Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
MAKALAH APSI
#1
link Video : https://youtu.be/EYpf9eTSQ_s
Link Makalah : http://kuliah.trisnowlaharwetan.net/newthread.php?fid=6
1.    Ruhtina                                   (12155923)
2.    Syaeful Aji Rakhman            (12155870)
3.    Azhar Chasbulloh                  (12155929)
4.    Diky Bagus Prakoso               (12155919)
5.    Bintang Nusantara Aji           (12155918)
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANALISIS SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU PADA SMPN 9 PURWOKERTO
Disusun Oleh :
1.    Ruhtina                                   (12155923)
2.    Syaeful Aji Rakhman            (12155870)
3.    Azhar Chasbulloh                  (12155929)
4.    Diky Bagus Prakoso               (12155919)
5.    Bintang Nusantara Aji           (12155918)

KATA PENGANTAR
          Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya Laporan Kuliah Kerja Praktik (KKP) dengan judul : “ Analisis Sistem Pendaftaran Siswa Baru Pada SMP N 9 purwokerto. Yang merupakan salah satu syarat kelulusan mata Kuliah Kerja Praktik Lapangan Program Studi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.
            Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dan dalam menyelesaikan laporan ini, penulis telah banyak menerima bimbingan, pengarahan, petunjuk dan saran, serta fasilitas yang membantu hingga akhir dari penulisan laporan ini. Untuk ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada yang terhormat :
1.  Direktur Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana
    Informatika.
2.  Ketua Program Studi Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika  dan Komputer Bina Sarana Informatika.
3.  Bapak Sutrisno M.Kom Selaku dosen pengajar Mata kuliah Analisa Sistem perancangan Sistem informasi .
 
 
  Purwokerto, 15 Juni  2017
                                                                                                              Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Umum
          Pada saat ini kebutuhan akan pendidikan sangat diperlukan untuk menunjang pembangunan yang sedang dilakukan di Indonesia, dimana jenjang pendidikan yang ada pada saat ini Indonesia adalah TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Berdasarkan Undang – Undang Dasar 1945 mengenai pendidikan pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi: “Tiap – tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. Maka di sini pemerintah memberikan kesempatan kepada warga negara untuk meningkatkan mutu di Indonesia.
          Disamping pendidikan formal seperti yang disebutkan diatas, banyak juga terdapat lembaga – lembaga pendidikan non formal lainnya seperti lembaga kursus komputer, bahasa Inggris, dan ketrampilan lainnya mengingat pentingnya pendidikan pada masa pembangunan sekarang ini, maka sangat di perlukan penanganan yang serius dari segi kualitas maupun kuantitas pendidikan agar para siswa mendapatkan pengetahuan yang cukup memadai dari bidang – bidang pendidikan yang ada, sehingga cukup menjadi bekal mereka untuk meneruskan kejenjang yang lebih tinggi.
          Sistem pengolahan data di dalam pendaftaran siswa baru yang rutin diadakan setiap tahun disekolah – sekolah sebagian besar sudah dilakukan secara terkomputerisasi. Ini membuktikan bahwa pengolahan data sudah terlaksana


dengan baik, keterlambatan informasi yang biasanya terjadi terutama laporan tentang data calon siswa baru yang masuk sudah tidak lagi terjadi.
          Hal ini dirasakan sangat menguntungkan, komputer sebagai sarana alat bantu dalam pengolahan data siswa yang masuk sudah sangat membantu. Sebagai sarana alat bantu, komputer juga dapat menyimpan data – data secara aman dan akurat. Seperti kita ketahui bersama, pembangunan ilmu pendidikan semakin pesat khususnya dibidang komputer. Komputer memegang peranan sangat penting dalam berbagai aspek kegiatan dan pekerjaan, sehingga pada masa sekarang komputer sangat singkat, ketelitian yang tinggi serta kemampuan mengolah penyimpanan data semakin cepat proses dilakukan maka akan sangat bermanfaat bagi sekolah tersebut dalam memasukan data siswa baru.
          Kemajuan teknologi pada saat ini sangat berkembang dengan cepat khususnya teknologi dalam komputer dengan harapan dapat mengatasi permasalahan dalam sistem penerimaan siswa baru yang masih dilakukan secara manual. Oleh sebab itu, dalam hal ini penulis mencoba merancang suatu sistem dengan judul “ANALISIS SISTEM PENDAFTARAN SISWA BARU PADA SMP 9 PURWOKERTO”.
1.2     Maksud Dan Tujuan
          Maksud dari penulisan Riset ini adalah sebagai berikut :
1.  Memenuhi dan melengkapi mata kuliah APSI di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Purwokerto.
2.  Mengembangkan ilmu pengetahuan yang penulis terima di Akademi     Manajemen Informatika  dan Komputer Bina Sarana Informatika   Purwokerto.
3.  Untuk mengetahui dan memahami sistem penerimaan siswa baru pada SMP 9 purwokerto.
          Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai salah satu tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).
1.3     Metode Penelitian
          Dalam rangka data yang diperlukan oleh penulis untuk penulisan KKP ini penulis menggunakan cara sebagai berikut :
a.  Pengamatan Langsung (Observasi)
          Dalam metode ini penulis mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung ke SMP 9 purwokerto untuk mengetahui bagaimana suatu sistem itu berlangsung. Sehingga penulis mendapatkan suatu informasi yang akurat.
b.  Wawancara (Interview)
          Selain menggunakan metode observasi penulis juga menggunakan metode wawancara di mana penulis melakukan tanya jawab kepada pihak – pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan barang guna memperjelas masalah yang belum jelas pada saat observasi. Dalam metode ini penulis harus membuat panduan wawancara (interview guide) agar tidak ada hambatan dalam melakukan wawancara.
 
 
c.  Studi Pustaka (Library)
          Metode ini berbeda dengan metode observasi dan interview yang terjun langsung ke dalam suatu objek, penulis hanya mengambil data melalui suatu sumber lain yang berhubungan dengan objek penelitian. Bisa melalui buku – buku atau juga penulis melakukan browser melalui internet. Sehingga tugas KKP ini dapat menjadi lebih jelas dan lengkap.
1.4     Ruang Lingkup
          Penulis membatasi permasalahan hanya pada sistem penerimaan siswa baru pada SMP 9 purwokerto mulai dari prosedur pendaftaran, prosedur daftar ulang, dan prosedur pembuatan laporan.
1.5     Sistematika Penulisan
          Guna memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang dibahas dalam penulisan tugas KKP ini maka disusun secara sistematika sebagai berikut :
BAB I      PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah dan batasan  masalah, maksud dan tujuan penulisan, metode yang digunkan dalam penulisan tugas ini ruang lingkup serta sistematika penulisan.
BAB II    LANDASAN TEORI
Dalam landasan teori ini penulis memberikan penjelasan secara teoritis tentang peralatan (tool). Perancangan sistem yang meliputi Diagram Alir Data (DAD), kamus data (data dictionary).
BAB III   ANALISA SISTEM BERJALAN
Dalam bab ini tinjauan sistem berjalan ini membahas tentang sejarah singkat SMP 9 purwokerto , struktur organisasi dan fungsinya, prosedur sistem berjalan, diagram alir data, kamus data,  spesifikasi sistem berjalan, bentuk dokumen masukan, bentuk dokumen keluaran.
BAB IV   PENUTUP
Bab ini merupakan bab penutup yang menerangkan tentang kesimpulan Kuliah Kerja Praktik (KKP) ini dan mencoba memberikan sarana – sarana yang berguna bagi penerapan aplikasi dikemudian hari.
 
 
 


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1     Konsep Dasar Sistem
          Menurut Gerald.J dalam Al–Bahra Bin Ladjamudin (2005:1) mengemukakan bahwa “di dalam sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur didefinisikan sebagai satu jaringan kerja dari prosedur–prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama–sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen–elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.1.1  Pengertian Sistem
          Menurut Gordon B. Davis dalam Al – Bahra Bin Ladjamudin (2005:2) mengemukakan bahwa “sistem dapat bersifat abstrak dan fisik. Sistem bersifat abstrak yaitu suatu susunan sistem gagasan atau konsepsi atau dasar yang saling bergabung. Sedangkan sistem bersifat fisik yaitu serangkaian unsur–unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan”.


2.1.2  Karakteristik Sistem
          Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu yang mencirikan hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.  Komponen Sistem (Component System)
          Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan komponen – komponen sistem atau elemen – elemen dapat berupa suatu subsistem atau bagian – bagian sistem.
2.  Batasan Sistem (Boundary)
          Merupakan daerah yang membatasi antara susu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari suatu sistem tersebut.
3.  Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
          Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Dimana lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut.


4.  Penghubung Sistem (Interface)
          Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya, sehingga memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem lainnya.
5.  Masukan Sistem (Input)
          Energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (sigma input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6.  Pengolahan Sistem (Process)
          Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang merubah masukan menjadi keluaran.
7.  Keluaran Sistem (Output)
          Merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan untuk subsistem yang lainnya.
8.  Sasaran Sistem (Objective)
          Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau saran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya dan suatu sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuannya yang telah direncanakan.


2.1.3  Klasifikasi Sistem
          Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Adapun penjelasannya sebagai berikut :
1.  Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
          a.  Sistem Abstrak (Abstrack System) adalah sistem yang berupa pemikiran   
atau ide – ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologi yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.
          b. Sistem Fisik (Physical System) adalah sistem yang nampak secara fisik,
              misalnya sistem komputer, sistem produksi, dan lain – lain.
2.  Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
          a.  Sistem Alamiah (natural System) adalah sistem yang terjadi melalui proses alami, tidak ada campur tangan manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, pergantian musim.
          b.  Sistem Buatan Manusia (Human Made System) adalah sebuah sistem yang dirancang oleh manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, misalnya sistem akuntansi, sistem informasi, dan lain – lain.
3.  Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu
          a.  Sistem Tertentu (Deterministic System) adalah suatu sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, misalnya sistem komputer, adalah contoh sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program – program komputer yang dijalankan.
          b.  Sistem Tak Tentu (Probabilistik System) adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung kemungkinan (probabilitas), misalnya sistem manusia.
4.  Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
          a.  Sistem Terbuka (Open System) adalah sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya, misalnya sistem kebudayaan manusia.
          b.  Sistem Tertutup (Closed System) adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luar sistem serta bekerja secara otomatis tanpa campuran tangan dari pihak luar.
2.1.4  Konsep Dasar Sistem Informasi
          Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam mengambil keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (Informasi System) atau disebut juga processing System.
          Menurut Jogianto HM (2005:1) “sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan”.
2.1.5  Komponen Sistem Informasi
          Sistem informasi mempunyai komponen – komponen yang disebut blok bangunan (Building Block). Komponen – komponen itu terdiri dari :
1.  Blok Masukan
          Input yang mewakili data masukan ke dalam sistem informasi. Input ini termasuk metode – metode dan media untuk menangkap data yang masuk, yang dapat berupa dokumen – dokumen dasar.
2.  Blok Model
          Terdiri dari kombinasi –kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang akan memanipulasi data yang teersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilakan keluaran yang diinginkan.
3.  Blok Keluaran
          Merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta pemakai sistem.
4.  Blok Teknologi
          Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan keluaran serta membantu pengadilan dari sistem secara keseluruhan.
 
 
 
5.  Blok Basis Data
          Merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan diperangkat keras dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi.
6.  Blok Kendali
          Beberapa pengadilan perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal – hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau jika telah terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
2.1.6  Sistem Informasi Manajemen
          Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan penerapan sistem informasi untuk mendukung informasi – informasi yang dibutuhkan oke semua tingkatan manajemen. Menurut Gordon B. Davis (2007:1) mengemukakan bahwa “sistem informasi manajemen adalah sistem manusia atau mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi”.
          Sistem Informasi Manajemen merupakan susu sistem yang melakukan fungsi – fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. Sistem Informasi Manajemen menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.
 
 
 
2.2     Peralatan Pendukung (Tools System)
          Di dalam merancang sesuatu, dibutuhkan suatu peralatan yang dapat mendukung atau membantu dalam merancang sesuatu yang bersifat baru. Sama halnya dalam merancang suatu sistem, dibutuhkan juga suatu peralatan yang dapat mendukung perancangan sistem tersebut, yang sering disebut tools system. Berfungsi untuk menjelaskan kepada usir bagaimana fungsi dari sistem informasi dapat bekerja dengan suatu bentuk logical dan physical model. Adapun peralatan pendukung yang digunakan untuk merancang suatu sistem baru yaitu Diagram Alir Data (DAD) dan Kamus Data.
2.2.1  Diagram Alir Data (DAD)
          Diagram Alir Data atau Data Flow Diagram adalah Network yang menggambarkan suatu sistem secara automatic atau komputerisasi. Manual atau gabungan dari keduanya dalam susunan beberapa bentuk komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.
1.  Simbol – simbol Data Flow Diagram (DFD)
          Simbol – simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram (DFD), yaitu :
a.  Kesatuan Luar (External entity)                
          Menunjukan entitas atau kesatuan yang berhubungan dengan sistem, yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang akan memberikan input dan menerima output dari sistem.
         
 
b.  Proses (process)
          Menunjukan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang keluar dari proses.
c.  Arus Data (data flow)
          Menunjukan arus data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau  hasil dari proses sistem dan mengair diantara proses (process), simpanan data (da store), dan entitas (External entity).
d.  Simpanan Data (data store)
          Menunjukan suatu tempat penyimpanan data yang dapat berupa suatu file di sistem komputer, arsip atau catatan manual, tabel acuan manual dan lain –lain.
2.  Tahapan Pembuatan Data Flow Diagram (DFD)
          Tahapan pembuatan Data Flow Diagram (DFD) dibagi menjadi tiga tahapan atau tiga kontruksi diagram alir data, yaitu:
a.  Diagram Konteks
          Diagram konteks dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau menggambarkan sistem secara global dari keseluruhan sistem yang ada.
b.  Diagram Nol
          Diagram nol dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada di dalam diagram konteks.
c.  Diagram Detail
          Diagram detail dibuat menggambarkan arus data secara lebih detil lagi dari tahapan proses yang ada diagram nol.
3.  Aturan Main Pada Data Flow Diagram (DFD)
          a.  Didalam data flow diagram tidak boleh menghubungkan antara external
              entity dengan external entity lainnya secara langsung.
          b.  Didalam data flow diagram tidak boleh menghubungkan antara data store yang satu dengan data store lainnya secara langsung.
          c.  Didalam data flow diagram tidak boleh atau tidak diperkenankan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.
          d.  Setiap process harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.
4.  Cara Pembuatan Data Flow Diagram (DFD)
          a.  Dimulai dari umum sampai dengan detail (Top Down Analysis).
          b.  Jabarkan proses sedetail mungkin.
          c.  Periharalah konsisten antar proses.
          d.  Berilah label yang bermakna untuk tiap – tiap simbol.
·     Nama untuk data flow
·     Nama untuk proses
·     Nama untuk data store
·     Nama untuk eksternal entity atau sumber tujuan data.
5.  Bentuk Kesalahan Umum Dalam Pembuatan Data Flow Diagram (DFD)
          Kesalahan – kesalahan dalam penbuatan Data Flow Diagram (DFD) ada 2, yaitu :
a.  Lubang hitam (Black Hole) adalah suatu proses menerima input tetapi tidak pernah menghasilkan output.
6.  Konsep Arus Data
     1. Konsep paket dari data (packet of data)
          Konsep paket dari data terjadi bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama dengan tujuan yang sama maka arus seperti ini harus dianggap sebagai satu arus data yang tunggal, karena data mengalir bersama – sama sebagai satu paket.
     2.  Konsep arus data menyebar (Diverging data flow)
          Konsep arus data menyebar terjadi bila sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari suatu sumber yang sama dengan tujuan yang berbeda.
     3.  Konsep arus data mengumpul (Konvergin data flow)
          Konsep arus data mnegumpul terjadi bila beberapa arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda – beda pula bergabung bersama – sama ke tujuan yang sama.
    
 
     4.  Konsep sumber dan tujuan data
          Konsep sumber dan tujuan data menunjukan semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses menuju ke proses selanjutnya.
2.2.2 Kamus Data
          Menurut Jogianto HM (2005:2) “kamus data adalah katalog tentang data dan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi dengan mengidentifikasikan data yang mengalir pada sistem secara lengkap”.
          Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan – keterangan yang menjelaskan tentang data yang dicatat, untuk maksud dan keperluan ini maka arus data harus memuat data – data sebagai berikut:
1.  Nama Arus Data
          Hal ini harus terdapat dalam kamus data, sehingga mereka yang membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data dalam DFD dapat mudah mencari di kamus data.
2.  Alias
          Alias atau nama lain dari data yang harus dituliskan, alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan yang lain.
3.  Bentuk Data
          Tipe data perlu dicatat dalam kamus data, karena dapat digunakan untuk mengelompokan kamus data ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem.
4.  Arus Data
          Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan arus data ini harus perlu dicatat di kamus data agar memudahkan mencari arus data di dalam DAD.
5.  Penjelasan
          Untuk lebih memperjelas tentang makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan–keterangan tentang arus data tersebut.
6.  Periode
          Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini, periode perlu dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan kedalam sistem, kapan proses program dilakukan dan kapan laporan–laporan harus dihasilkan.
7.  Volume
          Menunjukan banyaknya arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu dan puncak data arus.
          Selain itu, kamus data juga mempunyai suatu cara untuk mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan yang disebut dengan ‘notasi’. Notasi yang digunakan dibagi menjadi 2 macam, yaitu sebagai berikut:
 
 
1.  Notasi Tipe Data
          Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data notasi yang umum adalah sebagai berikut:
Tabel II. 1 Notasi Tipe Data
Notasi
Keterangan
X
Setiap Karakter
9
Angka Numerik
A
Karakter Alphabet
Z
Angka Nol, ditampilkan sebagai Spasi Kosong
.
Titik, sebagai pemisah Ribuan
,
Koma, sebagai pemisah Pecahan
-
Hypen, sebagai tanda Penghubung (Contoh : 021-99988200)
/
Slash, sebagai tanda Pembagi (Contoh : 29/05/1987)
 
2.  Notasi struktur Data
          Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Dimana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
 
 
 
 
 
 
Tabel II. 2 Notasi Struktur Data
Notasi
Keterangan
=
Terdiri Dari
+
And ( Dan )
( )
Pilihan ( boleh Ya atau Tidak )
{ }
Iterasi atau Pengulangan Proses
[ ]
Pilihan, salah satu Pilihan
|
Pemisah Pilihan didalam tanda [ ]
*
Keterangan atau Catatan
@
Key Field (Petunjuk)


BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1     Umum
          Komputer adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengelola informasi yang dapat menerima, menyimpan dan memproses suatu data untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Perkembangan teknologi komputer yang pesat ini telah berpengaruh hampir kesemua aspek kehidupan. Salah satu aspek kehidupan yang sangat membutuhkan teknologi komputer adalah bidang pendidikan.
          Dalam sebuah perusahaan komputer sangat memegang peranan penting untuk proses pengolahan data. Bahkan bukan hanya perusahaan saja tetapi dibidang pendidikan seperti sekolah – sekolah baik negeri maupun swasta juga sangat membutuhkan komputer untuk menghasilkan informasi – informasi dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menghasilkan data yang akurat.
3.2     Tinjauan Perusahaan
          Dalam analisa pengembangan sistem informasi pada SMP 9 Purwokerto , penulis akan menguraikan secara singkat sejarah, visi, misi, dan struktur organisasi SMP 9 Purwokerto dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang proses pendaftaran siswa baru di SMP 9 Purwokerto.
 
3.2.1 Sejarah Perusahaan
          SMP N 9 purwokerto sebagai lembaga yang terletak di jl. Jatisari no.25,kelurahan sumampir, kec.purwokerto, utara kabupaten banyumas. Mengedepankan kualitas berkembang seirama dengan perkembangan zaman.sejak berdiri pada tanggal 22 November 1985 dalam perkembanganya menunjukan prestasi yang membanggakan.
1.  Visi
- Tercerminya kehidupan yang berlandaskan iman dan Taqwa.        
- Terwujudnya Lulusan yang cerda terampil kreatif kompetitif dan cinta  tanah air
2.  Misi
- Menyediakan dan menyelenggarakan wahana beribadah yang terncana dan berkelanjuta
- mewujudkan kurikulum SMP Negeri 9 purwokerto
 
3.2.2  Struktur Organisasi dan Fungsi
          Struktur organisasi adalah suatu diagram yang menunjukan fungsi departemen atau posisi dalam organisasi yang saling berhubungan. Dengan adanya struktur organisasi maka tugas dan tanggung jawab tidak hanya dibebankan pada satu orang saja, dengan kata lain struktur organisasi membatasi tugas dan tanggung jawab seseorang.
          Struktur organisasi yang digunakan pada SMP 9 purwokerto adalah struktur organisasi lini, dimana kekuasaan dan tanggung jawab mengalir dalam suatu garis yang langsung dari puncak ke bagian bawah. Kekuasaan dan tanggung jawab paling besar terdapat pada puncak dan mengalir pada tingkat manajemen yang lebih rendah. Setiap individu bertanggung jawab hanya kepada seorang pimpinan saja :
1.  Kepala Sekolah
          a)  Sebagai Pimpinan Sekolah, Kepala Sekolah mempunyai tugas sebagai berikut :
              a)  Menyusun rencana kerja tahunan
              b)  Mengorganisir seluruh kegiatan sekolah
              c)  Mengarahkan seluruh kegiatan sekolah
              d) Mengkoordinasikan seluruh kegiatan sekolah
              e)  Melaksanakan pengawasan kegiatan sekolah
              f)  Mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah
              g)  Menentukan kebijaksanaan sekolah
              h)  Memimpin rapat rutin
              i)   Mengambil keputusan
              j)   Mengatur tata laksana kantor
              k)  Mengadakan hubungan dengan sekolah lain
              l)   Mengadakan hubungan dengan masyarakat sekitar
              m) Mengadakan hubungan dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes.
3.  Waka Kurikulum
          a)  Menerima siswa baru, kemudian mengatur jadwal pelajaran dan mengatur keluar masuk siswa.
          b)  Mengadakan kegiatan Mid Test pada pertengahan semester.
          c)  Mengadakan kegiatan ulangan umum (ujian semester ganjil), dipertengahan tahun.
          d) Mengatur jadwal Ramadhan.
          e)  Mengatur jadwal ujian nasional, ujian sekolah, ujian praktek.
          f)  Menerima nilai – nilai yang akan dilaporkan kepada orang tua siswa.
          g)  Mengatur segala administrasi siswa yang akan lulus.
4.  Waka Kesiswaan
          a)  Memantau ketertiban siswa pada saat pada saat belajar, istirahat, waktu pulang dan keluar/pulang dari sekolah.
          b)  Melakukan koordinasi dalam penanganan kasus siswa dengan wali kelas, dan guru/personil lainnya yang terkait.
          c)  Mengkoordinasi kegiatan siswa yang telah di programkan melalui program kegiatan OSIS dan  bekerja sama dengan para koordinator.
          d) Memprogramkan kerja sama dengan kegiatan OSIS antar sekolah n kunjungan studi banding dengan sekolah lain.
          e)  Membuat jadwal penanggung jawab kegiatan siswa yang dilakukan pada hari libur.
          f)  Melakukan pembenahan sarana atau kebutuhan fisik OSIS.
          h)  Memprogramkan pertemuan atau diskusi sebagai evaluasi organisasi yang diselenggarakan oleh kesiswaan dan koordinator  kegiatan ekstrakurikuler.
          i)   Mengadakan kegiatan pekan olah raga dan seni budaya dan pameran hasil karya siswa secara terpadu dan mengundang siswa SMK dari luar.
          j)   Membantu Kepala Sekolah mengatur mutasi siswa.
 
           
5.  Tata Usaha
          a)  Mengkoordinasi pengelolaan keuangan sekolah.
          b)  Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha sekolah.
          c)  Mengatur pengurusan kepegawaian.
          d) Membina dan mengembangkan karier tenaga tata usaha sekolah.
          e)  Mengatur administrasi kesiswaan dan beasiswa.
          f)  Menyiapkan dan menyajikan dan statistik sekolah.
          g)  Membantu kepala sekolah dalam penyusunan RAPBS dan RIPS
          h)  Mengatur pelaksanaan kesekretariatan dan kerumahtanggaan.
          i)   Membantu pelaksanaan program K7
          j)   Mengatur administrasi hasil proses kegiatan belajar mengajar.
6.  Laboratorium
          a) Menyusun jadwal praktek.
          b)  Mengatur, memelihara dan mengamankan alat-alat praktikum.
          c) Menjaga kebersihan dan keamanan tempat dan alat-alat praktikum.
          d) Menyusun tata tertib praktikum.
          e) Mengelola administrasi laboratorium antara lain:
              1. Jumlah alat praktikum.
              2. Jumlah zat yang dipakai.
          f)  Menyiapkan alat-alat praktikum.
          g)  Mengusahakan pengembangan laboratorium.
          h)  Membuat laporan periodik pelaksanaan tugas.
7.  Perpustakaan
          a)  Menertibkan dan melengkapi sarana dan administrasi ketat usahawan  perpustakaan.
          b)  Memperhatikan distribusi dan stimulasi minat baca.
          c)  Mencatat, menganalisa, dan menyimpulkan kegiatan perpustakaan.
          d)           Membuat laporan kepada Kepala SMK Amilia secara periodik.
          e) Menyusun strategi pengelolaan perpustakaan SMK Amilia.
          f) Menyusun rencana pengadaan buku-buku perpustakaan.
          g) Menerima dan memeriksa buku perpustakaan.
          h) Menyeleksi, mengklarifikasi dan membubuhkan cap pada buku-buku  perpustakaan.
          i)   Membuat daftar katalog buku perpustakaan.
          j)   Mengatur pemakaian buku perpustakaan baik yang dipergunakan siswa maupun guru sesuai dengan pedoman pelaksanaan pengelolaan perpustakaan.
          k) Mengatur penyiapan dan penempatan buku pada rak perpustakaan menurut klasifikasi.
          l)   Memperkenalkan buku baru yang dimiliki oleh perpustakaan.
          m) Melakukan promosi untuk menggalakkan perpustakaan dalam rangka pemanfaatan perpustakaan secara maksimal.
          n)  Melakukan pemeliharaan buku-buku dan perlengkapan lainnya di perpustakaan.
          o)  Membuat statistik penggunaan buku perpustakaan.
          p) Bekerja sama dengan para guru untuk memotivasi siswa   memanfaatkan perpustakaan.
          q) Mengawasi penggunaan buku di perpustakaan.
          r) Menjaga terlaksananya tata tertib di perpustakaan.
          s) Melakukan tugas lain yang diberikan Kepala SMK Amilia.
          t) Menyusun laporan kegiatan di perpustakaan.
8.  Dewan Guru SMP N 9 purwokerto
          a)  Guru yang memberikan materi – materi pelajaran berdasarkan   kurikulum yang berlaku kepada siswa.
          b)  Serta mendidik siswa menjadi manusia yang bermoral dan berguna bagi nusa dan bangsa.
          c)  Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar  negara kita Pancasila.
          d) Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. 2 Tahun 1983.
          e)  Sebagai prantara dalam belajar.
          f)  Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya.
          g)  Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
          h)  Sebagai penegak disiplin. Guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu.
          i)   Sebagai adminstrator dan manajer guru sebagai perencana kurikulum.
9 Siswa
          a) Belajar
          b) Taat pada peraturan sekolah
          c) Aktivitas selama disekolah
          d) Patuh dan hormat pada guru
          e) Disiplin
          f) Menjaga nama baik sekolah
10. Penjaga
          a) Membersihkan/merapihkan seluruh sekolah
          b) Menyiapkan minuman untuk dewan guru
          c) Menjaga keamanan sekolah
3.3     Prosedur Sistem Berjalan
          Pada sistem ini, ada beberapa prosedur yang dijalankan untuk proses sistem penerimaan siswa baru di SMP 9 purwokerto, yaitu :
 
 
 
a)  Prosedur Pendaftaran
Calon siswa baru yang ingin mendaftar sebagai siswa di SMP 9 purwokerto, dapat langsung ke SMP 9 purwokerto untuk membeli formulir pendaftaran di bagian panitia Gratis. formulir pendaftaran tersebut, setelah mengisi formulir pendaftaran kemudian diserahkan kebagian panitia. Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon siswa akan dimasukan ke dalam arsip formulir pendaftaran siswa.
 
b)  Prosedur Daftar Ulang
Calon siswa akan datang kembali ke SMP 9 purwokerto untuk melakukan daftar ulang, dengan menyerahkan persyaratan – persyaratan yang telah di beritahu pada saat pendaftaran, persyaratan tersebut berupa :
          a) Foto copy Raport SD  
          b) Foto hitam putih ukuran 2×3 sebanyak 2 lembar, 3×4 sebanyak 2
              lembar.
          c) Foto orang tua dan Kartu Keluarga (KK).
          Setelah calon siswa menyerahkan persyaratan pendaftaran, persyaratan – persyaratan tersebut di masukan ke dalam arsip siswa baru oleh panitia.
 
 
c)  Prosedur Pembayaran Biaya Pendidikan
Kemudian calon siswa melakukan pembayaran biaya pendidikan sebesar Rp. 750.000 yang sudah termasuk pembayaran Komite Rp. 500.000 sekali bayar, membayar SPP bulan Juni Rp. 200.000 setiap bulan, dan membayar uang MOS Rp. 50.000 sekali bayar. Calon siswa akan mendapatkan kwintansi pembayaran biaya pendidikan rangkap 1 dari panitia, dan kwitansi rangkap 2 akan dimasukan ke dalam arsip pembayaran biaya pendidikan oleh panitia, sedangkan kwitansi rangkap 3 akan diberikan kepada Tata Usaha (TU) untuk disimpan oleh sekolah sebagai bukti pembayaran biaya pendidikan siswa baru yang dilakukan oleh siswa.
       
d) Prosedur Pembuatan Laporan
Setelah calon siswa melakukan pembayaran pendidikan, panitia akan membuat laporan siswa baru yang diambil dari arsip siswa baru, laporan formulir yang diambil dari arsip pendaftaran dan laporan pembayaran biaya pendidikan yang di ambil dari arsip kwitansi pembayaran biaya pendidikan. . Laporan–laporan tersebut oleh panitia akan dilaporkan dahulu ke Kepala SMP N 9 purwokerto untuk diketahui dan ditandatangani. Setelah ditandatangani, laporan – laporan tersebut dikembalikan oleh Kepala  SMP 9 purwokerto ke panitia pendaftaran siswa baru untuk dilaporkan kepada Ketua Yayasan Citra Fastabiqul Khoirot.
3.4     Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan
                Menggambarkan pandangan mengenai masukan, proses dan keluaran sistem yang berhubungan dengan masukan, proses dan keluaran serta mempresentasikan dan menganalisis prosedur-prosedur mendetail dalam sistem yang lebih besar.
3.4.1  Diagram Konteks Sistem Berjalan
          Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan di proses atau dengan kata lain diagram tersebut digunakan untuk menggambarkan sistem secara umum atau global dari keseluruhan sistem yang ada. 
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
 
4.1.      Kesimpulan
          Dari pembahasan mengenai analisa sistem pendaftaran siswa baru pada SMP 9 purwokerto, maka penulis menarik kesimpulan bahwa :
1.  Penggunaan teknologi khususnya komputer sekarang ini sangat diperlukan untuk menunjang kemajuan suatu perusahaan atau lembaga pendidikan seperti SMP N 9 Purwokerto, sehingga dibutuhkan sistem yang terkomputerisasi. Sistem yang sudah terkomputerisasi dapat mendukung dalam proses pendaftaran siswa baru pada SMP 9 purwokerto, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat, dan lebih memudahkan bagian panitia dalam menjalankan tugasnya.
2.  Sistem yang terkomputerisasi juga dapat menyimpan data-data yang ada sekarang maupun data-data lama ke dalam database, sehingga apabila ingin mengetahui ataupun mencari data yang dibutuhkan, maka sistem dapat dengan mudah dan cepat memberikan informasi yang dibutuhkan atau dicari oleh panitia sebagai bagian yang bertugas dalam penedaftaran siswa baru pada SMP 9 purwokerto
3.  Dengan sistem terkomputerisasi maka kepala sekolah dan ketua yayasan dapat dengan mudah dan cepat memperoleh laporan – laporan yang diperlukan, sehingga laju perkembangan sekolah dapat dengan mudah diketahui oleh kepala sekolah dan ketua yayasan.
4.  Kesalahan – kesalahan yang disebabkan oleh keterbatasan seperti human error ataupun ketidak sengajaan dapat dikurangi atau diminimalisir dengan penggunaan sistem komputerisasi.
 
4.2.      Saran
Pada kesempatan ini penulis akan memberikan saran yang mungkin akan berguna dimasa yang akan datang bagi SMP 9 purwopketo diantaranya sebagai berikut :
1.  Sebelum menggunakan sistem yang terkomputerisasi, terlebih dahulu diadakan pelatihan yang baik kepada bagian panitia sebagai pemakai (user) yang akan menggunakan atau menjalankan sistem ini.
2.  Ketelitian pada bagian kepanitiaan saat memasukkan (input) data perlu ditingkatkan agar tingkat kesalahan data dapat dikurangi atau diminimalisir, sehingga keluaran (output) yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diinginkan.
3.  Diperlukan perawatan (maintanance) serta pengawasan terhadap masalah hardware maupun software, agar terhindar dari masalah – masalah yang merugikan sekolah.
4.  Perlu adanya back-up data untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan, seperti hilangnya data atau rusaknya data.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Davis, Gordon B. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.
 
HM, Jogiyanto. 2005. Analisis Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: CV ANDI Offset.
 
Ladjamudin, Bin Al – Bahra. 2005. Analisis Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Attached Files
.pdf   MAKALAH APSI.pdf (Size: 872.88 KB / Downloads: 0)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)