Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
TUGAS UAS RISET
#1
MAKALAH ANALISA SISTEM INFORMASI
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX KALIGUA DESA PANDANSARI, KECAMATAN PAGUYANGAN, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH



 
Disusun :
MEITA PRIMA WULANDARI              (12155383)
GIANTIKA SATITI                                 (12155389)
INTAN PRULIWATI                               (12155426)
YULI KARLINDA                                   (12155575)
MENUK SALATRI                                  (12155593)
 
 

 
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi serta sebagai pengganti UAS pada semester IV di AMIK BSI Purwokerto. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian makalah, antara lain kepada :
1.      Bapak Sutrisno selaku dosen pembimbing mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta motivasi dalam penyusunan makalah ini.
2.      Teman-teman  kelompok yang telah bekerja sama dengan baik dan saling memotivasi sesama anggota kelompok serta teman-teman 12.4E.21 yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
3.      Orang tua yang telah memberi izin dan doa serta motivasi dalam pelaksanaan kegiatan.
4.      Semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu-satu yang telah membantu penyusunan makalah ini.
Kami selaku penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik itu dalam penulisan maupun dalam penyusunan dan yang lainnya, maka dari itu penulis mengharapakan saran dan kritik dari para pembaca agar kami dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Dan penyusun juga berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca atau bagi penyusun secara pribadi.
 
Purwokerto,  Mei  2017
 
 
 
Penyusun
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR............................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................. 3
1.2  Maksud dan Tujuan.......................................................................... 3
1.3  Metode Penelitian............................................................................. 4
1.4  Ruang Lingkup................................................................................. 4
1.5  Sistematika Tulisan .......................................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem........................................................................ 6
2.2 Peralatan Pendukung (Tools Systems).............................................. 6
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1 Umum............................................................................................... 12
3.2 Tinjauan Perusahaan ........................................................................ 12
..... 3.2.1 Sejarah Perusahaan.................................................................. 12
..... 3.2.2 Struktur Organisasi.................................................................. 13
3.3 Prosedur Sistem Berjalan.................................................................. 14
3.4 Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan...................................... 15
3.5  Kamus Data Sistem Berjalan........................................................... 17
3.6 Spesifikasi Sistem Berjalan .............................................................. 17
..... 3.6.1 Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan .................................. 17
..... 3.6.2 Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran................................... 17
3.7 Permasalahan.................................................................................... 17
3.8 Pemecahan Masalah.......................................................................... 17
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan....................................................................................... 18
4.2 Saran................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 19
      LAMPIRAN............................................................................................. 20-21
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting dari beberapa komoditas pertanian yang ada di Indonesia. Teh sebagai salah satu komoditas yang bertahan hingga saat ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa yang dihasilkan selain untuk menjaga fungsi hidrolis dan pengembangan agroindustri. Perkebunan teh juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar(Sinaga, 2011).
Teh merupakan salah satu minuman penyegar yang disukai semua kalangan masyarakat karena rasa dan aromanya yang khas. Selain dapat memberikan kesegaran, teh mempunyai banyak manfaat lain untuk tubuh, karena mengandung vitamin (B1, B2, B6, C, K, asam folat (karoten), mineral (Mn, K, Zn, F) serta polifenol (zat antioksidan).
Teh mengandung Riboflafin yang membantu pertumbuhan, pencernaan dan vitalitas. Polifenol merupakan antioksidasi jenis Biolavanoid yang seratus kali lebih efektif dari vitamin C dan dua puluh lima kali lebih efektif dari vitamin E, yang sangat berguna untuk mencegah kolesterol sehingga memperlancar pembuluh dalam mengirim darah yang penuh gizi ke jantung dan seluruh tubuh(PTPN VI Danau Kembar,2015).
Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat teh bagi kesehatan , maka diharapkan konsumsi teh di Indonesia akan meningkat dari 288 g/kapita/tahun menjadi sekitar 600 g/kapita/tahun. Tingkat konsumsi tersebut sama dengan tingkat konsumsi teh perkapita di negara-negara produsen teh lainnya seperti India, China dan Srilanka(Adimulya, 2006).
Berdasarkan kondisi tersebut kami memutuskan untuk melakukan riset mengenai analisa perancangan sistem informasi pada perkebunan teh kaligua desa pandansari, kecamatan paguyuban, kabupaten brebes, jawa tengah.
1.2  Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan riset analisa perancangan sistem informasi ini antara lain :
a.       Untuk memenuhi nilai tugas UAS matakuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi semester VI AMIK BSI.
b.      Untuk mengetahui keadaan perkebunaan teh kaligua desa pandansari, kecamatan paguyuban, kabupaten brebes.
c.       Untuk mengetahui kekayaan hayati yang ada pada alam.
d.      Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah teh mulai dari bahan mentah menjadi siap saji.
e.       Untuk mengetahui manfaat teh bagi kesehatan.
f.       Untuk mempelajari manajemen produksi pengolahan teh hitam pada Perkebunan Nusantara IX Kebun Kaligua.
g.      Untuk mengenali permasalahan yang ada dalam manajemen produksi din PT. Perkebunan Nusantara IX Kebun Kaligua.
1.3  Metode Penelitian
Untuk menentukan data yang digunakan , maka dibutuhkan teknik pengumpulan data agar bukti atau fakta yang diperoleh berfungsi sebagai data objektif dan tidak terjadi penyimpangan dari data yang sebenarnya. Dalam paradigma penelitian kuantitatif ini,penelitian menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara/interview, dokumentasi dan Studi Pustaka.
1.      Observasi / Pengamatan
Observasi(pengamatan) adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat, mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan alat bantu seperti alat pencatat, formulir dan lain sebagainya.
2.      Wawancara / Interview
Merupakan teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi dengan cara tanya jawab secara langsung dengan pihak yang bersangkutan.
3.      Dokumentasi
Mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk mengetahui data tentang sejarah, jumlah karyawan dan struktur organisasi perusahaan yang bersangkutan.
4.      Studi Pustaka
Merupakan metode pengumpulan data sekunder yang bersumber pada literatur, dokumen, majalah dan hasil penelitian sebelumnya yang dapat diperoleh dari hasil perpustakaan, terutama yang berhubungan dengan masalah penelitian.
1.4   Ruang Lingkup
Didalam penulisan Riset ini, penulis membahas tentang Analisa Sistem Informasi pada perkebunan teh kaligua.Mengingat pembahasan didalam Sistem Informasi pada perkebunan teh kaligua cukup luas dan agar laporan Riset ini mencapai sasaran maka ruang lingkup pembahasan proses produksi.
1.5  Sistematika Tulisan
Untuk mengetahuai secara ringkas permasalahan dalam penulisan laporan Praktek Terpadu ini, maka digunakan sistematika  penulisan  yang bertujuan untuk mempermudah pembaca menelusuri dan memahami laporan Praktek Terpadu ini.
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulisan menguraikan tentang latar belakang secara umum,maksud,tujuan, ruang lingkup yang membatasi permasalahan,metode penelitian,serta sismatika penulisan secara keseluruhan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini penulisan menjelaskan tentang konsep dasar sistem,dan peralatan  pendukung(tools sistem)
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini penulis menjelaskan tentang teh, proses pengolahan, pengendalian mutu, dan manfaat teh yang telah penulis amati dalam kegiatan riset ini.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis akan menjelaskan hasil yang sudah didapat dari kegiatan riset di PT. Perkebunan Nusantara IX.
BAB IV PENUTUP
Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai kesimpulan serta saran yang berhasil ditarik dari seluruh pembuatan laporan Praktek Terpadu ini.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, mesin, alat dan prosedur serta konsep-konsep yang di himpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan tertentu. Sedangkan aspek-aspek dasar sistem komputerisasi adalah secara prinsip harus ada apabila satu usaha sudah memasuki langkah maju dengan menggunakan peralatan komputer sabagai alat bantu dalam pengolahan. Adapun aspek-aspek dasar tersebut antara lain:
1.        Tenaga pelaksana  (Brainware)
Adalah tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoprasian sistem unit komputer didalam pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat guna dan akurat.
2.        Perangkat keras (Hardware)
Adalah seperangkat unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu prosess kerja brainware.
3.        Perangkat lunak (Software)
Adalah seperangkat unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan membantu proses kerja brainware.
 
2.2 Peralatan Pendukung (Tools Systems)
Adapun peralatan pendukung yang dimaksud untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan tugas ini adalah :
A.    Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Arus Data (DAD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya, atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan misalnya file card, microfile, hard disk, tape, diskette dan lain sebagainya.
DFD merupakan alat yang akan digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (struktured analisys and design). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan struktur.
DFD adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi (simbol-simbol) yang berfungsi untuk menggambarkan arus dari data sistem dan untuk membantu didalam komunikasi dengan pemakai sistem secara logika. Diagram Arus Data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
DFD merupakan gambaran secara logika.Adapun pengertian secara umum dari DFD adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem (autoformat) atau komputerisasi satu gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. Keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan dan atau dikembangkan dan memungkinkan untuk menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikannya menjadi level yang lebih rendah. Kekurangan dari DFD adalah tidak menunjukkan proses pengulangan (looping), proses keputusan perhitungan. Pada DFD terdapat beberapa tingkatan, yaitu :
1.        Diagram konteks
Adalah diagram yang berada pada level yang paling tinggi yaitu level nol yang menggambarkan ruang lingkup sistem yang global. Pada level ini DFD menggambarkan jaringan masukkan dan keluaran sistem. Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan yang akan diproses atau dengan katalain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum atau global darikeseluruhan sistem yang telah ada.
2.        Diagram Nol
Merupakan diagram yang berada pada level satu, yang menggambarkan proses-proses utama dari sistem didalamnya terdiri dari hubungan antara sumber aliran data dan simpanan data. Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada didalam konteks, yang penjabarannya lebih terperinci.
3.        Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetaillagi dari tahapan proses yang ada didalam diagram nol.
Aturan main dalam Diagram Arus Data adalah sebagai berikut :
a.         Tidak boleh menghubungkan antara External Entity dengan External Entity secara langsung.
b.        Tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan Data Store secaralangsung.
c.         Tidak boleh menghubungkan antara Data Store dengan External Entity secara langsung atau sebaliknya.
d.        Setiap Process harus ada Data Flow yang masuk dan ada Data Flow yang keluar.
B.     Kamus Data
Model berikutnya yang akan dibahas adalah Kamus Data (Data Dictionary). Kamus Data tidak menggunakan notasi grafis sebagaimana halnya DFD, tetapi porsinya dalam memodelkan sistem tidak perlu diragukan lagi, sebuah model tidak lengkap tanpa Kamus Data. Kamus Data juga mempunyai fungsi yang sama dalam pemodelan sistem. Selain itu Kamus Data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail, Kamus Data mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem dengan presisi yang sedemikan rupa sehingga pemakai dan penganalisa sistem memiliki dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.
Kamus Data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus Data selain digunakan untuk dokumentasi dan mengurangi redudansi, juga dapat digunakan untuk:
1.        Memvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan
2.        Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan
3.        Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file
4.        Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data
Kamus Data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem.Pada tahap analisis sistem, Kamus Data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, Kamus Data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus Data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DAD. Kamus Data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
1.        Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data dalam DFD
2.        Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran misalnya alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos
3.        Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data
4.        Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran
5.        Mendeskripsikan hubungan detail antar penyimpanan yang akan menjadi titik perhatian dalam (entity-relationship diagram).
Kamus Data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang akan dicatat. Untuk maksud keperluan ini, maka Kamus Data harus memuat hal-hal berikut:
1.        Nama arus data
Kamus Data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di Kamus Data.
2.        Alias
Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur, sedangkan bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.
3.        Bentuk data
Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir:
a.         Dari kesatuan luar ke suatu proses, data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir.
b.        Hasil dari suatu proses ke kesatuan luar, data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer.
c.         Hasil suatu proses ke proses yang lain, data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variable atau parameter yang dibutuhkan oleh proses penerimanya;
d.        Hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data, data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variable.
e.         Dari simpanan data dibaca oleh suatu proses, data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data).
Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan di layar monitor, variabel, parameter, field.
4.       Arus data
Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan ini perlu dicatat di Kamus Data agar mudah mencari arus data di DFD.
5.       Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di Kamus Data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut. Misalnya nama dari arus data adalah Tembusan Permintaan Persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.
6.       Periode
Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di Kamus Data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
7.       Volume
Volume yang perlu dicatat di Kamus Data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data.Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.
8.       Struktur data
Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di Kamus Data terdiri dari item-item data apa saja.
Selain hal di atas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan, yang disebut notasi tipe data, notasi atau simbol yang digunakan di bagi menjadi dua macam yaitu :
1.        Notasi Tipe Data
Notasi ini di gunakan untuk membuat spesifikasi format input  maupunoutput suatu data. Notasi umum digunakan antara lain :
 
 
 
 
 
 
 
Tabel II.1. Notasi Tipe Data
Notasi
Keterangan
X
Setiap karakter
9
Angka Numeric
A
Karakter Alfabet
Z
Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong
.
Titik, sebagaui pemisah
,
Koma, sebagai pemisah pecahan
-
Hypen, sebagai tanda penghubung
/
Slash, sebagai tanda pembagi
 
Sumber : Tata Sutabri (Analisa Sistem Informasi, hal : 172)
2.        Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Dimana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut :
Table II.2. Notasi Struktur Data
Notasi
Keterangan
=
Terdiri
+
Dan (and)
0
Pilih (boleh ya atau tidak)
{}
Pengulangan Proses (iterasi)
[ ]
Pemisah salah satu pilihan
I
Pemisah plihan didalam tanda [ ]
*
Keterangan atau catatan
@
Petunjuk (key field)
Sumber : Tata Sutabri (Analisa Sistem Informasi, hal:172)
 
 
 
 
 
 
BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1 Umum
       PT. Perkebunan Nusantara IX merupakan perusahan yang bergerak di bidang produksi teh. Dimana perusahaan ini merupakan peninggalan dari kolonial Belanda pada saat penjajahan dahulu. Eksistensi teh di kalangan masyarakat tidak termakan oleh zaman. Oleh karena itu dengan adanya PT. Perkebunan Nusantara IX Kaligua ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan juga sebagai pemberi kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa yang dihasilkan. Dengan adanya PT. Perkebunan Nusantara IX juga dapat melestarikan lingkungan.
3.2 Tinjauan Perusahaan
       3.2.1 Sejarah Perusahaan
Perkebunan Teh Kaligua didirikan pada tahun 1879 oleh NV. Cultur Onderneming di Belanda, untuk perwakilan di Indonesia ditunjuk Van Jhon Pletnu dan CO yang berkedudukan di Batavia Jakarta. Setelah berdiri perkebunan teh, maka pada tahun 1889 Van De Jong mendirikan pabrik teh Kaligua.
Pada tahun 1901 mulai datang mesin-mesin yang digunakan untuk pengolahan produk, mesin yang pertama kali datang berupa Ketel Uap. Dalam membawa mesin Ketel Uap tersebut diikuti oleh satu grup Ronggeng lengkap dengan gamelan yang bertujuan untuk menghibur para pengotong mesin sehingga diharapkan rasa lelah akan hilang dengan adanya hiburan tarian ronggeng tersebut. Untuk itu, sampai sekarang hiburan ronggeng masih selalu diadakan pada saat hari ulang tahun berdirinya teh hitam (setiap tanggal 1 juni).
Pada tahun 1942 sampai 1948 Kebun Kaligua diambil alih oleh Jepang yang saat itu menjajah Indonesia. Banyak tanaman yang kondisinya rusak dan diganti dengan aneka tanaman pangan. Kemudian pada tahun 1951 kebun kaligua ditinggalkan pemiliknya karena adanya gangguan keamanan berupa pemberontakan DI/TII yang selanjutnya dikelola oleh KODAM VII Diponegoro bekerjasama dengan PT. Sidorejo Brebes pada tahun 1958. Hasil dari kebun pada saat itu 90 persen diekspor ke luar negeri dan 10 persen dijual di dalam negeri.
Pada tahun 1964 Kebun Kaliguamasuk ke dalam PPN Aneka Tanaman yang berkantor pusat di Semarang. Pada tanggal 16 April 1968 PPN Aneka Tanaman berubah nama menjadi PPN XVIII. Dengan diberlakukannya PP. No 23 Tahun 1972 (LN No. 31 Tahun 1971) PPN XVII berubah nama menjadi PT. Perkebunan XVII (Persero).
Pada tahun 1995 Kebun Kaligua digabung dengan Kebun Semugih (Kabupaten Pemalang) , dan kantor administrasinya berkedudukan di Semugih. Melalui resrtukturisasi perkebunan-perkebunan negara yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1996 tanggal 15 Februari 1996, pengelolaan Kebun Semugih Kaligua yang semula berada dibawah naungan PT Perkebunan XVII (Persero) dirubah menjadi PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang berkantor pusat di Surakarta. Anggotanya meliputi kebun-kebun yang sebelumnya merupakan anggota PT. Perkebunan XVII dan PT. Perkebunan XV-XVI dengan akta notaris Harun Kamil SH. Nomor: 42 tanggal 11 Maret 1996.
Pada tahun 1999 sampai sekarang dengan SK Direksi Nomor PPT. Perkebunan IX. 0/SK/149/1999. SM tanggal 1 Juli 1999 Kebun Kaligua dipisah kembali dengan Kebun Semugih dan pengelolaannya berdiri sendiri dengan pimpinan seorang Administratur.
3.2.2 Struktur Organisasi dan Fungsi
Manajemen perusahaan diartikan sebagai cara untuk mengatur perusahaan agar dapat berkembang dan rencana yang ditetapkan dapat terealisasikan semaksimal mungkin. Manajemen perusahaan di kebun Semugih dipegang oleh Administratur. Administratur mempunyai wewenang untuk mengatur urusan dalam kebun. Akan tetapi kebijakan dalam pemasaran, pengadaan jenis tanaman yang akan ditanam maupun peralatan yang akan digunakan dalam kebun maupun pabrik berada pada Direksi PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).
Dalam menjalankan tugasnya , administratur menggunakan sistem organisasi garis. Sistem organisasi garis membagi kekuasaan didalam setiap tingkat jabatan. Kekuasaan yang didelegasikan menjadi suatu tanggungjawab bagi pemegangnya dan sekaligus memberi wewenang untuk menentukan kebijakan tugas operasional yang diembannya. Adapun Bagan struktur kepengurusan perkebunan teh kaligua secara sederhana dapat dilihat dari gambar berikut:
 
 
 
 
 
[img=523x279]file:///C:\Users\MYASUS~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3.3 Prosedur Sistem Berjalan
Sistem informasi yang digunakan adalah sistem informasi pengolahan produk(teh).
Pengolahan Produk
1.      Penerimaan Pucuk
Setelah pemetikan selesai, pucuk kemudian diangkat menuju ke pabrik dengan menggunakan truk.  Truk yang digunakan harus bersih dari kotoran dan diberi sekat/rak antar tingkat serta yang dilengkapi dengan tutup atas.
2.      Pelayuan
Proses pelayuan dimulai dengan membeberkan pucuk teh diatas palung pelayuan/withering trough (WT). Proses pelayuan bertujuan untuk melayukan pucuk teh hingga diperoleh derajat layu yang diinginkan dengan cara menguapkan sebagian air yang terkandung didalam bahan, sehingga lebih mudah diproses dalam penggilingan.
3.      Penggilingan dan Sortasi Basah
Selama tahap ini terjadi fermentasi yang merupakan ciri pengolahan teh. Tujuan dari proses ini ialah :
1)      Memecahkan dinding sel daun agar cairan sel keluar dan untuk menggulung daun agar menjadi keriting dalam pengeringan.
2)      Mengecilkan bentuk gulungan menjadi partkikel sesuai dengan yang dikehendaki pasar.
4.      Fermentasi
Pada tahap ini akan dilakukan pembentukan aroma/flavour teh yang menentukan inner quality. Tujuan fermentasi adalah untuk menghasilkan perubahan-perubahan kimia yang menyebabkan aroma serta rasa teh terasa enak.
5.      Pengeringan
Pada tahap ini teh akan diturunkan kadar air sampai batas tertentu sehingga diperoleh hasil akhir berupa bubuk teh kering yang berdaya simpan lama.
6.      Sortasi Kering
Tahap untuk memisahkan bubuk teh kering menjadi jenis-jenis atau grade tertentu yang sesuai dengan yang dkehendaki dalam perdagangan.
7.      Penyimpanan dan Pengemasan
Tahap terakhir yang merupakan suatu cara untuk menjaga atau mempertahankan kualitas produk.
3.4                 Diagram Aliran Data (DAD) Sistem Berjalan
[img=525x267]file:///C:\Users\MYASUS~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.jpg[/img]
 
 
 
 
 
 
 
 
 



[img=563x794]file:///C:\Users\MYASUS~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.jpg[/img]


 
 
 
3.5  Kamus Data Sistem Berjalan
Kamus Data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus data yang digunakan sebagai referensi kehidupan sehari-hari.
Kamus Data mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Memvalidasi Diagram alir data dalam kelengkapan dan keakuratan
b.      Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layer dan laporan-laporan.
c.       Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file
d.      Mengembangkan logika untuk proses-proses DAD.
3.6  Spesifikasi Sistem Berjalan
3.6.1        Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan
 
3.6.2        Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran
3.7  Permasalahan
Kendala yang ada di PT. Perkebunan Nusantara IX Kaligua antara lain :
1.      Belum menerapkan kebersihan produksi dengan cara pemakaian seragam yang seharusnya diterapkan ( pegawai PT. Perkebunan Nusantara IX Kaligua belum diwajibkan menggunakan sarung tangan, masker dan alat kebersihan dalam memproduksi teh ).
2.      Kurang memperhatikan kebersihan sarana dan prasarana pabrik salah satunya yaitu wastafel yang sudah tidak digunakan karena kerusakan yang dibiarkan saja.
3.8  Pemecahan Masalah
1.      Memberikan saran kepada perusahaan (PT. Perkebunan Nusantara IX Kaligua) untuk menerapkan kebijakan penggunaan seragam bagi karyawan.
2.      Memperbaiki sarana dan prasarana yang masih diperlukan dalam pabrik tersebut.
 
 
 
 
 
 
BAB IV
PENUTUP
 
4.1  Kesimpulan
        Dari pembahasan di atas kelompok kami menyimpulkan bahwa informasi suatu perusahaan perlu diketahui oleh pihak yang membutuhkan walaupun sedikit demi sedikit karena informasi harus akurat, relevan dan diberikan tepat pada waktunya agar tidak salah jika ingin mengambil keputusan baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
 
4.2  Saran
        Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan, oleh sebab itu apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam pembuatan makalah ini pembaca dapat memberikan masukan kepada kami.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Agrowisata_Kaligua
http://kaligua-wisataagro.blogspot.co.id...h.html?m=1
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
LAMPIRAN
 
 


Attached Files
.pdf   MAKALAH ANALISA SISTEM INFORMASI.pdf (Size: 719.71 KB / Downloads: 2)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)