Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Makalah Pengaplikasian Model Pengembangan Sistem
#1
Kelompok 4

Yanda Tyara Putri                            (12155872)

Esti Pangestu Rini                           (12155876)

Indah Septianingrum                       (12155877)

Riesma Putri Anggit Setiani            (12155878)
Sindi Krisna Muhti                          (12155913)


MAKALAH PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN MODEL WATERFALL

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun dan menyajikan makalah ini yang berisi tentang pengembangan sistem informasi dengan model waterfall. Penyusunan makalah tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu dan mendukung kami dalam menyusun makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan datang.

Semoga  makalah ini bisa memberikan suatu serta bisa menjadi tambahan referensi di bidang sistem informasi.

 

                                                                        Purwokerto, 8 April 2017

 

                                                                        Penyusun










BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1.            Latar Belakang
Analisa dan Perancangan Sistem Informasi merupakan salah satu mata kuliah dalam program studi manajemen informatika. Analisa dan Perancangan Sistem informasi diajarkan untuk memberikan teori sebuah sistem yang berkaitan dengan informasi. Sistem informasi yang sudah ada pada suatu organisasi/perusahaan dapat dikembangkan dengan beberapa model, salah satunya adalah model waterfall. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas proses pengembangan sistem informasi dengan model waterfall.
 
1.2.             Rumusan Masalah
A.       Apa itu model waterfall dalam pengembangan sistem informasi ?
B.        Bagaimana mengaplikasikan pengembangan sistem informasi dengan model waterfall ?
C.        Apa keuntungan dan kelemahan model waterfall dalam pengembangan sistem informasi?
 
1.3.             Maksud dan Tujuan Penulisan
A.       Untuk memberi informasi tentang model waterfall dalam pengembangan sistem informasi
B.        Untuk memenuhi tugas mata kuliah analisa dan perancangan sistem informasi
 
 
 
 
 
 
1.4.             Sistematika Penulisan
A.       Judul, kata pengantar, dan daftar isi
B.        BAB I Pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan penulisan, dan sistematika penulisan
C.        BAB II Pembahasan, berisi tentang penjelasan model waterfall dalam pengembangan sistem informasi
D.       BAB III Penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran
E.        Daftar pustaka
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1.            Pengertian Model Waterfall Dalam Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem informasi dalam kurun waktu kini sudah sangat pesat. Hampir setiap organisasi/perusahaan selalu melakukan perbaikan, inovasi, dan evaluasi terhadap sistem informasi yang ada di dalam organisasi/perusahaan tersebut, agar selalu mendukung kinerja yang mereka jalankan. Dengan memanfaatkan kemampuan dari sistem informasi, diharapkan perkembangan organisasi/perusahaan semakin maju. Salah satu metode pengembangan sistem informasi yang sering digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model atau metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya. Berbagai macam perusahaan besar yang mempunyai kekuatan IT yang besar sering menerapkan SDLC sebagai metode pengembangan sistem informasi. Model Waterfall (air terjun) adalah sebuah model dalam pengembangan sistem yang dilakukan untuk membuat pembaruan sistem yang berjalan.
 
2.2.            Tahapan-Tahapan Pada Model Waterfall
Tahapan tahapan dari model waterfall adalah sebagai berikut :
 
A.           Requirement Analysis
Tahap pengumpulan kebutuhan untuk menspesifikasikan  kebutuhan perangkat lunak sehingga dapat dipahami kebutuhan dari user. Dalam tahap ini biasanya informasi dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya
B.           System Design
Desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka dan prosedur pengkodean. Jadi, tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya berdasarkan informasi yang sudah dianalisa.
 
C.           Implementation
Hasil pada tahap ini adalah penggabungan program dengan desain yang telah dibuat pada tahap system design.
 
D.          Testing
Testing bertujuan untuk memastikan bahwa semua bagian program yang telah  diuji sudah sesuai dengan system design.
 
E.           Operation & Maintenance
Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Program yang  sudah  jadi  dijalankan  serta  dilakukan  pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki  kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.
 
2.3.            Pengaplikasian Model Waterfall Dalam Pengembangan Sistem Informasi Pada Warung Internet (Warnet)
Dalam sebuah warung internet (warnet) terdapat sistem informasi, diantaranya yaitu sistem yang digunakan untuk menghubungkan antara admin dengan user. Dengan begitu admin dapat mengetahui kapan user memulai dan mengakhiri akses internet agar mempermudah admin dalam membuat laporan transaksi. Laporan transaksi yang akurat sangat dibutuhkan untuk mengembangkan suatu perusahaan/organisasi, sehingga sistem informasi pada sebuah perusahaan/organisasi harusnya selalu berkembang. Berikut kami contoh kan cara pengembanagn sistem informasi pada warnet dengan model waterfall :
 
A.     Requirement Analysis
Misalkan warnet memiliki 15 unit PC user dan 1 unit PC admin. Admin membutuhkan program yang dapat digunakan untuk mencatat pengaksesan internet para user, mulai dari awal akses sampai user mengakhiri akses internet. Hal ini bertujuan untuk mempermudah user membayar biaya pemakaian akses internet dan untuk mempermudah admin membuat laporan transaksi.
 
B.     System Design
Pada tahap ini programmer memberikan gambaran tentang tampilan antarmuka dan prosedur pengkodeannya kepada admin.
 
C.     Implementation
Programmer membuat program yang dibutuhkan admin  berdasarkan desain yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya.
 
D.    Testing
Pada tahap ini, program yang sudah dibuat diuji, jika sudah sesuai maka program dapat digunakan.
 
E.     Operation & Maintenance
Setelah diuj, program akan dilakukan pemeliharaan dan perbaikan biasanya secara berkala agar program dapat bekerja secara maksimal. 
 
BAB III
PENUTUP
 
3.1.            Kesimpulan
Dengan penerapan model waterfall sebagai model pengembangan sistem informasi, maka diperoleh keuntungan dan kerugian dari model waterfall.
Berikut adalah keuntungannya :
A.      Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
B.      Document pengembangan system ini sangat terorganisir, karena setiap tahapnya terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Jadi  setiap tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
C.      Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong lama, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.
D.      Mudah diaplikasikan.
Berikut adalah kelemahannya :
A.      Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terbentuknya program.
B.      Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.
C.      Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan waktu yang cukup lama.
 
3.2.            Saran
Semua model dalam pengembangan sistem bertujuan sama yaitu untuk membuat kinerja program menjadi lebih cepat dan akurat dalam penggunaannya. Semakin baik proses riset dan analisa yang dilakukan, maka hal ini akan membuat fungsi sebuah program menjadi lebih kompleks, eksklusif, dan juga sangat beragam dan banyak digunakan oleh user. Selain itu, program juga sangat membutuhkan supporting, yang dilakukan dengan cara update berkala dari program tersebut. Jadi, dalam pengembangan sistem baiknya menggunakan model yang paling dipahami, agar tidak terjadi kesalahan dalam  menganalisa kebutuhan pelanggan.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Materi Semester 4 Analisa & Perancangan Sistem Informasi Pertemuan 2
 
http://d-in4matika.blogspot.co.id/2013/04/metode-waterfall-kelebihan-dan-kelemahan.html
 
http://andisetiya.blog.widyatama.ac.id/2013/10/02/pengembangan-sistem-informasi-dengan-metode-waterfall/
 
http://dosenit.com/kuliah-it/teknologi-informasi/kelebihan-dan-kekurangan-metode-waterfall
 
http://andisetiya.blog.widyatama.ac.id/2013/10/02/pengembangan-sistem-informasi-dengan-metode-waterfall/
 


Attached Files
.pdf   Tugas Apsi 3.pdf (Size: 101.86 KB / Downloads: 0)
Reply
#2
Mahasiswa mengaplikasikan satu model pengembangan system
(tugas 2 tugas kelompok)
( MODEL INCREMENT )
DISUSUN oleh :
Ruhtina
Azhar casbulloh
Syaeful Aji Rakhman
Diky Bagus Prakoso
Bintang Nusantara Aji
AMIK BSI PURWOKERTO
MANAJEMEN INFORMATIKA
TAHUN 2016/2017
Model Increment Dalam model Incremental ini proses pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perbagian sehingga bagian selanjutnya akan dikerjakan setelah bagian awal telah selesai dan selanjutnya sampai menghasilkan perangkat lunak yang lengkap dengan semua fungsi yang diperlukan dan pengerjaan perangkat lunak berakhir. Sebelum pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perancangan arsitektur software sebagai kerangka dalam pengerjaan perbagian.
Contoh model increment
Kelebihan model increment:
1. Resiko yang rendah pada pengembangan sistem.
2. Mengutamakan fungsi-fungsi pada sistem perangkat lunak sehingga kemudahan pemakaian sistem yang paling di utamakan.
3. Tahap awal adalan dasar dari pembuatan tahap berikutnya (dikerjakan secara terurut).
4. Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak/kekurangan pembuat
5. Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer.
6. Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian.
7. Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen.
Kekurangan model increment:
1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh.
2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut.
3. Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil.
4. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan.
Contoh Aplikasi dalam studi kasus: Puskesmas sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan baik. Diantaranya adalah rekam medis pasien di Puskesmas Mranggen I masih menggunakan sistem manual, sehingga menyebabkan beberapa kendala diantaranya pengolahan data pasien yang masih lambat yang mengakibatkan tingginya tingkat kesalahan dalam pengolahan data pasien. Sistem rekam medis ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis studi kasus pada Puskesmas Mranggen I, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi literature. Teknik analisis data menggunakan model incremental yang dikembangkan dari model waterfall, sedangkan model analisis menggunakan analisis terstruktur yaitu ERD (Entity Relationship Diagram) dalam menggambarkan model data dan DFD (Data Flow Diagram) untuk mengembangkan model fungsional.Perangkat pembangun adalah Borland Delphi 7 dengan database MySQL. Data yang diproses yaitu pendaftaran, rekam medis, rujukan, laboratorium sedangkan keluaran dari system berupa laporan-laporan.


Attached Files
.pdf   Model Increment.pdf (Size: 191.44 KB / Downloads: 2)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)