Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
12.4E.21 ANALISA SISTEM PENJUALAN JENANG JAKET ASLI PERTAMA MERSI PURWOKERTO
#1
ANALISA SISTEM PENJUALAN JENANG JAKET ASLI PERTAMA MERSI PURWOKERTO
 
 
DISUSUN OLEH:
12.4E.21
1. DHEA RAHMA SIWI        (12155283)
2. DWI PRASETYANTI K.D. (12155489)
3. IRMA TRI AGUSTIN         (12155264)
4. VIRLIANA PUSPITA S.    (12155409)

 
BINA SARANA INFORMATIKA
MANAJEMEN INFORMATIKA
TAHUN 2016/2017

KATA PENGANTAR
 
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat-Nya,sehingga kami telah menyelesaikan makalah ini sesuai dengan yang telah ditentukan.
Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi yang berjudul“Analisa Sistem Penjualan Jenang Jaket Asli Pertama di Mersi, Purwokerto”.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimaksih kepada pihak yang terlibat dalam pembuatan Makalah.Terutama kepada ibu dosen yang telah memberi motivasi dan pengarahan dalam penyusunan makalah ini.Dan teman-teman yang telah meberikan support beserta doanya sampai makalah ini terselesaikan.
Kami sangat menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna terutama mengenai masalah dalam penyampaian bahasa dan struktur isi makalh ini.Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari pembaca.Semoga makalh ini bermanfaat bagi kita semua.Amin
.
 
Purwokerto, 01 Juni 2017
 
Penulis
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.      Latar Belakang
Masakan Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan dengan cita rasa yang kuat. Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni, dan menempati peran penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Makanan tradisional Indonesia adalah segala jenis makanan olahan asli Indonesia, khas daerah setempat. Mulai dari makanan lengkap, selingan dan minuman, yang cukup kandungan gizi, serta bisa dikonsumsi oleh masyarakat daerah tersebut. Dengan beragam dan bervariasinya bahan dasar, maka dapat dihasilkan bermacam-macam jenis makanan tradisional yang sedemikian rupa sehingga menjadi makanan yang lezat dan gizi seimbang. Demikian juga cara pengolahannya dilakukan dengan beragam dan bervariasi seperti: dengan membakar atau memanggang, pengasapan, pemepesan, pengukusan, menggoreng dan menumis.
Banyumas merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki berbagai macam makanan khas seperti gethuk goreng, medoan, tempe kripik, soto sokaraja, klanting, jenang jaket, dan lain sebagainya. Industtri makanan Khas Banyumas ini biasanya dikelola oleh keluarga, dan diwariskan secara turun menurun, sehingga generasi yang sekarang melanjutkan eksistensi yang telah dibangun oleh pendahulunya. Keanekaragaman makanan khas Banyumas membuat belum terkerucutnya oleh-oleh khas Banyumas karena kepopuleran masing-masing jenis makanan yang masih hampir sama rata.
Jenang jaket merupakan salah satu makanan Khas tradisional Banyumas yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Berbahan dasar tepung ketan, gula merah, dan santan kelapa yang cara pengolahannya mencampur ketiga bahan tersebut ke dalam kuali besar dan dimasak dengan waktu yang cukup lama.
 
B.       Maksud dan Tujuan
1.    Untuk memenuhi tugas Analisa Perancangan Sistem Informasi.
2.    Untuk mengenalkan salah satu makanan khas yang ada di Banyumas.
3.    Untuk mengetahui sistem berjalan yang ada di perusahaan tersebut.
 
C.      Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah penting dalam penyusunan KKP khususnya bagi perancangan sistem.didalam kegiatan penelitian penulis melakukan pengumpulan data melalui cara :
1.      Wawancara (Interview)
Dalam penulisan laporan KKP ini,untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu metode yaitu metode Tanya jawab mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan sistem berjalan pada Perusahaan Jenang Jaket Asli Pertama.
2.      Pengamatan (observations)
Penulis melakuan-pengamatan langsung terhadap kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang di ambil. Hasil dari pengamatn tersebut langsung dicatat oleh penulis dan dari kegiatan observasi ini dapat di ketahui kesalahan atau proses pada kegiatan tersebut.
 
D.      Ruang Lingkup
Di dalam penulisan laporan KKP ini, penulis membahas tentang sistem berjalan pada Perusahaan Jenang Jaket Asli Pertama
 
E.       Sistematika Penulisan
Sebelum membahas lebih lanjut penulis menjelaskan terlebih dahulu secara garis besar mengenai sistematika penilisan, sehingga memudahkan pembaca memahami isi laporan KKP ini . Dalam penjelasan sistematika penulisan laporan KKP ini adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Didalam bab ini diuraikan latar belakang masalah,maksud dan tujuan penulisan laporan KKP,metode penelitian,ruang lingkup dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisikan tentang uraian konsep dasar sistem dan peralatan pendukun sistem (tools system).
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Dalam bab ini menjelaskan tentang umum,tujuan perusahaan,sejarah perusahaan,struktur organisasi dan fungsi,prosedur sistem berjalan,diagram alur data (DAD),sistem berjalan,kamus data sistem berjalan,spesifikasi sistem berjalan.bab ini juga meguraikan tentang permasalahan dan alternatif pemecahan masalah.
BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dair apa yang dibahas dilanjutkan dengan saran untuk mencapai suatu hasil akhir yang baik.
 
 
BAB II
LANDASAN TEORI
 
1.      Konsep Dasar Sistem Informasi
Menurut Laudon dan Laudon (2010, p46) sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
2.      Peralatan Pendukung (Tools Systems)
Dalam penulisan KKP ini,penulis menggunakan peralatan sebagai alat bantu dalam menyediakan kuliah kerja praktek ini.adapun peralatan yang digunakan :
1.    Diagram Alir Data (DAD)
Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
Berikut ini adalah beberapa simbol yang digunakan di dalam DAD:
1)   Kesatuan Luar (External Entity) atau Batas Sistem (Boundary)
Setiap sistem pasti mempunyai batasan yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dn menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa manusia, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
2)   Arus Data (Data Flow)
Arus data di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.
 
Tahap pembuatan diagram alir data atau DAD dibagi menjadi 3 tingkatan kontruksidiagram alir data yaitu :
1)   Diagram Konteks
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara global dari keseluruhan sistem yang ada.
2)   Diagram Nol
Diagram ini dibuat untuk mengaambarkan tahap proses yang ada dalam konetks atau penjualan secara rinci.
3)   Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail dan terperinci.
2.    Kamus Data ( Data Dictionary)
Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada pada Diagram Alir Data. Arus data yang ada didalam Diagram Alur Data sifatnya global dan hanya dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat. Untuk maksud keperluan ini, maka kamus data harus memuat hal-hal berikut:
1)   Arus Data, menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju.
Keterangan arus data ini,perlu dicatat dikamus data supaya memudahkan mencari arus data didalam arus data.
2)   Nama Arus Data, Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir didalam diagram alir data, maka nama dari arus data ini, perlu dicatat dikamus data, sehingga mereka yang membaca Diagram Alir Data memerlukan penjelasan yang lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di diagram alir data dapat langsung mencarinya dengan mudah dikamus data.
3)   Tipe Data, Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses yang lainnya. Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. Dengan demikian bentuk dari dokumen yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formolir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan layar dimonitor, variabel, parameter dan field-field. Bentuk data seperti ini perlu di catat dikamus data.
4)   Struktur Data, Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data.
5)   Alias atau nama lain dari data yang harus dituliskan alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya.
6)   Volume,  perlu dicatat dalam kamus data adalah Volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu. Sedangkan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak.
7)   Periode, ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat dikamus data karena digunakan untuk mengidentifikasi kapan input data harus dimasukkan kedalam sistem, kapan proses program dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
8)   Penjelasan, untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang analisis data tersebut.
Selain hal tersebut diatas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan yang disebut Notasi Tipe Data atau simbol yang digunakan dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:
 
Notasi
Keterangan
X
Setiap Karakter
9
Angka Numeric
A
Karakter Alphabet
Z
Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong
.
Titik, sebagai pemisah ribuan
,
Koma, sebagai pemisah pecahan
-
Hypen sebagai tanda penghubung
/
Slash sebagai tanda pembagi
a.    Notasi Tipe Data. Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun input suatu data.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
b.      Notasi Struktur Data  Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data.
Notasi
Keterangan
=
Terdiri
+
Dan (and)
0
Pilih (boleh Ya atau Tidak)
{}
pengulangan Proses (Iterasi)
[]
Pilih salah satu pilihan
I
Pemisahan pilihan dalam tanda []
*
Keterangan atau catatan
@
Petunjuk (Key Field)
 
 
 
 
 
BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
 
1.      Umum
Sistem berjalan adalah proses input-output data yang terjadi pada suatu sistem yangsedang berjalan. Tujuannya untuk memberikan gambaran secara terperinci tentang masalahyang timbul dalam suatu organisasi atau perusahaan.Dalam prosedur sistem berjalan, banyak sekali ditemukan aliran data beserta proseskeluar masuknya data tersebut yang tergambar dalam diagram aliran data. Tak terlepas dariitu semua, sistem berjalan juga mempunyai kamus data yang memudahkan user dalam membaca setiap pengkodean. Pengkodean ini dilakukan agar memudahkan user dalammenginput setiap data.Dalam hal penginputan data, sistem berjalan mempunyai dokumen-dokumen berupadokumen masukan dan dokumen pengeluaran. Dokumen tersebut berguna sebagai resi atau bukti bahwa adanya proses yang telah berlangsung.Untuk beberapa perusahaan yang sudah berbasis komputerisasi secara sempurna,terdapat spesifikasi file, struktur kode dan spesifikasi program dengan tingkat kerumitan yangcukup tinggi.
 
2.    Tinjauan Perusahaan
Dalam tinjauan perusaan ini berisi sejarah perusahaan,struktur organisasi serta fungsi dari masing masing bagian yang ada dalam perusahaan tersebut.
 
1)        Sejarah Perusahaan
Jenang Jaket Mersi merupakan salah satu makanan khas tradisional Kabupaten Banyumas yang sulit ditemukan di kota-kota lainnya di Indonesia. Makanan ini dapat dikonsumsi sebagai makanan kecil ataupun sebagai hidangan dalam acara-acara tertentu seperti hajatan, resepsi mantenan, sunatan, dan acara-acara lainnya, serta dapat dijadikan sebagai oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Purwokerto.
 
Mengapa jenang buatan warga Mersi ini dinamakan jenang jaket?
 
Makanan khas ini dinamakan “jenang jaket” karena merupakan kependekan dari bahan dasar pembuatan jenang jaket itu sendiri, yaitu dari beras ketan yang asli dan berkualitas, maka untuk memudahkan diberi nama “jenang jaket” yang berarti Jenang Asli Ketan.
Jenang Jaket Pertama yang beralamatkan di Jl. PKK No 600 Rt 05 Rw 04 Mersi, Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas didirikan tahun 1980 oleh Alm. Ibu Dasilem kemudian diteruskan oleh keponakannya yang bernama Bp. Salimin dan istrinya bernama Ibu Sri Mona. Pada awalnya dibuat jenang jaket ini karena merupakan kegemaran masyarakat sekitar sebagai sajian dalam acara hajatan atau acara lainnya dari usaha kecil-kecilan hingga berkembang sampai sekarang.
2)     Visi dan Misi Perusahaan:
Mengingat persaingan yang semakin ketat dengan banyaknya perusahan jenang jaket di satu wilayah, visi misi dalam perusahaan jenang jaket Pertama adalah:
Menjaga kebersihan, kwalitas dan rasa
3)      Keunggulan Jenang Jaket Asli Pertama
Keunggulan perusahaan ini adalah rasa yang tidak berubah dari awal berdiri hingga sekarang yang menjadikan ciri khas jenang jaket asli Pertama.
4)   Struktur Organisasi dan Fungsi

 
Fungsi dari tiap-tiap bagian adalah sebagai berikut:
1.      Owner :
-          Memimpin jalannya perusahaan
-          Mengawasi tugas-tugas dari setiap bagian
-          Memberi bimbingan kepada bawahan
2.      Bagian Keuangan : Mengatur pendapatan dan pengeluaran jenang jaket
3.      Bagian Pemasaran
a.       Kasir : untuk menginput transaksi penjualan
b.      Karyawan : membantu menata stok jenang jaket
4.      Bagian Produksi
a.       Pengawas : mengawasi seluruh kegiatan di bagian produksi
b.      Juru masak : mengolah bahan mentah menjadi jenang jaket
c.       Pengemasan : mengepak jenang jaket
 
5)      Bahan dan Proses Pembuatan Jenang Jaket Asli Pertama
a.       Bahan:
-          Beras ketan (asli)
-          Gula jawa
-          Kelapa
b.      Proses:
-          Tahap 1 : beras ketan di cuci terlebih dahulu kemudian direndam selama 6 sampai 8 jam dan ditiriskan. Kemudian dijadikan tepung beras ketan.
-          Tahap 2 : Gula jawa dicairkan diaduk-aduk hingga kadar air berkurang.
-          Tahap 3 : kelapa diparut dan diperas sehingga diperoleh santan.
-          Tahap 4 : Hasil dari tahap 1, 2, 3 di olah menjadi satu dalam wajan besar dan diaduk-aduk terus menerus hingga masak atau kalis.
-          Tahap 5 :Jenang yang sudah matang diletakkan dalam loyang pipih dan didiamkan selama sehari.
-          Tahap terakhir yaitu memotong jenang sesuai ukuran dan mengepaknya.
 
3.    Prosedur Sistem Berjalan
Dibawah ini akan dijelaskan mengenai gambaran tentang prosedur atau proses penjualan yang sedang berjalan di Jenang Jaket Asli Pertama.
1.    Proses Pembelian
Custumer datang langsung ke Toko Jenang Jaket Asli Pertama kemudian memilih jenang yang diinginkan. Variant yang ditawarkan antara lain :
a.    Jenang polos Rp. 12.500 / bungkus
b.    Jenang wijen Rp. 13.500 / bungkus
c.    Jenang wajik Rp. 14.000 / bungkus
2.    Proses pembayaran
Pembayaran dibayar secara lunas langsung dikasir. Karena belum terkomputerisasi pembayarannya masih manual menggunakan nota tertulis.
3.    Proses Pembuatan Laporan
Merupakan proses terakhir yaitu melaporkan pendapatan yang diperoleh perhari kepada bagian keuangan.
 
 
 
4.    Diagram Alir Data
1.      Diagram Konteks Sistem Berjalan

 
2.      Diagram Nol Sistem Berjalan
 

5.    Kamus Data Sistem Berjalan
Pada kamus data ini terdapat keterangan tertulis mengenai suatu data secara lebih rinci, karena kamus data harus dapat memberikan keterangan yang jelas tentang data yang dicari.
1.    Kamus data dokumen keluaran
Nota pembelian
Nama arus data        : Nota
Alias                         : -
Bentuk Data             : Tulisan tangan
Arus data                 : Customer - proses
Penjelasan                : Sebagai bukti pembayaran
Periode                     : Setiap melakukan pembayaran
Struktur data            :
 
6.    Spesifikasi Sistem Berjalan
Spesifikasi sistem berjalan adalah perincian dari bentuk dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penjualan di Jenang Jaket Asli Pertama. Bentuk dokumennya hanya ada dokumen keluaran.
Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran :
1.    Nota
Nama dokumen        : Nota
Fungsi                      : Bukti pembayaran
Sumber                     : Kasir
Tujuan                      : Customer
Frekuensi                  : Setiap transaksi
Media                       : Kertas
Jumlah                      : 1 Lembar
 
7.    Permasalahan
Kurang efektifnya dalam proses transaksi, pembeli diharuskan mengantri di kasir dan petugas kasir harus menulis pembelian secara manual.
 
8.    Pemecahan Masalah
Dibuatkan program kasir untuk mempermudahn pembayaran

BAB IV
PENUTUP
 
A.  Kesimpulan
Sebagai akhir dari bab penulisan laporan riset ini, maka kami selaku penulis memberi kesimpulan bahwa sistem pembelian jenang belum terkomputerisasi, mulai dari nota pembelian sampai laporan itu masih ditulis tangan. Hal itu akan merepotkan apabila sedang banyak pembeli.
 
B.  Saran
Berdasarkan riset yang kami lakukan di Perusahaan Jenang Jaket Asli Pertama, saran dari kami sebaiknya penggunaan teknologi komputerisasi diterapkan dimana bermanfaat dalam pengolahan data.
 

 
SURAT KETERANGAN RISET
 

 
LAMPIRAN
 

 
https://kuliah.trisnowlaharwetan.net/att...p?aid=2250

 


Attached Files
.pdf   jenang jaket.pdf (Size: 1.43 MB / Downloads: 3)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)