Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tugas Makalah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi 4E
#1
Makalah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
PT. SMITHINDO MITRA MANDIRI
 
 
 
Disusun Oleh :
Ricko Bintang Pamungkas    12155515
Ali Nur Rachman                            12155313
Anif Muhaimin                      12155445
Hisni Ulinuha                         12155363
Feti Adi Saputro                     12155291
 
 
 
Akademi Manajement Informatika
Bina Sarana Informatika Purwokerto
2017




 
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya atas berkah dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “ Analisa Sistem Informasi Penjualan Di PT.SMITHINDO MITRA MANDIRI. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Analisa & Perancangan Sistem Informasi dengan dosen Pak Sutrisno.
Penelitian ini, bertujuan untuk mendapatkan nilai ujian akhir semester (UAS), yang kami rangkum dari hasil pengamatan langsung dan wawancara narasumber yang berkaitan dengan judul makalah kami.
Dalam penyusunan makalah ini penulis memperoleh banyak bantuan dari manager Perusahaan selaku narasumber, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Yang telah bersedia meluangkan waktu untuk kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapakan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulis kami di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kami khususnya dan bagi pembaca yang berminat pada umumnya.
 
 
Purwokerto, 14 Mei 2017  
 
               Penulis                    
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR.................................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah..............................................................................1
1.2    Maksud dan Tujuan....................................................................................2
1.2.1        Maksud Penelitian...............................................................................2
1.2.2        Tujuan Penelitia...................................................................................2
1.3    Metode Penelitian......................................................................................2
1.4    Ruang Lingkup............................................................................................2
1.5    Sistematika Tulisan.....................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI
   2.1 Konsep Dasar Sistem..................................................................................4
   2.2 Peralatan pendukung.................................................................................4
 BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
   3.1 Tujuan Perusahaan...................................................................................11
   3.2 Prosedur Sistem Berjalan..........................................................................12
   3.3 Diagram Alir Data......................................................................................14
   3.4 Permasalahan Pokok dan Alternatif Pemecahan Masalah........................14
               3.4.1 Permasalahan Pokok...................................................................14
               3.4.2 Alternatif Pemecahan Masalah...................................................14
  BAB IV PENUTUP
    4.1 Kesimpulan...............................................................................................15
    4.2 Saran.........................................................................................................15
 DOKUMENTASI...................................................................................................17



 
BAB I
PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
Tepat pada 8 Januari 2011 lalu,smith mengawali kiprahnya di industri retail fashion dengan membuka sebuah toko di Jalan Sultan Agung No. 3, Bandung yang diberi nama ”House of Smith”.
Kini seiring dengan perkembangan industri dan bertambahnya permintaan dari konsumen,House of Smith sudah berdiri di 7 lokasi yang tersebar di Indonesia ditambah 14 lokasi lain yang juga menjual koleksi fashion smith.Di setiap store House of Smith, kental dengan konsep industrial homie serta berbagai ornamen yang membuat konsumen nyaman untuk berbelanja seperti di rumah sendiri.House of Smith memberikan tidak hanya produk-produk (Goods) dengan kualitas terbaik, serta pelayanan (Service) terbaik bagi para konsumen yang berbelanja. Dengan harga yang terjangkau,House of Smith berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap brand lokal.Konsumen smith adalah kaum muda yang peduli akan penampilan mereka dalam melakukan aktifitas sehari-harinya.
House of Smith menyediakan variasi produk fashion from top to terbaik bagi kaum pria, wanita, maupun anak-anak dengan kisaran usia 2-11 tahun.Untuk menjangkau pasar,smith dengan aktif memperluas market dan menciptakan brand awareness sehingga penulis dapat lebih banyak mengetahui lebih dalam tentang Sistem Informasi yang berkaitan dengan mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi. tentang Sistem Informasi yang berkaitan dengan mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi.
 
 
 
 
 
 
    1. Maksud dan Tujuan 
      1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian yang ingin di capai secara penuh sehingga penelitisn ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat yaitu :
  1. Menganalisa Sistem Informasi dari PT. SMITHINDO MITRA MANDIRI CABANG PURWOKERTO.Latihan Merancang Sistem Informasi dalam sebuah perusahaan . 
      1. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk:
  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi sebagai -pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) semester 4 (empat) jurusan Manajemen Informatika BSI.Sebagai penambah pengetahuan tentang analisa sistem yang berjalan dalam sebuah perusahaan.Untuk menambah referensi bagi siapa saja yang ingin menerapkan sistem informasi tentang pengolahan manajemen data di tempat serupa.
1.3 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah :
  1. Metode Wawancara Langsung .
  2. Observasi Lapangan
1.4 Ruang Lingkup
Karena pembahasan dari Analisa dan Peranacangan Sistem Informasi amat luas, maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini yaitu :
  1. Konsep dari Analisa dan Peranacangan Sistem Informasi.
  2. Alasan yang menjadi penyebab gagalnya organisasi / perusahaan mengelola system informasi manajemennya sendiri
 
    1. Sistematika Tulisan Agar mempermudah pembacaan dalam Makalah ini ,maka materi-materi yang tertera pada makalah ini dikelompokan menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penyampaian sebagai berikut : 
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulisan menguraikan tentang latar belakang secara umum,maksud,tujuan, ruang lingkup yang membatasi permasalahan,metode penelitian,serta sismatika penulisan secara keseluruhan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan teori yang berupa konsep dasar sistem dan peralatan pendukung yang dikutip dari slide materi dan hasil observasi langsung .
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Pada bab ini penulisan membahas menenai hal yang bersifat umum,tujuan perusahaan dengan menguraikn sejarah perusahaan dan strukur organisasi dan prosedur system berjalan, diagram alir data (DAD) system berjalan,kamus data system berjalan yang memiliki sub antara lain berisi spesifikasi bentuk  dalam keluaraan,bab ini juga menguraikan tentang permasalahan dan alternatif pemecahan masalah.
BAB IV PENUTUP
Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai kesimpulan serta saran yang berhasil ditarik dari seluruh pembuatan laporan Praktek Terpadu ini.
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, mesin, alat dan prosedur serta konsep-konsep yang di himpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan tertentu. Sedangkan aspek-aspek dasar sistem komputerisasi adalah secara prinsip harus ada apabila satu usaha sudah memasuki langkah maju dengan menggunakan peralatan komputer sabagai alat bantu dalam pengolahan. Adapun aspek-aspek dasar tersebut antara lain:
1.        Tenaga pelaksana  (Brainware)
Adalah tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoprasian sistem unit komputer didalam pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat guna dan akurat.
2.        Perangkat keras (Hardware)
Adalah seperangkat unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu prosess kerja brainware.
3.        Perangkat lunak (Software)
Adalah seperangkat unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan membantu proses kerja brainware.
2.2 Peralatan Pendukung (Tools Systems)
Adapun peralatan pendukung yang dimaksud untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan tugas ini adalah :
  1. Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Arus Data (DAD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya, atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan misalnya file card, microfile, hard disk, tape, diskette dan lain sebagainya.
DFD merupakan alat yang akan digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (struktured analisys and design). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan struktur.
DFD adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi (simbol-simbol) yang berfungsi untuk menggambarkan arus dari data sistem dan untuk membantu didalam komunikasi dengan pemakai sistem secara logika. Diagram Arus Data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
DFD merupakan gambaran secara logika.Adapun pengertian secara umum dari DFD adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem (autoformat) atau komputerisasi satu gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. Keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan dan atau dikembangkan dan memungkinkan untuk menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikannya menjadi level yang lebih rendah. Kekurangan dari DFD adalah tidak menunjukkan proses pengulangan (looping), proses keputusan perhitungan. Pada DFD terdapat beberapa tingkatan, yaitu :
1.        Diagram konteks
Adalah diagram yang berada pada level yang paling tinggi yaitu level nol yang menggambarkan ruang lingkup sistem yang global. Pada level ini DFD menggambarkan jaringan masukkan dan keluaran sistem. Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan yang akan diproses atau dengan katalain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum atau global darikeseluruhan sistem yang telah ada.
2.        Diagram Nol
Merupakan diagram yang berada pada level satu, yang menggambarkan proses-proses utama dari sistem didalamnya terdiri dari hubungan antara sumber aliran data dan simpanan data. Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada didalam konteks, yang penjabarannya lebih terperinci.
3.        Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetaillagi dari tahapan proses yang ada didalam diagram nol.
Aturan main dalam Diagram Arus Data adalah sebagai berikut :
a.         Tidak boleh menghubungkan antara External Entity dengan External Entity secara langsung.
b.        Tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan Data Store secaralangsung.
c.         Tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan External Entity secara langsung atau sebaliknya.
d.        Setiap Process harus ada Data Flow yang masuk dan ada Data Flow yang keluar.
  1. Kamus Data
Model berikutnya yang akan dibahas adalah Kamus Data (Data Dictionary). Kamus Data tidak menggunakan notasi grafis sebagaimana halnya DFD, tetapi porsinya dalam memodelkan sistem tidak perlu diragukan lagi, sebuah model tidak lengkap tanpa Kamus Data. Kamus Data juga mempunyai fungsi yang sama dalam pemodelan sistem. Selain itu Kamus Data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail, Kamus Data mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem dengan presisi yang sedemikan rupa sehingga pemakai dan penganalisa sistem memiliki dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.
Kamus Data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus Data selain digunakan untuk dokumentasi dan mengurangi redudansi, juga dapat digunakan untuk:
1.        Memvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan
2.        Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan
3.        Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file
4.        Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data
Kamus Data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem.Pada tahap analisis sistem, Kamus Data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, Kamus Data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus Data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DAD. Kamus Data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
1.        Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data dalam DFD
2.        Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran misalnya alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos
3.        Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data
4.        Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran
5.        Mendeskripsikan hubungan detail antar penyimpanan yang akan menjadi titik perhatian dalam (entity-relationship diagram).
Kamus Data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang akan dicatat. Untuk maksud keperluan ini, maka Kamus Data harus memuat hal-hal berikut:
1.        Nama arus data
Kamus Data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di Kamus Data.
2.        Alias
Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur, sedangkan bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.
3.        Bentuk data
Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir:
a.         Dari kesatuan luar ke suatu proses, data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir.
b.        Hasil dari suatu proses ke kesatuan luar, data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer.
c.         Hasil suatu proses ke proses yang lain, data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variable atau parameter yang dibutuhkan oleh proses penerimanya;
d.        Hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data, data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variable.
e.         Dari simpanan data dibaca oleh suatu proses, data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data).
Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan di layar monitor, variabel, parameter, field.
4.       Arus data
Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan ini perlu dicatat di Kamus Data agar mudah mencari arus data di DFD.
5.       Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di Kamus Data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut. Misalnya nama dari arus data adalah Tembusan Permintaan Persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.
 
 
 
 
6.       Periode
Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di Kamus Data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
7.       Volume
Volume yang perlu dicatat di Kamus Data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data.Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.
8.       Struktur data
Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di Kamus Data terdiri dari item-item data apa saja.
Selain hal di atas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan, yang disebut notasi tipe data, notasi atau simbol yang digunakan di bagi menjadi dua macam yaitu :
1.        Notasi Tipe Data
Notasi ini di gunakan untuk membuat spesifikasi format input  maupunoutput suatu data. Notasi umum digunakan antara lain :
Tabel II.1. Notasi Tipe Data
Notasi

Keterangan


X

Setiap karakter


9

Angka Numeric


A

Karakter Alfabet


Z

Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong


.

Titik, sebagaui pemisah


,

Koma, sebagai pemisah pecahan


-

Hypen, sebagai tanda penghubung


/

Slash, sebagai tanda pembagi



 
Sumber : Tata Sutabri (Analisa Sistem Informasi, hal : 172)
2.        Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Dimana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut :
Table II.2. Notasi Struktur Data
Notasi

Keterangan


=

Terdiri


+

Dan (and)


0

Pilih (boleh ya atau tidak)


{}

Pengulangan Proses (iterasi)


[ ]

Pemisah salah satu pilihan


I

Pemisah plihan didalam tanda [ ]


*

Keterangan atau catatan


@

Petunjuk (key field)



Sumber : Tata Sutabri (Analisa Sistem Informasi, hal:172)
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
Gambaran Umum Perusahaan
3.1 Tinjauan Perusahaan
            3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
a). Visi
Memenuhi kebutuhan hidup dan sebagai jalan untuk memperbesar core bisnis dan memperbesar lapangan pekerjaan.
b). Misi
Melayani pelanggan dengan profesional dan ramah, menyediakan pelayanan dan produk-produk terbaik,serta memberikan pengalaman terbaik dalam kinerja perusahaan dan para karyawannya untuk dapat memberikankualitas pelayanan terbaik pada kualitas produk,penyampaian pelayanan dan mejaga kelestarian lingkungan hidup yang juga dapat memberikan semangat kerja kepada perusahaan dan anggota tim.
      1. Direktur 1Ade Oscar C. Struktur Organisasi dan Fungsi




Manager
 Rahardian Descond













Admin Gudang 1
Yeri 

















 

 





















Shopkeeper 1
Ricko













Shopkeeper 2
Diki













Shopkeeper 3
Anggi













Shopkeeper 4
Sherly













Shopkeeper 5
Lutfi













Shopkeeper 6
Reno













Admin Gudang 2
wanto













Cashier 1
Ruly













Cashier 2
Trias





























Direktur 2
Risaldi rahmadana







 



































































 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


  1. Direktur memiliki tugas seperti memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan. memilih, menetapkan, mengawasi, tugas dari karyawan dan manajer, menyetujui anggaran tahunan perusahaan.Manajer memiliki tugas sebagai perencana, pelaksana, pengkoordinasi, dan sebagai pengendali  perusahaan tersebut.Admin gudang memiliki tugas sebagai penyusun dan pencatat kegiatan perusahaan agar berjalan baik dan lancar, dan melayani permintaan barang dari konsumen yang diinformasikan oleh shopkeeper.Shopkeeper memiliki tugas mengarahkan setiap konsumen yang datang ke toko untuk berbelanja barang Smith (Push Selling).
3.2 Prosedur Sistem Berjalan
Sistem berjalan adalah proses keluar masuknya berkas yang terjadi pada suatu sistem yang sedang di jalankan. Tujuan dari pembahasan sistem berjalan ini  adalah untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bentuk permasalahan yang ada di perusahaan PT. SMITHINDO MITRA MANDIRI. dan adapun prosedur sistem berjalan pada PT. SMITHINDO MITRA MANDIRI sebagai berikut:
a. Manajemen Perusahaan
1. Mengembangkan teknologi dalam memberikan nilai lebih untuk kenyamanan customer maka House Of Smith ditangani oleh karyawan yang terlatih dimana fasilitas toko menyediakan: AC, Sofa ,Fitting Room ada 2, WiFi dan CCTV untuk memantau kegiatan di toko.
2. Pelatihan pelatihan untuk manajemen, Shopkeeper,Admin gudang dan Kasir agar dapat menghasilkan tenaga yang mahir,handal & berpengalaman, guna memastikan terwujudnya kenyamanan dan keamanan bagi customer House Of Smith.
3. Memberikan pelayanan yang terbaik pelayanan terbaik untuk pelanggan Outlet yaitupelayanan prima serta penampilan yang menariktidak luput dari sikap yang ramah tamah dan sopankepada semua pelanggan yang datang.
4. Kemampuan manajerial dan pemasaran tanpa pelayanan yang baik dan profesionalisme kerja dari staffnya, prosedur operasi dan pelaksanaannya tidak akan mungkin dapat memenuhi keinginan customer. Untuk itu store selalu menjaga kekompakan tim kerja dan melakukan beberapa strategi pemasaran seperti dengan mengadakan diskon untuk beberapa produk yang ditentukan maupun diskon saat pembukaan store cabang baru di tempat lain untuk selalu menjaga kesinambungan operasional usaha.
 
b.Analisa Sistem Informasi Manajemen Penjualan House of Smith
 
1.Komponen
   Customer, Kasir, Shopkeeper, Manager
2.Lingkungan Luar
   Pelanggan
3.Batasan
   Pembelian produk di kasir
4.Jalinan
   a. Pelanggan ke Shopkeeper
Memesan size yang diinginkan customer kepada shopkeeper atau akan melakukan pembelian produk.
   b.Shopkeeper ke Kasir
pengecekan stock size ditanyakan kepada kasir yang bertugas.
   c. Kasir ke shopkeeper
jika size yang diinginkan customer ada shopkeeper meminta size ke admin gudang yang bertugas.
    d. Admin gudang ke shopkepeer
setelah pengambilan barang yang diinginkan customer admin gudang memberikan ke shopkeeper.
    e. Pelanggan ke kasir
pengecekan barang yang akan dibeli serta melakukan pembayaran  (tunai atau non tunai)
  • Mendapatkan struk pembelian dan barang yang dibeli
 
 
 
 
 
 
 
 
3.3 Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan
 

 
3.4 Permasalahan Pokok dan Alternatif Pemecahan Masalah
3.4.1. PERMASALAHAN POKOK
            Banyaknya  persaingan  penjualan  dengan  pihak  lain  dan  kecenderungan pasar  yang  kerap  berubah-ubah  karena terus  berkembangnya  fashion  di  lingkungan  masyarakat  mengikuti  perkembangan  modern
3.4.2 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
            Selalu  mencari  ide  yang  menarik  (seperti promo, iklan, diskon dll) untuk  mendapatkan  perhatian  pembeli . Harus selalu berinovasi dan bergerak, karena  kecenderungan pasar  yang  kerap  berubah-ubah  maka  haruslah  selalu  up to date akan  perkembangan  trend  terbaru  dan  wajib  hukumnya  untuk  selalu  memperhatikan  perkembangan  mode  terkini.
 
 
 
 
 
 
 
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kelompok kami menyimpulkan bahwa informasi suatu perusahaan perlu diketahui oleh pihak yang membutuhkan walaupun sedikit demi sedikit karna informasi harus akurat ,relevan dan diberikan tepat pada waktunya agar tidak salah jika ingin mengambil keputusan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan kelompok.
4.2 Saran
            Perusahaan secara terus menerus harus menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan pellayanan agar setiap konsumen yang membel produk perusahaan merasa puas sehingga citra perusahaan yang baik pun tetap terjaga
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar Pustaka
 
https://berkaos.com/9-kesalahan-owner-yang-bikin-distronya-bangkrut/
http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/3663/Bab%205.pdf?sequence=10
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
LAMPIRAN:
 


Attached Files
.pdf   Makalah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi.pdf (Size: 502.6 KB / Downloads: 0)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)