) informasi di tujukan?
2.      Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan?
3.      Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan masalah?
4.      Sejauh mana (kapan) tingkat pembuatan keputusan?
Untuk memperolah informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah dip roses akan menghasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (levelmanagement). Sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, dari keputusan yang nantinya akan dimasukkan kedalam model (process) begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi atau (information cycle). Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan 6 hal, yaitu :
a.     Relevan
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
b.    Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidak akuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data hasil tersebut.
c.        Tepat waktu
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (using), informasi yang using tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi2 terbaru.
d.       Ekonomis
Apa tingkat sumber daya diperlukan untuk informasi dalam pemecahan masalah?
e.        Efisien
Apakah tingkat sumber daya apa yang diperlukan untuk setiap unit output informasi?
f.          Dapat dipercaya
 
2.3.   Konsep Dasar Sistem Informasi
Definisi Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Pengertian Sistem Informasi menurutRobert dalam Jogiyanto (2000) adalah informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Karakter Sistem Informasi 
1.          Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses,  output. Contoh bagian input adalah salesman memasukkan data penjualan bulan ini.
2.          Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3.          Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut
4.          Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
Berikut ini merupakan manfaat dari Sistem Informasi, diantaranya adalah :
1.          Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
2.          Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
3.          Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
Berikut ini merupakan komponen dari Sistem Informasi, diantaranya adalah
a.     Hardware
Terdiri dari computer, peripheral (printer) dan jaringan
b.    Software
Merupakan kumpulan dari perintah / fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memrintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi sistem operasi (windows 95 dan NT), aplikasi (akuntasi), utylitas (antivirus, speed disk), serta bahasa.
c.     Data
Merupakan komponen dasar informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
d.    Prosedur
Dokumentasi prosedur / proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
e.     Manusia
Manusia adalah komponen yang terlibat dalam komponen manusia, seperti operator, pemimpin sistem, informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.
 
2.4.  Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Definisi lainnya adalah sistem informasi manajemen sebagai suatu satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Kesemuanya bermuara pada satu bahwa SIM bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan atau organisasi.
Perkembangan SIM telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang. Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu
Sistem informasi manajemen terdiri dari tiga kata yang mempunyai pengertian masing-masing,
a.        Sistem  yaitu suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan kegiatan-kegiatan utamanya.
b.       Informasi adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti satu manfaat yang berguna.
c.        Sedangkan manajemen sebagai proses adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama.
Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem informasi manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. 
 
2.5.   Sistem Manajemen Basis Data
Data merupakan suatu hal yang sangat penting untuk suatu organisasi atau perusahaan. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
     Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan  klasifikasi
Menurut O’Brien (2005) DBMS adalah software utama dalam pendekatan  manajemen database, karena software tersebut mengendalikan pembuatan, pemeliharaan,dan penggunaan database organisasi dan pemakai terakhirMenurut Oetomo (2002) database merupakan komponen terpenting dalam pembangunan SI. Karena menjadi tempat menampung dan mengorganisasikan seluruh data yang ada dalam sistem, sehingga dapat diekplorasi untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Menurut Date, sistem Basis Data adalah sistem terkompeterisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. Sedangkan Manajemen Sistem Basis Data(database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya
Pengembangan bidang sistem basis data mengalami kemajuan dari tahun-ketahun, sehingga DBMS mengalami perkembangan dalam aplikasinya, terdapat pengembangan untuk sistem khusus/spesial yang dikembangkan oleh beberapa vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data. Penomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP) yang menambahkan substasial layer dari fitur berorientasi pada aplikasiBeberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain  DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, Teradata, Firebird, MySQL, dan PostgreSQL.
a.        Komponen Utama DBMS
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Data dan Pengguna
b.       Keuntungan Penggunaan DBMS
1.          Kebebasan data dan akses yang efisien
2.          Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
3.          Integritas dan keamanan data
4.          Administrasi keseragaman data
5.          Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak)
Menurut O’Brien ada tiga fungsi dasar dari sistem manajemen database adalah :
·       Untuk membuat database baru dan aplikasi database.
·       Memelihara kualitas data dalam database organisasi.
·       Menggunakan database organisasi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pemakai akhir.
Para pemakai akhir dapat menggunakan  DBMS untuk menanyakan informasi dari database dengan menggunakan fitur permintaan (query) atau pembuat laporan (report generator).
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentukrequest terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.
Analisis kebutuhan database pada kasus ini menggunakan metodologi backward requirement analysis, yaitu menganalisis kebutuhan database dengan penurunan kebutuhan dari fungsi manajemen, tujuan manajemen dan informasi yang dibutuhkan. Fungsi manajemen yang dapat diidentifikasi dari kasus dibagi menjadi 4 fungsi yaitu perencanaan (planning), pengarahan (directing), aksi (acting) dan pengawasan (monitoring). Untuk menganalisa dan mendapatkan daftar kebutuhan pengguna (user) terhadap sistem yang akan dibangun juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Mengingat beragamnya pola pikir dan cara pandang pengguna terhadap pengembangan software sering membuat proses analisa kebutuhan pengguna (requirement gathering) terhambat.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
1.    Sistem secara prosedur adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.    Konsep dasar menggunaan sistem komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah.
3.    Sistem Informasi secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisiinformasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan
4.    Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem  yang merupakan elemen - elemen yang lebih kecil  yang membentuk sistem informasi tersebut.
5.    Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
6.    Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
7.    Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistem informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini turut dipertimbangkan pada saat perencanaan sistem informasi.
8.    Sistem Informasi Manajemen (SIM)  adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama.
9.    Sistem Manajemen Basis Data (database Management System - DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
 
3.2.   Saran
Dalam pembuatan sebuah sistem, sudah selayaknya kita mengenal sistem apa yang sedang dibangun, mengenal elemen beserta prosedurnya, mengetahui tujuan serta sasaran dari sistem yang kita buat, dan memfokuskan pada informasi  serta seperti apa yang ingin disampaikan, hal – hal ini akan menunjang kemajuan sistem yang akan dibuat.


 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Abrori.2011.Tugas Kel Security
          http://abrori35e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2011/07/Tugas-Kel-security.docx Diakses tanggal 18 Oktober 2011
Anonim.Konsep Dasar Informasi Manajemenhttp://xa.yimg.com/kq/groups/22999204/906598761/name/Konsep+Dasar+Sistem+Informasi+Manajemen.docx Diakses tanggal 18 Oktober 2011
Melisa, Siti.2011. Pengantar Sistem Informasihttp://sitimelisa.student.ung.ac.id/files/2011/03/Pengantar-Sistem-Informasi.docx
 
 
 

Print this item